Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Maroko Vs Haiti: Singa Atlas Mengincar Takhta Grup C

Johan Panjaitan • Rabu, 24 Juni 2026 | 08:00 WIB
Para pemain timnas Maroko merayakan gol kemenangan. (ligaolahraga)
Para pemain timnas Maroko merayakan gol kemenangan. (ligaolahraga)

 

ATLANTA, Sumutpos.jawapos.com– Satu tiket ke babak gugur sudah hampir berada dalam genggaman Maroko. Namun, ambisi Singa Atlas belum berhenti sampai di sana. Mereka kini memburu posisi puncak Grup C Piala Dunia 2026 saat menghadapi Haiti di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (25/6) pukul 05.00  WIB.

Persaingan di Grup C masih terbuka. Maroko dan Brasil sama-sama mengoleksi empat poin dari dua pertandingan. Namun, Maroko memiliki peluang besar untuk menutup fase grup sebagai juara grup apabila mampu mengalahkan Haiti, terlebih di saat yang sama Brasil harus menjalani laga yang jauh lebih berat melawan Skotlandia.

Di atas kertas, peluang Maroko memang terlihat lebih menjanjikan. Haiti sudah dipastikan tersingkir setelah gagal meraih poin dalam dua pertandingan sebelumnya. Sebaliknya, Skotlandia masih memiliki kepentingan besar untuk mengejar tiket lolos sehingga diprediksi akan memberikan perlawanan maksimal kepada Brasil.

Meski demikian, pelatih Maroko Mohamed Ouahbi menegaskan timnya tidak ingin terlena dengan berbagai hitung-hitungan klasemen. Fokus utama tetap memastikan tiga poin berada dalam genggaman.

Baca Juga: Tidak hanya Nikmat, Air Kelapa Muda Kaya Manfaat: Ini Penjelasannya

Persiapan Maroko sempat diwarnai sorotan terhadap kapten tim Achraf Hakimi. Bek kanan Paris Saint-Germain itu menjadi perhatian setelah muncul pemberitaan terkait proses hukum yang akan dihadapinya di Prancis. Namun, Ouahbi memastikan kondisi mental pemain andalannya tetap terjaga.

"Dia baik-baik saja. Dia bangun pagi ini, makan seperti yang lain, bersiap untuk pertandingan dan memotivasi semua orang," ujar Ouahbi.

Menurutnya, Hakimi tetap menunjukkan profesionalisme tinggi di tengah situasi yang sedang dihadapi. Kehadirannya di ruang ganti bahkan disebut menjadi sumber motivasi bagi rekan-rekannya.

"Dia fokus dan bertekad memberikan penampilan terbaik. Kami mendukungnya dan dia sangat tenang, sama sekali tidak terpengaruh," lanjut Ouahbi.

Karena itu, Hakimi dipastikan tetap menjadi andalan di laga penentuan ini. Pelatih berusia 48 tahun tersebut bahkan tidak ragu menyebut pemainnya sebagai salah satu bek kanan terbaik di dunia saat ini.

"Dia akan memainkan lebih banyak pertandingan hebat. Dia adalah bek kanan terbaik di dunia dan akan membuktikannya di Piala Dunia ini," tegasnya.

Haiti Tak Mau Pulang Tanpa Harga Diri

Di sisi lain, status tersingkir tidak membuat Haiti kehilangan motivasi. Les Grenadiers justru datang dengan tekad menutup perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan cara terhormat.

Baca Juga: PLN Binjai Teken SPJBTL 13,63 MVA dengan Tujuh Perusahaan

Bagi Haiti, pertandingan melawan Maroko bukan lagi soal peluang lolos, melainkan tentang menjaga martabat dan meninggalkan kesan positif sebelum pulang ke tanah air.

Kesadaran itulah yang membuat Ouahbi meminta para pemainnya tetap waspada. Ia menilai Haiti masih memiliki potensi menghadirkan kejutan jika Maroko kehilangan fokus.

"Haiti akan memberikan tantangan yang sulit meski mereka sudah tersingkir dari turnamen," katanya.

Pelatih Haiti Sébastien Migné juga menegaskan timnya tidak akan menyerah begitu saja. Ia ingin para pemain tetap menunjukkan daya saing hingga peluit akhir pertandingan terakhir mereka di turnamen ini.

"Kami berkomitmen mengakhiri turnamen ini dengan tetap kompetitif," ujar Migné.

Semangat yang sama digaungkan Federasi Sepak Bola Haiti. Setelah menunggu lebih dari lima dekade untuk kembali tampil di panggung sepak bola terbesar dunia, mereka ingin menutup turnamen dengan kebanggaan.

"Kami ingin mengakhiri penantian 52 tahun mereka di Piala Dunia dengan meninggalkan kesan positif," kata Migné.

Baca Juga: Daihatsu Kumpul Sahabat, Saat Event Otomotif Bertransformasi Menjadi Ruang Kebahagiaan Bersama

Di atas kertas, Maroko jelas lebih diunggulkan. Kualitas individu, pengalaman internasional, dan momentum positif membuat Singa Atlas berada di posisi ideal untuk mengamankan kemenangan sekaligus mengincar posisi puncak Grup C.

Namun, di Piala Dunia, motivasi sering kali menjadi pembeda. Ketika Maroko mengejar status juara grup, Haiti datang membawa misi mempertahankan harga diri. Pertemuan dua kepentingan itulah yang berpotensi membuat laga di Atlanta berlangsung lebih sengit daripada yang diperkirakan banyak orang.(jpg/han)

Perkiraan Pemain:

Maroko (4-3-3): 1-Yassine Bounou (g); 2-Achraf Hakimi ©, 5-Nayef Aguerd, 18-Jawad El Yamiq, 3-Noussair Mazraoui; 4-Sofyan Amrabat, 8-Azzedine Ounahi, 10-Brahim Diaz; 7-Hakim Ziyech, 11-Ismael Saibari, 17-Soufiane Rahimi.
Pelatih: Mohamed Ouahbi
 
Haiti (4-2-3-1): 1-Johny Placide (g/c); 2-Carlens Arcus, 4-Ricardo Adé, 5-Hannes Delcroix, 22-Martin Expérience; 14-Danley Jean Jacques, 17-Jean-Ricner Bellegarde; 11-Ruben Providence, 10-Josué Casimir, 7-Duckens Nazon; 9-Frantzdy Pierrot.
Pelatih: Sébastien Migné

Editor : Johan Panjaitan
#puncak grup c #piala dunia #haiti #maroko