Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Skotlandia vs Brasil: Cunha Menantang Kutukan Nomor 9 Selecao

Johan Panjaitan • Rabu, 24 Juni 2026 | 09:00 WIB
Penyerang Matheus Cunha mampu mencetak dua gol ketika main starter sebagai nomor sembilan Brasil di Piala Dunia 2026.  Gelandang John McGinn menjadi satu-satunya pencetak gol Skotlandia dalam dua laga awal Skotlandia di grup C Piala Dunia 2026.(teamtalk)
Penyerang Matheus Cunha mampu mencetak dua gol ketika main starter sebagai nomor sembilan Brasil di Piala Dunia 2026. Gelandang John McGinn menjadi satu-satunya pencetak gol Skotlandia dalam dua laga awal Skotlandia di grup C Piala Dunia 2026.(teamtalk)

 

MIAMI GARDENS, Sumutpos.jawapos.com– Brasil datang ke laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026 dengan satu misi besar: memastikan tiket ke babak berikutnya sekaligus mempertahankan status sebagai kandidat kuat juara. Namun di balik ambisi kolektif Selecao, terselip cerita personal yang menarik perhatian. Cerita itu bernama Matheus Cunha.

Penyerang Manchester United tersebut perlahan mulai menjadi pusat perhatian publik Brasil. Dua gol yang dicetaknya saat Selecao menundukkan Haiti 3-0 membuka harapan baru bagi lini depan yang selama bertahun-tahun kesulitan menemukan sosok penerus Ronaldo Nazario.

Kini, saat Brasil menghadapi Skotlandia di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, dini hari nanti, Cunha berpeluang melanjutkan tren positif sekaligus memutus kutukan yang membayangi pemilik nomor punggung 9 Selecao selama dua dekade terakhir.

Sejak era Ronaldo berakhir, tak satu pun penyerang Brasil yang mampu mencetak lebih dari tiga gol dalam satu edisi Piala Dunia. Catatan itu menjadi simbol kemunduran posisi yang dulu identik dengan predator paling mematikan di dunia sepak bola.

Baca Juga: Tidak hanya Nikmat, Air Kelapa Muda Kaya Manfaat: Ini Penjelasannya

Cunha kini hanya membutuhkan dua gol lagi untuk melampaui pencapaian para pendahulunya.

Warisan Berat Nomor 9

Menjadi pemilik nomor punggung 9 Brasil selalu menghadirkan ekspektasi yang berbeda. Nomor tersebut pernah dikenakan legenda-legenda besar seperti Ronaldo, Careca hingga Adriano. Karena itu, tekanan yang menyertainya hampir sama besar dengan kehormatan yang diberikan.

Menariknya, Cunha mengaku semula tidak pernah berencana mengenakan nomor tersebut di Piala Dunia 2026. Ia justru berharap bisa menggunakan nomor 10. Namun rencana itu berubah ketika Neymar Jr kembali memperkuat Brasil dan mengambil nomor yang identik dengan para playmaker legendaris Selecao.

Nomor 9 akhirnya menjadi miliknya.

"Terlepas dari tekanan yang sering diterima pemakai nomor 9, saya akan melakukan segalanya untuk tim nasional. Saya mencoba melihat sisi positifnya. Banyak pemain hebat yang mengenakannya dan tampil luar biasa," ujar Cunha.

Baca Juga: Daihatsu Kumpul Sahabat, Saat Event Otomotif Bertransformasi Menjadi Ruang Kebahagiaan Bersama

Sikap itu menunjukkan kedewasaan pemain berusia 27 tahun tersebut. Alih-alih terbebani sejarah besar yang melekat pada nomor 9, Cunha justru berusaha menjadikannya sebagai motivasi.

Lebih Dinamis, Lebih Sulit Ditebak

Perjalanan Cunha menuju posisi utama di lini depan Brasil juga tidak berlangsung mulus. Saat laga pembuka melawan Maroko, pelatih lebih memilih Igor Thiago sebagai ujung tombak.

Pilihan itu cukup masuk akal. Bersama Brentford musim lalu, Thiago tampil tajam dengan torehan 25 gol dalam 40 pertandingan. Sementara Cunha hanya mencetak 10 gol dari 35 laga bersama Manchester United.

Namun sepak bola tidak selalu berbicara soal statistik.

Ketika masuk sebagai pemain pengganti, Cunha menghadirkan dimensi berbeda dalam permainan Brasil. Ia tidak sekadar menunggu bola di kotak penalti, melainkan aktif bergerak, membuka ruang, dan bertukar posisi dengan pemain-pemain lini depan lainnya.

Karakter itulah yang membuatnya lebih mudah menyatu dengan skema permainan Brasil saat ini.

"Dia memiliki mobilitas yang lebih baik. Saat dia bermain, dia memudahkanku melakukan pergantian posisi," ujar gelandang serang Brasil, Lucas Paqueta.

Sebaliknya, Thiago dinilai lebih menyerupai penyerang klasik yang fokus beroperasi di area penalti lawan. Meski demikian, Paqueta menegaskan keduanya tetap memiliki fungsi berbeda yang bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan pertandingan.

"Penyerang seperti itu akan cocok bergantung pada karakter permainan lawan," katanya.

Ancaman dari Mesin Tengah Skotlandia

Meski lebih diunggulkan, Brasil dipastikan tidak akan menjalani laga mudah.

Skotlandia masih memiliki peluang lolos dan akan bertarung habis-habisan demi menjaga asa tersebut. Kekuatan terbesar mereka berada di sektor tengah, area yang berpotensi menjadi medan pertempuran paling menentukan.

Baca Juga: Lima Warga Vietnam Diduga Petik Ceri Tanpa Izin di Jepang, Berujung Kehilangan Pekerjaan

Scott McTominay dan Lewis Ferguson menjelma menjadi motor permainan Tartan Army sepanjang turnamen. Keduanya bahkan tercatat sebagai dua pemain dengan jarak tempuh tertinggi di Piala Dunia 2026 hingga saat ini.

McTominay telah menjelajah sejauh 24,7 kilometer, sementara Ferguson menorehkan 24,5 kilometer dalam dua pertandingan sebelumnya.

Mobilitas luar biasa itu membuat keduanya mampu menutup ruang, merebut bola, sekaligus menjadi penghubung serangan dan pertahanan.

Mantan gelandang Brasil yang kini menjadi anggota Technical Study Group FIFA, Gilberto Silva, menilai duet tersebut bisa menjadi faktor yang mengganggu ritme permainan Selecao.

"McTominay dan Ferguson bisa menjadi perusak permainan Brasil jika Skotlandia mampu memanfaatkannya dengan baik," ujar mantan pemain Arsenal tersebut.

Karena itu, duel di lini tengah diprediksi akan menentukan arah pertandingan. Jika Brasil mampu mengendalikan area tersebut, ruang bagi Cunha untuk melanjutkan produktivitasnya akan terbuka lebar.

Namun bila Skotlandia berhasil memaksakan tempo dan intensitas permainan, Selecao bisa menghadapi malam yang jauh lebih rumit daripada yang diperkirakan.

Di tengah persaingan itu, sorotan tetap mengarah kepada Matheus Cunha. Bukan hanya karena Brasil membutuhkan golnya, tetapi karena ia sedang berusaha melakukan sesuatu yang gagal dilakukan begitu banyak nomor 9 Selecao setelah era Ronaldo: mengembalikan ketajaman, aura, dan kebanggaan pada nomor paling ikonik di sepak bola Brasil. (jpg/han)

Perkiraan Pemain:

SKOTLANDIA (4-2-3-1): 1-Gunn (g); 22-Patterson, 5-Hanley, 13-Hendry, 3-Robertson (c); 19-Ferguson, 11-Christie; 17-Gannon-Doak, 4-McTominay, 7-McGinn; 10-Adams
Pelatih: Steve Clarke
Jersey pemain: Hitam
Jersey kiper: Biru
 
BRASIL (4-2-3-1): 1-Alisson (g); 13-Danilo, 4-Marquinhos (c), 3-Gabriel, 16-Douglas Santos; 8-Bruno Guimaraes, 17-Fabinho; 26-Rayan, 20-Paqueta, 7-Vini Jr; 9-Cunha
Pelatih: Carlo Ancelotti

Editor : Johan Panjaitan
#skotlandia #cunha #piala dunia #brasil #grup c