Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Belanda, Jepang, dan Swedia Berebut Takhta Grup F demi Hindari Brasil

Johan Panjaitan • Kamis, 25 Juni 2026 | 10:51 WIB
Striker Jepang Ayase Ueda, dan penyerang Swedia Viktor Gyokeres berambisi membawa tim masing-masing finis sebagai juara grup F di Piala Dunia 2026. (chatGpt)
Striker Jepang Ayase Ueda, dan penyerang Swedia Viktor Gyokeres berambisi membawa tim masing-masing finis sebagai juara grup F di Piala Dunia 2026. (chatGpt)

 

ARLINGTON, Sumutpos.jawapos.com – Tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 hampir pasti berada di tangan Belanda, Jepang, dan Swedia. Namun, pertarungan ketiganya belum berakhir. Yang diperebutkan kini bukan sekadar kelolosan, melainkan posisi puncak klasemen Grup F yang dapat menentukan jalan menuju fase-fase krusial turnamen.

Menjadi juara grup bukan hanya soal gengsi. Di Piala Dunia kali ini, posisi akhir klasemen berpotensi menentukan lawan yang harus dihadapi di fase gugur. Dan satu nama yang ingin dihindari banyak tim adalah Brasil.

Belanda berada di posisi paling menguntungkan untuk mengamankan status juara grup. Oranje hanya perlu menghadapi Tunisia, tim yang sudah dipastikan tersingkir, dalam laga terakhir Grup F di Arrowhead Stadium, Kansas City, Jumat (26/6) pagi WIB.

Baca Juga: Eddy Sibarani: Latihan Bersama Efektif Tingkatkan Kemampuan Petinju 

Sementara itu, Jepang dan Swedia harus saling mengalahkan dalam duel hidup-mati di AT&T Stadium, Arlington, pada waktu yang sama. Pertandingan tersebut diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim masih memiliki peluang yang sama untuk finis di puncak klasemen.

Menghindari Jalur Brasil

Pentingnya status juara Grup F tak lepas dari kemungkinan bertemunya runner-up grup dengan Brasil di babak 32 besar.

Dengan asumsi Selecao menuntaskan fase grup sebagai juara Grup C, maka mereka akan berhadapan dengan tim yang finis sebagai runner-up Grup F. Sebaliknya, juara Grup F diperkirakan hanya akan menghadapi runner-up Grup C yang berpotensi ditempati Maroko.

Situasi itulah yang membuat setiap tim berupaya keras menguasai puncak klasemen.

“Strategi kami tentu saja mempertimbangkan lawan yang ingin kami hadapi pada babak berikutnya,” ujar bek kanan Belanda, Denzel Dumfries.

Baca Juga: 26 Tahun Mengabdi, Wahlin Munthe Kini Pimpin Perpamsi Sumut 2026-2030

Selain menghindari Brasil, status juara grup juga menempatkan sebuah tim di bagan atas fase gugur. Jalur tersebut sejauh ini relatif lebih ringan dibandingkan bagan bawah yang sudah dihuni juara bertahan Argentina.

Di bagan atas, baru Jerman yang telah memastikan tempat sebagai juara Grup E. Karena itu, finis di puncak Grup F menjadi target yang sangat berharga.

Jepang Kejar Sejarah

Di tengah persaingan ketat tersebut, Jepang membawa misi tersendiri. Samurai Biru berpeluang mencatat sejarah dengan menjadi juara grup dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun.

Jika berhasil finis teratas di Grup F, Jepang akan mengulangi prestasi yang mereka raih pada Piala Dunia 2022 di Qatar, sekaligus menegaskan konsistensi sebagai kekuatan baru sepak bola Asia.

Pelatih Hajime Moriyasu menyadari bahwa kemenangan saja mungkin belum cukup. Dengan koleksi poin yang sama dengan Belanda, yakni empat angka, serta selisih gol identik (+4), Jepang membutuhkan kemenangan meyakinkan untuk memperbesar peluang merebut posisi teratas.

“Kepercayaan diri tim akan meningkat jika kami mampu mencetak banyak gol. Kami ingin mencetak lebih banyak gol sekaligus menjaga gawang tetap bersih,” kata Moriyasu.

Baca Juga: Ini Cara Menyembuhkan Bisul tanpa Harus Dipecahkan Secara Paksa

Fokus Jepang kini bukan hanya mengalahkan Swedia, tetapi juga memastikan kemenangan dengan margin yang cukup untuk mengungguli Belanda jika Oranje meraih hasil serupa atas Tunisia.

Ayari Kejar Rekor Swedia

Di kubu Swedia, sorotan tertuju kepada gelandang muda Yasin Ayari yang tengah berada dalam performa terbaiknya.

Ayari sudah mengoleksi dua gol sepanjang turnamen dan berpeluang mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola Swedia. Ia hanya membutuhkan satu gol tambahan untuk menjadi pemain Swedia pertama dalam era modern yang mencetak tiga gol dalam satu edisi Piala Dunia.

Catatan terakhir tersebut dibuat Tomas Brolin pada Piala Dunia 1994, sebuah prestasi yang belum mampu diulangi generasi-generasi setelahnya.

Menariknya, Ayari saat ini justru lebih produktif dibanding dua penyerang andalan Swedia, Alexander Isak dan Viktor Gyokeres, yang masing-masing baru mengemas satu gol.

Dengan motivasi pribadi yang besar dan peluang membawa Swedia menjadi juara grup, Ayari diprediksi kembali menjadi senjata utama saat menghadapi Jepang.

Pertarungan di Grup F pun tak lagi sekadar soal lolos atau tersingkir. Ini adalah perebutan posisi strategis yang bisa menentukan nasib sebuah tim di fase gugur. Bagi Belanda, Jepang, dan Swedia, kemenangan pada laga terakhir bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang memilih jalan terbaik menuju mimpi terbesar: mengangkat trofi Piala Dunia 2026.(jpg/han)

 

Perkiraan Pemain:

JEPANG (3-4-3): 1-Suzuki (g); 22-Tomiyasu, 4-Itakura (c), 21-Ito; 10-Doan, 7-Tanaka, 24-Sano, 13-Nakamura; 14-Ito, 18-Ueda, 15-Kamada
Pelatih: Hajime Moriyasu
Jersey pemain: Biru
Jersey kiper: Hijau
 
SWEDIA (3-5-2): 23-Nordfeldt (g); 2-Lagerbielke, 4-Hien, 3-Lindelof (c); 21-Bernhardsson, 16-Karlstorm, 10-Nygren, 18-Ayari, 5-Gudmundsson; 9-Isak, 17-Gyokeres
Pelatih: Graham Potter
Jersey pemain: Kuning
Jersey kiper: Abu

Editor : Johan Panjaitan
#grup f #jepang #brasil #swedia #belanda