BOSTON, Sumutpos.jawapospos.com – Tim nasional Prancis akan menjalani laga terakhir Grup I Piala Dunia 2026 tanpa kehadiran pelatih kepala Didier Deschamps di pinggir lapangan. Sang arsitek Les Bleus harus meninggalkan kamp tim di Boston setelah kabar duka wafatnya sang ibu pada Selasa (23/6).
Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengonfirmasi bahwa Deschamps telah diberikan izin untuk kembali ke Prancis guna menghadiri prosesi pemakaman keluarganya. Situasi tersebut membuat tanggung jawab kepelatihan sementara dialihkan kepada asisten pelatih Guy Stephan.
“Didier Deschamps telah mempercayakan asistennya, Guy Stephan, untuk memimpin skuad hingga dia kembali. Dalam masa yang sangat menyakitkan ini, kami meminta rasa hormat dan pengertian semua pihak,” demikian pernyataan resmi FFF.
Baca Juga: Rossa Unggah Foto Bersama Raina, Perkenalkan “Putri” Kecilnya ke Publik
Meski kehilangan figur utama di area teknis, kondisi Prancis tetap relatif stabil. Kylian Mbappé dan kolega telah memastikan diri lolos ke babak 32 besar setelah meraih dua kemenangan beruntun di fase grup.
Situasi serupa juga dialami Norwegia yang menjadi lawan terakhir Prancis di Grup I. Kedua tim sama-sama sudah mengamankan tiket ke fase gugur, sehingga laga di Gillette Stadium, Foxborough, Sabtu (27/6), lebih ditentukan oleh gengsi dan status juara grup.
Pertandingan ini akan menjadi penentu siapa yang berhak finis sebagai pemuncak klasemen Grup I, yang sekaligus dapat memengaruhi jalur di fase knockout.
Ujian Konsistensi Les Bleus
Tanpa Deschamps di pinggir lapangan, Prancis akan diuji dari sisi mental dan konsistensi permainan. Peran Guy Stephan sebagai pelatih sementara menjadi krusial dalam menjaga stabilitas tim di tengah situasi emosional yang tidak mudah.
Baca Juga: AS Tolak Iran Pungut Tarif di Selat Hormuz, Ketegangan Baru Bayangi Kesepakatan Damai
Namun dengan kedalaman skuad dan pengalaman di turnamen besar, Les Bleus tetap difavoritkan untuk menjaga performa mereka dan mengamankan posisi teratas grup.
Di tengah suasana duka yang menyelimuti, Prancis tetap dituntut menjaga fokus demi menutup fase grup dengan hasil maksimal dan modal positif menuju babak gugur Piala Dunia 2026.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan