Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Prancis Minta FIFA Batalkan Kartu Kuning Michael Olise Jelang Duel Kontra Maroko

Johan Panjaitan • Selasa, 7 Juli 2026 | 22:50 WIB
Prancis meminta FIFA membatalkan kartu kuning Michael Olise. (fcbinside)
Prancis meminta FIFA membatalkan kartu kuning Michael Olise. (fcbinside)

 

BOSTON, Sumutpos.jawapos.com – Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengajukan permohonan kepada FIFA agar membatalkan kartu kuning yang diterima gelandang serang Michael Olise pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026. Langkah tersebut diambil demi memastikan pemain Bayern Munchen itu tidak berada dalam ancaman skorsing menjelang fase krusial turnamen.

Menurut laporan L'Equipe, Olise mendapat kartu kuning pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+7, usai terlibat insiden dengan winger Paraguay, Matias Galarza, dalam pertandingan yang berlangsung pada 5 Juli lalu.

Namun, tayangan ulang memperlihatkan situasi yang memunculkan perdebatan. Olise terlihat hanya meletakkan jari telunjuk di depan bibir Galarza, tanpa adanya kontak fisik yang jelas. Tak lama berselang, pemain Paraguay tersebut terjatuh seolah-olah mendapat dorongan sehingga wasit menjatuhkan kartu kuning kepada Olise.

Keputusan itulah yang kini dipersoalkan FFF.

Baca Juga: Intip Karakter dan Kepribadian Orang dari Bentuk Bibir, Bisa untuk Jaga-Jaga

Bagi Prancis, status kartu kuning tersebut memiliki konsekuensi penting. Jika tetap tercatat dan Olise kembali menerima kartu kuning saat menghadapi Maroko pada perempat final, Jumat (10/7/2026), ia otomatis harus menjalani skorsing satu pertandingan apabila Les Bleus berhasil melaju ke semifinal.

Pelatih Prancis Didier Deschamps memilih tidak memperdebatkan kepemimpinan wasit secara berlebihan, tetapi mengakui pertandingan melawan Paraguay berlangsung dengan intensitas tinggi.

"Kami mendapat tiga kartu kuning dalam pertandingan yang penuh pelanggaran. Saya tidak mengatakan kami tidak melakukan pelanggaran, tetapi kedua tim sama-sama banyak melakukannya," ujar Deschamps.

Permohonan Prancis kepada FIFA muncul di tengah sorotan terhadap konsistensi penerapan disiplin di Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, FIFA mengizinkan striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, tetap tampil menghadapi Belgia di babak 16 besar meski sebelumnya menerima kartu merah langsung. Keputusan tersebut memicu perdebatan dan menuai kritik karena dinilai menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi penerapan aturan serta prinsip fair play.

Baca Juga: John Herdman Panggil 50 Pemain untuk TC Hadapi Piala AFF 2026

Kini, Prancis berharap FIFA meninjau kembali insiden yang melibatkan Olise berdasarkan rekaman pertandingan sehingga keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan keadilan dan akurasi dalam penegakan hukum permainan.

Bagi Les Bleus, kehadiran Olise menjadi salah satu faktor penting dalam upaya menjaga kreativitas lini serang saat menghadapi Maroko pada laga yang akan menentukan langkah mereka menuju semifinal Piala Dunia 2026.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#maroko #michael olise #fifa #piala dunia 2026 #prancis