Sumutpos.jawapos.com-Kekecewaan mendalam membuat pelatih tim nasional Mesir, Hossam Hassan, mengaku kehilangan minat mengikuti sisa pertandingan Piala Dunia 2026. Bukan semata karena langkah The Pharaohs terhenti di babak 16 besar, melainkan lantaran ia meyakini timnya menjadi korban keputusan-keputusan kontroversial saat disingkirkan Argentina.
Pelatih berusia 59 tahun itu bahkan menyatakan tidak akan lagi menyaksikan pertandingan-pertandingan berikutnya di turnamen empat tahunan tersebut.
Baca Juga: Di Era Ponsel Pintar, Jepang Tetap Pertahankan Puluhan Ribu Telepon Umum untuk Keadaan Darurat
"Saya tidak akan menonton laga berikutnya di turnamen kali ini," ujar Hassan, seperti dikutip The Guardian.
Hassan melontarkan tudingan keras terhadap jalannya pertandingan. Menurutnya, duel kontra Argentina seolah telah diarahkan untuk memastikan sang juara dunia melaju ke babak berikutnya.
"Ini semua soal uang. Mereka ingin Messi tetap bertahan di turnamen ini," tegasnya.
Ia menilai Argentina memperoleh keuntungan dari sejumlah keputusan wasit sepanjang pertandingan. Dalam pandangannya, faktor di luar aspek teknis ikut memengaruhi hasil laga.
"Tampaknya ada tekanan dari pihak Argentina terkait hasil ini. Dalam sepak bola, terkadang ada faktor-faktor eksternal yang melampaui aspek teknis. Sang juara dunia mendapatkan dukungan di setiap tingkatan," ungkap Hassan.
Baca Juga: Tragis! Adu Banteng Dua Sepeda Motor di Jalinsum Asam Jawa, Pelajar SMP Tewas, Empat Korban Terluka
Pernyataan tersebut menambah panas atmosfer pasca-pertandingan Mesir kontra Argentina. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari FIFA maupun kubu Argentina terkait tudingan yang dilontarkan Hassan. Meski demikian, komentar sang pelatih dipastikan akan memicu perdebatan mengenai kepemimpinan wasit dan integritas pertandingan di Piala Dunia 2026.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan