DALLAS, Sumutpos.jawapos.com– Aroma rivalitas langsung terasa bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan. Lamine Yamal memilih melontarkan psywar, sementara Prancis merespons dengan tenang. Semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol di Stadion Dallas, Arlington, Texas, dini hari nanti, dipastikan menjadi panggung pertarungan dua kekuatan besar Eropa yang sama-sama memburu tiket menuju partai puncak.
Bagi kedua negara, duel ini bukan sekadar perebutan satu tempat di final. Ini adalah pertarungan gengsi dua tim elite yang selama puluhan tahun saling menguji supremasi di panggung internasional.
Secara keseluruhan, Prancis dan Spanyol telah bertemu 38 kali. Namun, di ajang Piala Dunia, mereka baru sekali berhadapan, yakni pada babak 16 besar edisi 2006 ketika Les Bleus menang 3-1 sebelum akhirnya melaju hingga final.
Kini, hampir dua dekade berselang, keduanya kembali dipertemukan dalam laga yang jauh lebih besar.
Sorotan utama tentu mengarah kepada dua ikon generasi berbeda: Kylian Mbappe dan Lamine Yamal. Keduanya sudah beberapa kali saling berhadapan di El Clasico bersama Real Madrid dan Barcelona, tetapi atmosfer semifinal Piala Dunia menawarkan tekanan dan gengsi yang sama sekali berbeda.
Psywar Yamal
Jelang pertandingan, Yamal lebih dulu memanaskan suasana.
Bintang muda Barcelona itu menilai justru Prancis yang seharusnya merasa khawatir menghadapi Spanyol.
"Saya percaya jika Prancis harus takut pada siapa pun, menurut saya itu adalah kami," ujar Yamal seperti dikutip Japan Today.
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Spanyol memang dua kali menyingkirkan Prancis dalam dua turnamen besar terakhir, yakni semifinal Euro 2024 dan semifinal UEFA Nations League 2025.
"Kami adalah pihak yang menyingkirkan mereka sebelumnya," tegas pemain yang baru merayakan ulang tahun ke-19 tersebut.
Yamal menegaskan, La Roja datang ke semifinal tanpa sedikit pun rasa gentar.
"Kami adalah dua tim hebat. Kita lihat saja apa yang terjadi, tetapi kami sama sekali tidak takut."
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente turut menyuarakan optimisme serupa. Meski mengakui kualitas Les Bleus, ia percaya anak asuhnya mampu kembali mengulang hasil positif.
"Kami sangat menghormati mereka, tetapi kami juga merasa mampu mengalahkan tim mana pun," kata De la Fuente.
Ia pun mengingatkan bahwa Spanyol merupakan satu-satunya tim yang mampu menyingkirkan Prancis dalam dua semifinal terakhir.
Prancis Tetap Tenang
Kub u Prancis memilih tidak larut dalam perang kata-kata.
Bek Ibrahima Konate menilai komentar Yamal merupakan hal biasa dalam sepak bola dan tidak akan memengaruhi fokus timnya.
"Dia bebas mengatakan apa pun. Kami akan mempersiapkan pertandingan sebaik mungkin, dan semoga hasil akhirnya berpihak kepada kami," ujar bek Liverpool tersebut.
Baca Juga: Mie Ayam Setengah Porsi di Sleman Viral, Disajikan dengan Mangkuk Mini yang Bikin Penasaran
Rekan setimnya, Maxence Lacroix, mengakui kualitas Spanyol memang layak diwaspadai.
Menurutnya, La Roja tampil sangat konsisten sepanjang turnamen dan dihuni pemain-pemain dengan kemampuan individu luar biasa.
"Kami menghormati mereka, tetapi tujuan kami tetap menang," katanya.
Lacroix secara khusus menyoroti ancaman Yamal yang menjadi salah satu pemain paling berbahaya sepanjang turnamen.
"Lamine pemain yang luar biasa. Kami harus bertahan sebaik mungkin untuk menghentikannya."
Mbappe Mengejar Final Ketiga Beruntun
Pelatih Prancis Didier Deschamps juga enggan terpancing psywar lawan.
Fokusnya hanya satu, yakni membawa Les Bleus melangkah ke final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah edisi 2018 dan 2022.
"Tujuan kami adalah melaju hingga akhir. Kami akan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan yang sangat sulit," ujar Deschamps.
Kabar baik datang dari kondisi Kylian Mbappe. Meski sempat mengalami cedera ringan pada pergelangan kaki saat menghadapi Maroko di perempat final, kapten Prancis diperkirakan sudah siap tampil sejak menit pertama.
Mbappe menjadi mesin gol utama Les Bleus dengan koleksi delapan gol dan tiga assist, sekaligus memimpin daftar top skor turnamen.
Ia akan kembali ditopang oleh sederet penyerang berbahaya seperti Ousmane Dembele, Michael Olise, serta Desire Doue atau Bradley Barcola.
Di lini tengah, Manu Kone juga diperkirakan pulih dari masalah lutut dan siap bersaing dengan Aurelien Tchouameni untuk berduet bersama Adrien Rabiot.
La Roja Andalkan Kolektivitas
Di kubu Spanyol, Mikel Oyarzabal kemungkinan tetap dipercaya sebagai ujung tombak setelah mengoleksi empat gol sepanjang turnamen.
Lini serang akan semakin berbahaya dengan kehadiran Lamine Yamal di sisi kanan serta Nico Williams atau Alex Baena di sektor kiri.
Sementara itu, persaingan di lini tengah dipastikan berlangsung ketat. Mikel Merino, Pedri, Fabian Ruiz, dan Dani Olmo sama-sama berpeluang mengisi tiga posisi utama yang menjadi jantung permainan La Roja.
Dengan kualitas individu yang berlimpah, kedalaman skuad yang seimbang, serta rivalitas yang terus memanas, semifinal ini diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbaik sepanjang Piala Dunia 2026.
Kini tinggal menunggu apakah psywar Yamal akan menjadi kenyataan, atau justru Mbappe yang kembali menunjukkan mengapa ia masih menjadi salah satu pemain paling menentukan di panggung sepak bola dunia.(jpg/han)
Prakiraan Susunan Pemain:
Prancis (4-2-3-1): Maignan; Kounde, Upamecano, Saliba, Digne; Kone, Rabiot; Dembele, Olise, Doue; Mbappe
Spanyol (4-2-3-1): Simon; Porro, Cubarsi, Laporte, Cucurella; Rodri, Fabian; Yamal, Olmo, Baena; Oyarzabal
Editor : Johan Panjaitan