LONDON, Sumutpos.jawapos.com- – Chelsea kembali menunjukkan reputasinya sebagai salah satu klub paling agresif di bursa transfer. Meski sempat mendapat sorotan UEFA karena belanja pemain yang masif dalam beberapa musim terakhir, The Blues tetap melanjutkan kebijakan investasi besar dengan merekrut Morgan Rogers dari Aston Villa.
Tak tanggung-tanggung, Chelsea menggelontorkan dana 137,3 juta euro atau sekitar Rp2,8 triliun untuk memboyong gelandang serang Timnas Inggris tersebut. Nilai transfer itu sekaligus menjadikan Rogers sebagai pemain Inggris termahal sepanjang sejarah.
Pemain berusia 24 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi enam musim hingga Juni 2032 dan menjadi rekrutan prestisius pertama di era kepelatihan Xabi Alonso, yang musim ini memulai proyek baru bersama klub asal London Barat tersebut.
Baca Juga: Pemkab Langkat Gandeng BNNK Perkuat Benteng Generasi Muda dari Ancaman Narkotika
Dalam pernyataan resminya, Rogers mengaku antusias menjadi bagian dari proyek besar Chelsea. Ia mengungkapkan bahwa Xabi Alonso menjadi salah satu faktor utama yang meyakinkannya menerima pinangan The Blues.
"Aku sangat antusias dengan proyek bersama pelatih baru di klub ini, para pemain yang ada, dan arah klub ke depannya. Itulah alasan aku berada di sini dan aku tidak sabar untuk segera memulainya," ujar Rogers.
Pemain yang mampu beroperasi sebagai gelandang serang maupun penyerang sayap itu menyadari besarnya ekspektasi yang menyertainya sebagai pemain termahal dalam sejarah klub.
Reuni dengan Cole Palmer
Kepindahan Rogers juga menghadirkan reuni menarik bersama Cole Palmer. Keduanya merupakan lulusan akademi Manchester City dan telah saling mengenal sejak usia 14 tahun.
Mereka tumbuh bersama di berbagai kelompok usia Timnas Inggris sebelum akhirnya menjadi rekan setim di level senior.
Rogers mengungkapkan, dirinya dan Palmer memang telah lama berharap bisa bermain dalam satu klub.
Baca Juga: Hati-hati! Jangan Rutin Makan Makanan Ultra-Proses, Ini Bahayanya
"Kami sudah lama membicarakan hal ini. Kami selalu ingin bermain bersama di lapangan. Sekarang akhirnya terwujud dan kami sama-sama sangat gembira," katanya.
Duet Rogers-Palmer pun diprediksi menjadi salah satu kombinasi paling dinantikan pendukung Chelsea pada musim 2026–2027.
Sempat Diburu Arsenal
Sebelum memilih Stamford Bridge, Rogers sebenarnya masuk dalam radar Arsenal. Namun Chelsea bergerak lebih cepat dan berhasil memenangkan persaingan untuk mendapatkan tanda tangannya.
Persaingan kedua klub London tersebut pun kembali memanas setelah Rogers secara terbuka menyebut Chelsea sebagai klub terbaik di ibu kota Inggris.
Pernyataan itu langsung memancing reaksi para pendukung Arsenal, termasuk presenter sekaligus pendukung fanatik The Gunners, Piers Morgan.
Melalui akun media sosial X, Morgan melontarkan sindiran.
"Siapa bilang Chelsea klub terbaik di London? Bahkan musim lalu mereka bukan tim terbaik di London Barat. Brentford finis lebih baik dari Chelsea di Premier League," tulisnya.
Garnacho Berpeluang Dilepas
Masuknya Rogers juga berpotensi mengubah komposisi skuad Chelsea. Winger Argentina Alejandro Garnacho disebut tidak masuk dalam rencana Xabi Alonso untuk musim depan.
Pemain yang didatangkan dari Manchester United pada musim lalu dengan nilai sekitar 40 juta poundsterling itu gagal memenuhi ekspektasi sepanjang musim debutnya bersama Chelsea.
Situasi tersebut membuka peluang Garnacho meninggalkan Stamford Bridge pada bursa transfer musim panas ini.
Aston Villa sempat dikaitkan sebagai calon pelabuhan baru, meski hingga kini pelatih Unai Emery belum menunjukkan ketertarikan serius.
Sementara itu, klub La Liga Villarreal dikabarkan berminat mendatangkan Garnacho. Namun, klub berjuluk Kapal Selam Kuning itu hanya ingin meminjam sang pemain, bukan membelinya secara permanen.
Ditantang Lanjutkan Tradisi Pemain Mahal Chelsea
Chelsea memiliki sejarah cukup baik dengan para pemain berlabel mahal yang langsung mendapat kepercayaan besar pada musim pertamanya.
Enzo Fernández, yang direkrut senilai 121 juta euro, langsung menjadi starter dalam seluruh penampilannya setelah bergabung.
Moisés Caicedo juga tampil reguler dengan mencatat 48 pertandingan pada musim debutnya, sedangkan Kai Havertz dan Romelu Lukaku sama-sama memberikan kontribusi penting pada tahun pertama mereka di Stamford Bridge.
Kini, tekanan sekaligus harapan besar berada di pundak Morgan Rogers. Dengan status sebagai pemain Inggris termahal sepanjang masa, ia dituntut bukan hanya membuktikan nilai transfer fantastisnya, tetapi juga menjadi motor baru proyek ambisius Chelsea di bawah komando Xabi Alonso.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan