ROMA, Sumutpos.jawapos.com – Krisis pencarian pelatih baru tim nasional Italia kembali memasuki babak mengecewakan. Setelah berusaha mencari sosok yang tepat untuk mengembalikan kejayaan Gli Azzurri, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) justru harus membatalkan rencana penunjukan Andrea Pirlo sebagai allenatore baru.
Padahal, Pirlo sebelumnya sudah mencapai kesepakatan secara lisan dengan FIGC. Bahkan, proses pemutusan kontraknya bersama klub Uni Emirat Arab, United FC, telah dipersiapkan agar mantan maestro lini tengah Juventus dan AC Milan itu bisa segera mengambil alih kursi pelatih Italia yang kosong sejak Gennaro Gattuso mundur pada 4 April lalu.
Namun, kesepakatan tersebut akhirnya kandas. Salah satu alasan utama FIGC tidak melanjutkan proses tersebut adalah status Pirlo sebagai duta rumah judi asal Rusia, Fonbet. Kondisi itu membuat federasi mengambil langkah untuk membatalkan rencana penunjukan pria berusia 47 tahun tersebut.
Baca Juga: Gen Z Mulai Gandrungi Gaya Vintage dengan Sentuhan Modern
Kegagalan membawa Pirlo ke kursi pelatih Italia kemudian memicu efek domino. Dua sosok yang ditugaskan FIGC untuk mencari pelatih baru, Paolo Maldini dan Leonardo, memilih mundur dari posisi mereka.
Maldini dan Leonardo baru menjalankan tugas tersebut sekitar 16 hari. Keduanya sebelumnya telah melakukan pendekatan kepada sejumlah nama besar, mulai dari Carlo Ancelotti, Pep Guardiola, hingga Pirlo.
Ancelotti masih terikat kontrak sebagai pelatih tim nasional Brasil, sementara Guardiola disebut ingin lebih fokus pada kehidupan pribadinya. Pirlo kemudian menjadi kandidat yang dianggap paling realistis karena memiliki pengalaman sebagai pemain legendaris Italia sekaligus pernah menangani Juventus.
Namun, setelah opsi Pirlo gugur, Maldini dan Leonardo akhirnya memilih mengakhiri keterlibatan mereka dalam proyek FIGC.
Keputusan tersebut disayangkan sejumlah pihak, termasuk Presiden Lega Serie A Ezio Simonelli. Menurutnya, Maldini merupakan figur yang memiliki nilai besar bagi sepak bola Italia.
Baca Juga: Pencarian ABK Hilang di Selat Malaka Resmi Dihentikan, Keluarga Wanda Masih Menanti Keajaiban
"Aku kecewa karena dia (Maldini) pilihan yang bagus, sosok yang sangat berharga dalam sepak bola," ujar Simonelli seperti dikutip Football Italia.
Mancini Kembali Jadi Pilihan Utama
Setelah kegagalan Pirlo, FIGC masih memiliki sejumlah kandidat untuk mengisi kursi allenatore Gli Azzurri. Nama-nama seperti Raffaele Palladino, Thiago Motta, Stefano Pioli, Antonio Conte, hingga Roberto Mancini kembali masuk dalam daftar pertimbangan.
Namun, Presiden FIGC Giovanni Malago disebut memiliki kecenderungan kuat kepada satu nama, yakni Roberto Mancini.
Mancini bukan sosok asing bagi Italia. Ia pernah membawa Gli Azzurri meraih gelar Euro 2020, sekaligus mengembalikan kepercayaan diri sepak bola Italia setelah periode sulit.
Selain gelar Eropa, Mancini juga membawa Italia tampil di semifinal UEFA Nations League musim 2020–2021 dan 2022–2023.
Rekam jejaknya bersama klub besar seperti Manchester City dan Inter Milan menjadi alasan kuat mengapa namanya kembali diperhitungkan.
"Tunggu saja besok," kata Malago ketika ditanya mengenai perkembangan pelatih baru Italia.
FIGC sendiri disebut telah menggelar pertemuan untuk membahas calon pengganti Gattuso dan menentukan arah baru tim nasional.
Chiellini Kandidat Pengganti Maldini
Selain mencari pelatih kepala, FIGC juga harus segera menemukan pengganti Maldini dan Leonardo dalam struktur teknis tim nasional.
Salah satu nama yang mencuat adalah mantan kapten Italia, Giorgio Chiellini. Legenda Juventus tersebut saat ini menjabat sebagai Chief Club Affairs Officer Juventus dan dinilai memiliki pengalaman serta karakter kepemimpinan yang dibutuhkan.
Chiellini tidak menjadi satu-satunya kandidat. FIGC juga mempertimbangkan mantan kapten Inter Milan, Giuseppe Bergomi. Namun, pengalaman Chiellini di bidang manajemen membuat peluangnya dinilai lebih besar.
Situasi ini menunjukkan bahwa Italia masih mencari fondasi baru setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2022 dan mengalami periode transisi panjang. FIGC kini menghadapi dua pekerjaan besar sekaligus: menemukan pelatih yang mampu membangkitkan Gli Azzurri serta membangun struktur manajemen yang solid untuk masa depan. (jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan