Era Zidane Dimulai, Debut Les Bleus Langsung Ditantang Italia

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 09:00 WIB
Zidane Zidane. (fity)
Zidane Zidane. (fity)

 

Sumutpos.jawapos.com-Prancis memasuki era baru. Setelah bertahun-tahun berada di bawah komando Didier Deschamps, kini tongkat estafet kepelatihan Les Bleus resmi berpindah ke tangan legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane.

Penunjukan Zidane sebagai pelatih tim nasional Prancis menjadi salah satu sorotan terbesar sepak bola Eropa. Menariknya, laga debutnya justru menghadirkan duel sarat gengsi melawan Italia yang kini dilatih Roberto Mancini pada laga Grup 1 League A UEFA Nations League 2026–2027 di Stade de France, Saint-Denis, 2 Oktober mendatang.

Bagi Zidane, pertandingan tersebut bukan sekadar laga pembuka sebagai pelatih timnas. Italia memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan kariernya.

Legenda yang menghabiskan lima musim bersama Juventus pada periode 1996 hingga 2001 itu mengaku sudah tidak sabar menghadapi Gli Azzurri.

"Laga melawan Italia memang spesial. Saya pernah bermain di sana, mengenal banyak orang Italia, dan saya juga berbicara dalam bahasa Italia," ujar Zidane dalam acara perkenalan resminya kepada publik, Rabu (29/7), seperti dikutip dari RMC Sport.

Meski memiliki ikatan emosional dengan Negeri Pizza, Zidane menegaskan fokus utamanya adalah mempersiapkan empat pertandingan pertama bersama Prancis, termasuk duel kontra Italia.

Baca Juga: Cegah Anemia dan Pernikahan Dini, TP PKK Paluta Edukasi Pelajar SMKN 1 Batang Onang Disertai Cek Kesehatan Gratis

"Saya sudah mempersiapkan diri untuk empat pertandingan pertama, termasuk melawan Italia," katanya.

Pertemuan dengan Italia juga menghidupkan kembali salah satu momen paling dramatis dalam sejarah karier Zidane. Pada final Piala Dunia 2006, ia menerima kartu merah setelah menanduk bek Italia Marco Materazzi di babak tambahan waktu akibat insiden adu mulut. Laga itu akhirnya dimenangkan Italia melalui adu penalti.

Dua dekade berselang, Zidane kembali bertemu Italia. Kali ini bukan sebagai pemain, melainkan sebagai pelatih yang memimpin negaranya dari pinggir lapangan.

Mantan pelatih Real Madrid itu optimistis dapat membawa Prancis tetap berada di level tertinggi sepak bola dunia. Menurutnya, ia tidak pernah benar-benar jauh dari Les Bleus selama beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Tidak Cukup hanya Mencuci, Ganti Peralatan Dapur Ini demi Kesehatan

Zidane mengungkapkan bahwa dalam lima tahun terakhir dirinya rutin mengikuti perkembangan tim nasional Prancis. Bahkan, ia mengaku lebih sering menyaksikan pertandingan Les Bleus dibandingkan ketika masih aktif melatih Real Madrid.

"Saya mengikuti tim nasional Prancis dengan sangat seksama. Saya bisa mengatakan bahwa skuad yang ada sekarang memiliki potensi yang sangat besar," tuturnya.

Kepercayaan diri Zidane bukan tanpa alasan. Prancis masih dihuni banyak pemain bertalenta yang diproyeksikan menjadi tulang punggung tim dalam beberapa tahun ke depan. Dengan pengalaman sukses mempersembahkan berbagai gelar bersama Real Madrid, termasuk tiga trofi Liga Champions secara beruntun, ekspektasi publik terhadap Zidane pun sangat tinggi.

Kini, semua mata tertuju pada awal perjalanan "Zizou" bersama Les Bleus. Dan pertandingan melawan Italia akan menjadi panggung pertama untuk membuktikan apakah sentuhan magisnya di level klub mampu berlanjut bersama tim nasional Prancis. (jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
debutan mancini italia zinedine zidane prancis