PERTH, Sumutpos.jawapos.com – Aroma rivalitas klasik kembali menghangat meski kompetisi belum resmi bergulir. AC Milan dan Inter Milan akan bentrok dalam laga pramusim bertajuk Derby della Madonnina ke-247 di Optus Stadium, Perth, Rabu (5/8) petang WIB. Di balik statusnya sebagai laga persahabatan, duel ini menjadi panggung pembuktian dua proyek besar yang tengah dibangun masing-masing klub.
Bagi AC Milan, pertandingan ini menjadi kesempatan mengukur kesiapan skuad racikan pelatih anyar Ruben Amorim, yang didatangkan untuk mengembalikan Rossoneri ke jalur perebutan gelar Serie A setelah tiga musim terakhir selalu berada di bawah bayang-bayang Inter.
Sejak meraih Scudetto pada musim 2021–2022, Milan belum lagi mampu mengakhiri musim di atas rival sekotanya. Sebaliknya, Inter tampil sebagai kekuatan dominan dengan merebut dua gelar Serie A pada musim 2023–2024 dan 2025–2026, serta hanya terpaut satu poin dari Napoli pada musim 2024–2025.
Untuk memutus dominasi tersebut, Milan melakukan pembenahan besar. Selain menunjuk Amorim sebagai pelatih, Rossoneri juga merekrut striker Portugal Gonçalo Ramos dari Paris Saint-Germain untuk memperkuat lini depan yang telah dihuni kompatriotnya, Rafael Leão.
Baca Juga: Garuda Wajib Menang! Herdman Genjot Mental dan Strategi Hadapi Singapura
Kombinasi dua pemain Portugal itu diharapkan menjadi senjata utama Milan menghadapi musim baru, termasuk saat menantang Inter dalam derbi pramusim nanti.
"Kami ingin mengalahkan Inter, tetapi kami juga ingin mempersiapkan diri menghadapi pertandingan melawan Torino pada pekan pembuka Serie A. Pada periode pramusim, yang paling penting adalah membangun kesiapan tim," ujar Amorim dalam konferensi pers.
Mantan pelatih Sporting CP dan Manchester United itu menegaskan, seluruh pemain juga harus mencapai kondisi fisik terbaik sebelum kompetisi resmi dimulai.
Debut Para Wajah Baru
Selain menghadirkan tensi tinggi khas Derbi Milan, pertandingan di Perth juga menjadi momen yang dinantikan karena sejumlah rekrutan anyar berpeluang menjalani debut.
Di kubu Milan, Gonçalo Ramos diperkirakan tampil untuk pertama kalinya setelah absen dalam dua laga uji coba sebelumnya melawan Milan Futuro dan Celtic.
Sementara Inter berpotensi menurunkan bek tengah anyar John Stones, yang direkrut untuk memperkuat lini pertahanan menyusul berakhirnya era Francesco Acerbi dan Stefan de Vrij.
Stones diproyeksikan mengisi trio bek bersama Manuel Akanji dan Alessandro Bastoni, sebuah kombinasi yang diyakini mampu memperkokoh lini belakang Nerazzurri.
"Stones adalah bek yang sangat berpengalaman dan Inter membutuhkan karakter seperti dia," ujar bek Inter, Yann Bisseck, seperti dikutip La Gazzetta dello Sport.
Chivu Ingin Putus Kutukan Derbi
Bagi pelatih Inter Cristian Chivu, pertandingan ini juga menjadi kesempatan memutus tren buruk timnya dalam Derbi Milan.
Sejak musim 2024–2025, Inter justru kesulitan menghadapi rival sekotanya. Dari tujuh pertemuan terakhir di semua kompetisi, Nerazzurri hanya mampu dua kali bermain imbang, sementara lima laga lainnya berakhir dengan kekalahan, termasuk dua kali takluk pada musim lalu.
Catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah yang ingin segera diselesaikan Chivu sebelum musim kompetisi dimulai.
"Derbi selalu menjadi pertandingan yang spesial, meskipun hanya laga pramusim. Saya yakin pertandingan nanti akan menjadi tontonan yang menarik bagi para pendukung kedua tim," kata Chivu melalui laman resmi klub.
Meski tidak memperebutkan trofi, Derbi Milan di Perth diyakini tetap berlangsung sengit. Bagi AC Milan, kemenangan akan menjadi sinyal bahwa era baru di bawah Ruben Amorim siap mengusik dominasi Inter. Sebaliknya, bagi Nerazzurri, laga ini menjadi kesempatan membuktikan bahwa status juara bertahan Serie A masih layak mereka sandang menjelang musim 2026–2027.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan