Gagal Total di Piala AFF 2026, John Herdman Ungkap Target Baru Timnas Indonesia

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 12:45 WIB
Pesepak bola Timnas Indonesia Mitchel Lee Beker saat pertandingan melawan Kamboja pada ASEAN Hyundai Cup 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7/2026). Timnas Indonesia kalahkan Kamboja dengan skor 5-1. (FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
Pesepak bola Timnas Indonesia Mitchel Lee Beker saat pertandingan melawan Kamboja pada ASEAN Hyundai Cup 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7/2026). Timnas Indonesia kalahkan Kamboja dengan skor 5-1. (FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

 

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Target besar Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 berakhir antiklimaks. Alih-alih melaju hingga perebutan gelar, skuad Garuda justru harus angkat koper lebih awal setelah gagal melewati fase grup.

Hasil imbang 1-1 kontra Singapura pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8), menjadi penutup perjalanan Indonesia di turnamen tersebut. Sempat unggul melalui Ragnar Oratmangoen, Indonesia harus kehilangan keunggulan setelah Ilhan Fandi mencetak gol penyama pada menit ke-66.

Hasil tersebut sekaligus memastikan target juara yang dibebankan kepada pelatih John Herdman gagal diwujudkan.

Baca Juga: Fauzi Tekankan Pancasila Bukan Sekadar Hafalan, tapi Pedoman dalam Kehidupan

Sejak awal, Herdman datang dengan misi membawa Indonesia bersaing untuk meraih trofi. Namun, perjalanan Garuda justru terhenti di fase grup. Kegagalan ini menjadi catatan pahit karena Indonesia kembali gagal memenuhi ambisi meraih gelar Piala AFF.

Bahkan, tersingkirnya Indonesia pada edisi 2026 menambah panjang daftar kegagalan di fase grup. Sebelumnya, Merah Putih juga tersingkir pada fase yang sama pada edisi 2007, 2012, 2014, 2018, dan 2024.

Herdman Akui Kecewa

Herdman tak menutupi kekecewaannya setelah Indonesia gagal melangkah ke semifinal. Namun, pelatih asal Inggris tersebut tetap memberikan apresiasi kepada para pemain yang dinilainya telah berjuang maksimal sepanjang pertandingan.

"Selamat untuk Singapura. Mungkin hanya itu yang bisa saya katakan. Para pemain kami sudah memberikan semuanya di lapangan. Mereka memberikan seluruh kemampuan mereka, tetapi kami tidak mendapatkan apa yang kami inginkan," ujar Herdman.

Kegagalan tersebut tentu menjadi pukulan tersendiri bagi Herdman. Sebab, target yang dibawa ke turnamen cukup jelas: membawa Indonesia bersaing hingga menjadi juara.

Namun, Herdman memilih tidak larut dalam kekecewaan. Ia justru melihat Piala AFF 2026 sebagai bagian dari proses membangun kedalaman skuad Indonesia.

Piala AFF Jadi Panggung Pemain Muda

Menurut Herdman, salah satu tujuan dari keikutsertaan Indonesia di Piala AFF kali ini adalah memberikan kesempatan kepada pemain muda dan pemain lokal untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperjuangkan tempat di tim utama.

Dengan demikian, kegagalan melaju jauh di Piala AFF tidak serta-merta membuat proyek pembangunan tim dihentikan.

Perhatian kini dialihkan ke agenda berikutnya, yakni FIFA ASEAN Cup yang dijadwalkan berlangsung pada September-Oktober.

Baca Juga: Polsek Medan Kota Ringkus Pencuri Pintu Besi dan Mesin AC Sir Salon

Turnamen tersebut menjadi peluang bagi Herdman untuk menampilkan kekuatan Indonesia dengan komposisi pemain yang lebih lengkap. Sebab, FIFA ASEAN masuk dalam kalender resmi FIFA sehingga pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri berpeluang memperkuat Garuda.

"Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan memperjuangkan tempat mereka. FIFA ASEAN sudah di depan mata dan itu menjadi kompetisi yang sangat penting bagi kami," terang Herdman.

Pemain Muda Mulai Dilirik

Di tengah hasil mengecewakan, Herdman tetap menemukan sejumlah sisi positif dari perjalanan Indonesia di Piala AFF 2026.

Salah satu pemain yang mendapat sorotan adalah Mitchell Lee Baker. Penyerang berusia 19 tahun tersebut dinilai menunjukkan perkembangan positif dan memiliki prospek untuk menjadi bagian penting dari skuad Indonesia ke depan.

Namun, Herdman justru mengaku lebih sedih melihat para pemain senior yang gagal mewujudkan ambisi mempersembahkan trofi bagi Indonesia.

Menurutnya, para pemain senior telah melewati proses panjang dan melakukan berbagai pengorbanan demi tampil bersama Garuda.

"Mereka benar-benar memberikan kesempatan terbaiknya, membuat banyak pengorbanan untuk berada di sini, dan sangat ingin memenangkan trofi untuk Indonesia. Sayangnya, mereka tidak mendapatkannya," tuturnya.

Enam Kali Gagal di Fase Grup

Kegagalan pada Piala AFF 2026 kembali mempertegas persoalan konsistensi Indonesia di turnamen sepak bola kawasan Asia Tenggara.

Sepanjang sejarah Piala AFF, Indonesia tercatat enam kali tersingkir di fase grup. Sebelum 2026, catatan tersebut terjadi pada 2007, 2012, 2014, 2018, dan 2024.

Baca Juga: Usai Terpilih Ketua DPC PPP Sergai, Akbar Dev Langsung Konsolidasi PAC Se-Kabupaten

Di sisi lain, Indonesia enam kali mampu menjadi runner-up, yakni pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, serta 2020 yang digelar pada 2021 akibat pandemi Covid-19.

Indonesia juga dua kali mencapai semifinal, masing-masing pada 2008 dan 2022, serta sekali menempati posisi ketiga pada 1998 dan peringkat keempat pada edisi perdana 1996.

Kini, kegagalan di Piala AFF 2026 harus segera ditinggalkan. Herdman dan skuad Garuda memiliki pekerjaan berikutnya yang tak kalah penting.

FIFA ASEAN Cup akan menjadi panggung untuk membuktikan apakah kegagalan di Piala AFF hanyalah hasil buruk dalam sebuah proses pembangunan, atau justru pertanda masih adanya persoalan mendasar yang belum terselesaikan.

Satu hal yang pasti, target juara telah gagal. Kini, pembuktian berikutnya berada di tangan Herdman dan para pemain Garuda. (jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
piala aff 2026 futsal tersingkir timnas indonesia fase grup