Gagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Siapkan Skuad Utama untuk FIFA ASEAN Cup

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 09:00 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (mcinews)
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (mcinews)

 

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com– Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 tidak ingin kembali terulang. Pelatih John Herdman menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi serius sebelum Garuda menghadapi tantangan berikutnya di FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September-Oktober mendatang.

Herdman menilai persoalan Indonesia bukan semata-mata terletak pada kemampuan individu pemain. Detail kecil yang berujung kesalahan justru menjadi salah satu faktor yang mengganggu perjalanan skuad Garuda sepanjang Piala AFF.

Karena itu, pembenahan akan dilakukan sebelum kompetisi berikutnya dimulai.

"Kesalahan telah merugikan kami di turnamen ini. Kesalahan-kesalahan kecil. Tetapi Anda tidak akan melihatnya pada September dan Oktober," ujar mantan pelatih FC Toronto tersebut.

Pernyataan Herdman menjadi sinyal bahwa Indonesia tidak ingin sekadar tampil sebagai peserta pada FIFA ASEAN Cup. Evaluasi dari Piala AFF harus diterjemahkan menjadi perbaikan nyata, terutama dalam hal konsentrasi, pengambilan keputusan, dan konsistensi permainan.

Singapura Jadi Target Berikutnya

Herdman bahkan sudah menatap salah satu lawan yang akan kembali dihadapi Indonesia.

Ia mengaku tidak sabar menunggu pertemuan berikutnya dengan Singapura. Pertandingan tersebut akan menjadi laga pembuka Indonesia di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

"Saya tidak sabar untuk kembali menghadapi Singapura. Itu akan segera datang," tegasnya.

Baca Juga: Tanamkan Wawasan Kebangsaan ke Generasi Muda, Muslim: Nilai-nilai Pancasila Harus Dicontohkan

Indonesia berada di Premier Division dan sekaligus menjadi tuan rumah penyelenggaraan divisi tersebut.

Pada fase grup, Garuda tergabung di Grup A bersama India, Malaysia, dan Singapura. Sementara Grup B dihuni Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina.

Format turnamen membuat setiap pertandingan memiliki nilai yang sangat penting. Hanya juara grup yang berhak melaju ke final.

Artinya, Indonesia tidak cukup sekadar menghindari kekalahan. Garuda harus finis di posisi teratas Grup A jika ingin mengangkat trofi di hadapan pendukung sendiri.

Tiga Laga, Tiga Ujian

Perjalanan Indonesia di Grup A akan dimulai menghadapi Singapura pada matchday pertama.

Berikutnya, Garuda akan menghadapi Malaysia pada matchday kedua, sebelum menutup fase grup melawan India pada matchday ketiga.

Tanggal dan jam kick-off ketiga pertandingan tersebut masih menunggu pengumuman resmi.

Meski demikian, Herdman sudah melihat keuntungan besar dari turnamen tersebut. Status FIFA ASEAN Cup sebagai kompetisi dalam kalender FIFA membuka peluang bagi Indonesia untuk menurunkan kekuatan terbaik.

Baca Juga: Empat Kali Pembahasan Pertanggungjawaban APBD 2025 Deliserdang Gagal, DPRD Soroti Mangkirnya Pejabat

Hal ini menjadi penting karena sejumlah pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri memiliki peluang lebih besar untuk dipanggil.

"FIFA ASEAN Cup memberikan keuntungan tersendiri bagi Indonesia karena berlangsung dalam kalender FIFA. Ini membuat pemain-pemain yang berkarier di luar negeri bisa dipanggil untuk memperkuat tim nasional," jelas Herdman.

Nama-nama seperti Kevin Diks dan Jay Idzes disebut sebagai bagian dari pemain yang diharapkan dapat memperkuat skuad ketika kompetisi berlangsung.

"Kevin Diks, Jay Idzes, dan beberapa pemain dari kelompok ini juga akan melangkah maju pada momen tersebut. Itu adalah kesempatan kami berikutnya," sambungnya.

Bukan Sekadar Memanggil Pemain Terbaik

Kehadiran pemain utama memang dapat meningkatkan kualitas skuad. Namun, Herdman menegaskan bahwa kekuatan Indonesia tidak boleh hanya bergantung pada nama besar.

Sejumlah pemain yang tampil di Piala AFF 2026 juga masih memiliki peluang untuk berkembang dan mendapatkan tempat lebih besar di tim utama.

Baca Juga: BRIN Kembangkan Sepatu Karet Lokal Rp75 Ribu untuk Siswa Sekolah Rakyat

Bagi Herdman, proses membangun Timnas Indonesia harus berjalan secara berkelanjutan. Kegagalan di satu turnamen tidak boleh menghapus fondasi yang telah dibangun.

Ia melihat perkembangan positif mulai muncul dalam diri tim, terutama dari sisi karakter dan identitas permainan.

Tantangannya kini adalah mengubah perkembangan tersebut menjadi hasil.

FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi panggung pembuktian. Indonesia punya keuntungan sebagai tuan rumah, peluang memanggil pemain utama, serta waktu untuk memperbaiki kesalahan. Yang tersisa adalah bagaimana Herdman dan skuad Garuda mengubah semua modal itu menjadi kemenangan.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
fifa asean cup aff timnas indonesia Skuad evaluasi