Piala Dunia Menolaknya, Omar Artan Kini Pimpin Duel PSG vs Aston Villa

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:41 WIB
Omar Artan. (arise.tv)
Omar Artan. (arise.tv)

 

SALZBURG, Sumutpos.jawapos.com – Penolakan di Piala Dunia 2026 tak menghentikan langkah Omar Artan. Justru setelah gagal tampil di panggung terbesar sepak bola dunia, wasit asal Somalia itu mendapat kehormatan memimpin laga bergengsi yang mempertemukan Paris Saint-Germain (PSG) kontra Aston Villa di Piala Super Eropa.

Artan akan menjadi pengadil pertandingan yang digelar di Red Bull Arena, Salzburg, dini hari nanti (13/8). Penunjukan tersebut mencatat sejarah baru. Untuk kali pertama dalam sejarah Piala Super Eropa, UEFA menugaskan wasit dari luar konfederasi Eropa.

Bagi Artan, kesempatan tersebut bukan sekadar penugasan. Itu menjadi pembuktian bahwa kegagalan tampil di Piala Dunia 2026 bukan akhir dari perjalanan kariernya.

Baca Juga: Polsek Kuala Ringkus Penanam Ganja di Langkat, Berdalih untuk Konsumsi Sendiri

Wasit berusia 34 tahun tersebut sebelumnya gagal menjalankan tugas di Piala Dunia 2026 karena persoalan akses masuk ke Amerika Serikat. Somalia termasuk dalam daftar negara yang dikenai pembatasan perjalanan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.

Ironisnya, ketika pintu Piala Dunia tertutup, kesempatan lain justru terbuka lebar. Artan kini berdiri di tengah panggung Eropa untuk memimpin pertandingan yang mempertemukan dua klub besar.

“Aku beruntung, tetapi aku telah bekerja sangat keras untuk berada di sini dan aku sangat bangga,” ujar Artan, dikutip dari Goal.

Perjalanan menuju titik tersebut tidak datang dengan mudah. Artan mengaku tumbuh dalam kondisi yang sulit. Namun, keadaan tersebut justru menjadi alasan baginya untuk terus mengejar impian.

“Aku tumbuh dalam situasi yang sulit. Tetapi, itu tidak menghalangi mengejar impianku,” imbuhnya.

Baca Juga: Di Sekitar Gunung Sinabung, Rumput Menguning dan Asap Kawah Kebiruan

Penunjukan Artan sekaligus menjadi simbol bahwa sepak bola terkadang mampu membuka pintu yang tertutup oleh keadaan di luar lapangan. Ketika keputusan politik membuatnya kehilangan kesempatan tampil di Piala Dunia, kerja keras dan performanya sebagai wasit justru membawanya ke panggung prestisius lainnya.

Kini, Artan hanya perlu memastikan satu hal: membuktikan kualitasnya selama 90 menit di Salzburg.

Laga PSG kontra Aston Villa bukan sekadar pertandingan perebutan trofi. Bagi Artan, duel tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa dirinya layak berada di antara jajaran wasit terbaik dunia.

Dari Somalia menuju panggung Eropa, perjalanan Artan akhirnya sampai pada sebuah malam yang mungkin tak pernah ia bayangkan sebelumnya. (jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
piala super eropa wasit piala dunia 2026 psg aston villa