MILAN, Sumutpos.jawapos.com-Musim baru Serie A 2026–2027 segera bergulir akhir pekan ini. Ada warna berbeda yang menyertai persaingan kompetisi kasta tertinggi Italia tersebut: semakin kuatnya kehadiran pelatih asing di kursi allenatore.
Setidaknya tujuh klub Serie A musim ini mempercayakan timnya kepada pelatih non-Italia. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sejak era tiga poin untuk setiap kemenangan diberlakukan pada musim 1994–1995.
Fenomena itu terasa semakin menarik di Derby della Madonnina. Inter Milan dan AC Milan sama-sama memasuki musim baru dengan pelatih asing. Cristian Chivu tetap dipercaya menangani Nerazzurri setelah sukses mempersembahkan scudetto musim lalu, sedangkan rival sekotanya menunjuk Ruben Amorim sebagai nakhoda baru.
Baca Juga: Soal PPPK Guru, Binjai dan Langkat Masih Menunggu Aturan Turunan Pemerintah Pusat
Situasi tersebut membuat derby Milan kembali menghadirkan duel dua allenatore asing untuk pertama kalinya sejak musim 2009–2010. Kala itu, Jose Mourinho bersama Inter berhadapan dengan AC Milan yang ditangani Leonardo Araujo.
“(AC) Milan bersama Amorim bakal lebih hebat dibandingkan musim lalu,” kata analis sepak bola Italia Fabio Ravezzani di Telebombardia.
Amorim Didukung Belanja Besar
Amorim tidak datang dengan tangan kosong. Manajemen Rossoneri memberikan dukungan penuh melalui aktivitas agresif di bursa transfer musim panas.
Total belanja AC Milan disebut telah mencapai EUR 160 juta atau sekitar Rp3,3 triliun. Striker RC Strasbourg, Diego Moreira, menjadi rekrutan terbaru dengan nilai transfer EUR 50 juta atau sekitar Rp1,03 triliun.
Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan pengeluaran Inter. Di bawah Chivu, Nerazzurri tercatat menghabiskan sekitar EUR 71,2 juta atau Rp1,47 triliun.
Meski rival sekotanya bergerak agresif, Inter tetap percaya diri. Gelandang Hakan Calhanoglu menilai masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan bersama Chivu untuk mempertahankan dominasi mereka.
Baca Juga: KUA-PPAS P-APBD 2026 Proyeksikan Penambahan Anggaran Dinas SDABMBK Medan hingga Rp1 Triliun Lebih
“Akan ada banyak hal yang harus kami tuntaskan bersamanya (Chivu) musim ini,” ujar Calhanoglu, dikutip dari Football Italia.
Tedesco Pulang ke Italia
Selain Amorim, Domenico Tedesco menjadi wajah baru lainnya di antara pelatih asing Serie A musim ini. Pelatih asal Jerman tersebut dipercaya menangani Bologna FC.
Italia bukan tempat asing bagi Tedesco. Dia lahir di Rossano, wilayah selatan Italia. Bahkan, Bologna sebenarnya pernah datang menawarkan kursi pelatih kepadanya setelah Tedesco meninggalkan RB Leipzig pada musim panas 2022.
Namun, ketika itu Tedesco memilih jalan lain. Setelah sempat menganggur selama semusim, dia kembali ke dunia kepelatihan dengan menangani timnas Belgia.
Kini, setelah kesempatan kedua datang, Tedesco merasa waktunya tepat untuk menerima tantangan bersama Bologna.
Baca Juga: Jojo Pastikan Tiket 16 Besar Kejuaraan Dunia, Taklukkan Jason Teh dalam Tiga Gim
“Saat tawaran itu (melatih Rossoblu) datang tahun ini, saya pikir, ‘Sekaranglah waktu yang tepat’,” kata Tedesco kepada Tuttomercatoweb.
Tugasnya tidak ringan. Tedesco ditargetkan membawa Bologna kembali ke kompetisi antarklub Eropa. Musim lalu, Rossoblu tampil di Liga Europa, tetapi musim ini harus absen setelah hanya finis di posisi kedelapan Serie A.
Fabregas Menghadapi Tantangan Ganda
Sorotan lain tertuju kepada Cesc Fabregas. Musim lalu, mantan gelandang Barcelona dan Chelsea tersebut membuat kejutan bersama Como 1907 dengan membawa klub itu finis di empat besar sekaligus mengamankan tiket Liga Champions.
Kini tantangannya meningkat drastis.
Fabregas harus memastikan Como tidak sekadar menjadi pelengkap di Liga Champions, tetapi juga tetap kompetitif di Serie A. Jadwal yang lebih padat dan kualitas lawan yang meningkat akan menguji kedalaman skuad serta kemampuan taktik pelatih asal Spanyol tersebut.
“Kami akan meneruskan musim sensasional kami,” tegas Fabregas.
Ambisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Como. Setelah mencuri perhatian musim lalu, mereka kini harus membuktikan bahwa keberhasilan tersebut bukan sekadar kejutan sesaat.
Tujuh Pelatih Asing Warnai Serie A
Dominasi pelatih Italia di Serie A musim ini mendapat tantangan nyata dari tujuh allenatore asing. Selain Chivu, Amorim, Tedesco, dan Fabregas, terdapat Carlos Cuesta di Parma Calcio, Kosta Runjaic di Udinese, serta Ivan Juric di AC Monza.
Dengan komposisi tersebut, Serie A musim ini bukan hanya menawarkan persaingan antarklub, tetapi juga pertarungan gagasan dari sejumlah pelatih dengan latar belakang sepak bola berbeda.(jpc/han)
Daftar pelatih asing Serie A 2026–2027:
| Pelatih | Klub | Kebangsaan |
|---|---|---|
| Cristian Chivu | Inter Milan | Rumania |
| Ruben Amorim | AC Milan | Portugal |
| Cesc Fabregas | Como 1907 | Spanyol |
| Carlos Cuesta | Parma Calcio | Spanyol |
| Domenico Tedesco | Bologna FC | Jerman |
| Kosta Runjaic | Udinese | Jerman |
| Ivan Juric | AC Monza | Kroasia |
Editor : Johan Panjaitan