Prediksi Bologna vs Lazio: Gattuso Diuji, Orsolini dan Dovbyk Jadi Ancaman

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:29 WIB
Gennaro Gattuso menghadapi ujian berat bersama Lazio saat bertandang ke markas Bologna pada laga pembuka Liga Italia 2026/2027. Simak Prediksi skor Bologna vs Lazio Liga Italia 2026/2027 di Stadio Dall
Gennaro Gattuso menghadapi ujian berat bersama Lazio saat bertandang ke markas Bologna pada laga pembuka Liga Italia 2026/2027. Simak Prediksi skor Bologna vs Lazio Liga Italia 2026/2027 di Stadio Dall'Ara. Gattuso diuji berat, Bologna cari kemenangan kandang. (Dok: flashcore)

 

Sumutpos.jawapos.com – Lazio akan mengawali perjalanan di Serie A 2026/2027 dengan tantangan berat. Gennaro Gattuso harus membawa Biancocelesti bertandang ke markas Bologna di Stadio Renato Dall’Ara, Senin (24/8/2026) pukul 23.30 WIB.

Pertandingan ini menjadi panggung penting bagi kedua tim. Bologna memulai era Domenico Tedesco, sementara Lazio mencoba membangun kembali tim bersama Gattuso setelah musim lalu berakhir mengecewakan.

Kedua pelatih sama-sama membutuhkan hasil positif untuk membangun kepercayaan diri. Namun, tekanan yang berada di pundak Gattuso terasa lebih besar setelah Lazio tersingkir dari Coppa Italia sebelum kompetisi liga dimulai.

Lazio Datang dengan Tekanan

Debut kompetitif Gattuso bersama Lazio berakhir buruk. Mereka kalah 1-3 dari Mantova pada putaran pertama Coppa Italia.

Baca Juga: Medan DigiFest 2026 Perkuat Sinergi Digitalisasi untuk Medan yang Maju, Transparan, dan Inklusif

Kekalahan tersebut menjadi pukulan tersendiri setelah Lazio sebelumnya juga gagal meraih trofi Coppa Italia 2026. Musim lalu, Biancocelesti hanya finis di posisi kesembilan Serie A dan kembali gagal mendapatkan tiket kompetisi Eropa.

Situasi tersebut membuat musim baru menjadi momentum penting bagi Lazio. Gattuso dituntut segera menemukan formula yang mampu mengangkat performa tim sekaligus mengembalikan kepercayaan suporter.

Lazio juga memiliki catatan kurang meyakinkan dalam laga pembuka. Mereka kalah dalam dua dari tiga pertandingan pertama pada musim-musim sebelumnya.

Meski demikian, ada modal positif yang bisa dibawa ke Dall’Ara. Lazio berhasil memenangkan pertemuan terakhir di stadion tersebut pada Maret lalu melalui dua gol Kenneth Taylor.

Bologna Memulai Era Tedesco

Bologna juga memasuki babak baru setelah menunjuk Domenico Tedesco sebagai pelatih.

Tedesco menggantikan Vincenzo Italiano yang meninggalkan klub setelah membawa Bologna meraih Coppa Italia pada 2025, tampil di fase gugur Liga Europa, serta finis di posisi kedelapan Serie A musim lalu.

Tantangan Tedesco bukan hanya meracik strategi baru, tetapi juga membangun kembali komposisi skuad. Bologna kehilangan sejumlah pemain penting, termasuk Jhon Lucumi dan Santiago Castro.

Baca Juga: Lima Ruko di Jalan Bandung Pematangsiantar Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran

Sebagai gantinya, klub mendatangkan sejumlah pemain baru seperti Artem Dovbyk, Roberto Piccoli, dan Mikel Amondarain.

Namun, Bologna memiliki satu pekerjaan rumah yang cukup mengkhawatirkan: performa kandang.

Dall’Ara Tak Selalu Bersahabat

Bermain di hadapan pendukung sendiri seharusnya menjadi keuntungan bagi Bologna. Namun, statistik musim lalu justru menunjukkan sebaliknya.

Bologna mengumpulkan 12 poin lebih sedikit di Dall’Ara dibandingkan saat bermain tandang. Selisih tersebut menjadi yang terbesar di antara klub-klub dari lima liga top Eropa.

Catatan itu tentu menjadi alarm bagi Tedesco.

Bologna juga hanya meraih satu kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir. Dalam enam laga pramusim, mereka mencatat dua kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan.

Kekalahan dari Brighton pada laga terakhir pramusim semakin memperlihatkan bahwa Bologna masih membutuhkan waktu untuk menemukan konsistensi.

Adu Ketajaman Jadi Kunci

Pertandingan ini juga akan menjadi pertarungan lini depan.

Bologna masih mengandalkan Riccardo Orsolini sebagai salah satu sumber gol utama. Pemain tersebut telah mencetak dua digit gol Serie A dalam empat musim berturut-turut dan baru memperpanjang kontraknya.

Baca Juga: Menteri LH Apresiasi Kebijakan Dekarbonisasi PTPN IV PalmCo

Kehadiran Dovbyk dan Piccoli memberikan opsi baru di posisi penyerang tengah. Dovbyk berpeluang menjadi starter, sementara Federico Bernardeschi dapat beroperasi di belakangnya.

Di kubu Lazio, produktivitas menjadi persoalan yang harus segera dibenahi. Gustav Isaksen dan Pedro, yang menjadi pencetak gol terbanyak Lazio di Serie A musim lalu, masing-masing hanya mencetak lima gol.

Petar Ratkov memberikan harapan baru setelah tampil produktif selama pramusim dengan torehan enam gol. Tijjani Noslin dan Boulaye Dia juga bisa menjadi alternatif di lini depan.

Gattuso juga memiliki tambahan kekuatan melalui kedatangan Davide Frattesi, Danilo Doekhi, dan Alfonso Pedraza.

Namun, kondisi Gustav Isaksen, Patric, serta Danilo Cataldi masih harus dipantau karena mengalami masalah fisik.

Laga Ketat di Dall’Ara

Bologna memiliki keuntungan sebagai tuan rumah, tetapi catatan kandang mereka justru membuat laga ini sulit diprediksi.

Di sisi lain, Lazio datang dengan tekanan besar setelah kegagalan di Coppa Italia. Gattuso tentu tidak ingin memulai kiprahnya di Serie A dengan hasil buruk.

Kedua tim juga masih berada dalam tahap penyesuaian. Bologna harus beradaptasi dengan sistem Tedesco, sementara Gattuso perlu menemukan keseimbangan Lazio setelah perubahan besar di tubuh klub.

Pertandingan diperkirakan berjalan terbuka. Bologna kemungkinan mengandalkan kreativitas Orsolini dan ketajaman Dovbyk, sedangkan Lazio dapat mengancam melalui Zaccagni, Cancellieri, dan Dia.

Dengan kekuatan yang relatif berimbang dan pertahanan kedua tim yang belum sepenuhnya teruji, peluang kedua kesebelasan mencetak gol cukup besar.

Baca Juga: Lima Ruko di Jalan Bandung Pematangsiantar Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran

Bologna punya keuntungan bermain di Dall’Ara, tetapi performa kandang mereka musim lalu tidak cukup meyakinkan untuk membuat mereka menjadi favorit mutlak.

Lazio pun belum berada dalam kondisi ideal. Kekalahan dari Mantova menjadi tanda bahwa Gattuso masih memiliki banyak pekerjaan rumah.

Namun, kualitas individu Lazio cukup untuk membuat Bologna kesulitan. Sebaliknya, tuan rumah memiliki peluang memanfaatkan masalah konsistensi lini belakang Biancocelesti.

Dengan mempertimbangkan kondisi kedua tim, laga ini berpotensi berakhir tanpa pemenang.

Hasil imbang akan menjadi awal yang cukup realistis bagi kedua pelatih dalam menjalani tantangan baru mereka di Serie A. Bagi Gattuso, setidaknya satu poin dari Dall’Ara bisa menjadi pijakan untuk membangun Lazio secara perlahan.(jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
serie a lazio bologna