MANCHESTER, Sumutpos.jawpos.com – Manchester City benar-benar serius membangun ulang kekuatan di lini tengah. Memasuki era baru di bawah tactician Enzo Maresca, The Citizens menggelontorkan dana fantastis hingga EUR378 juta atau sekitar Rp4,5 triliun hanya untuk membenahi sektor vital tersebut.
Operasi transfer itu ditutup dengan kedatangan Enzo Fernandez dari Chelsea. Gelandang timnas Argentina tersebut ditebus dengan nilai EUR145 juta atau sekitar Rp2,98 triliun, sekaligus menjadikannya transfer terbesar dalam sejarah Premier League.
Enzo datang setelah City lebih dulu mengamankan jasa Elliot Anderson dari Nottingham Forest dan Ayyoub Bouaddi dari Lille OSC. Ketiganya menjadi bagian dari proyek besar Maresca untuk menyusun kembali wajah lini tengah City setelah ditinggal sejumlah pemain penting.
Enzo Jadi Rekor Baru Premier League
Nilai transfer Enzo membuat namanya langsung berada di jajaran elite sejarah bursa transfer dunia. Dengan banderol EUR145 juta, ia tercatat sebagai pemain termahal dalam sejarah Premier League.
Secara global, Enzo berada di posisi ketiga di bawah Neymar Jr yang pernah diboyong Paris Saint-Germain dari Barcelona dengan EUR222 juta dan Kylian Mbappe dengan EUR180 juta.
Baca Juga: Tiga Atlet NPCI Sergai Siap Tempur di Kejurnas dan Asian Youth Uzbekistan
Namun, bagi Enzo, besarnya harga transfer bukan alasan untuk menghindari tekanan. Justru, gelandang kelahiran San Martin, Buenos Aires, itu menegaskan kesiapannya membayar kepercayaan City dengan kerja keras.
“Aku bangga dengan kemampuanku yang terus meningkat. Orang yang pernah bekerja sama denganku pasti bakal mengerti betapa kerasnya aku berlatih setiap hari dan seberapa besar usahaku dalam setiap laga,” tutur Enzo seperti dilansir laman resmi City.
“Aku akan memberikan segalanya dan aku menjanjikan pada klub ini bahwa hal itu akan terus berlanjut dengan aku ada di sini,” tambahnya.
Faktor Maresca
Kedatangan Enzo ke Etihad Campus juga tidak bisa dilepaskan dari sosok Maresca. Pelatih asal Italia itu mengenal karakter sang gelandang sejak masih bekerja di Chelsea.
Maresca bahkan disebut telah mengusulkan nama Enzo kepada Direktur Sepak Bola City Hugo Viana sejak awal kedatangannya. Hubungan profesional yang telah terbangun di London diharapkan menjadi modal penting untuk membangun kembali chemistry keduanya di Manchester.
Bagi City, Enzo bukan sekadar gelandang mahal. Ia dianggap memiliki paket lengkap untuk mengisi kebutuhan tim, baik ketika membantu pertahanan maupun saat membangun serangan.
“Dia gelandang yang komplet, berbakat secara teknis, dan sosok pekerja keras, gigih, dan pencetak gol,” puji Viana.
Baca Juga: Pertama di Asia Tenggara, Sunway Medical Centre Ipoh Hadirkan Terapi HIFU Tanpa Operasi
Menurutnya, pengalaman Enzo tampil di dua final Piala Dunia serta memenangkan trofi besar pada usia 25 tahun menunjukkan kualitas mental, profesionalisme, dan kemampuan teknis yang dimilikinya.
“Kami yakin dia akan meningkatkan kualitas tim kami,” sambung Viana.
Tiga Gelandang, Satu Misi: Isi Lubang Rodri
Revolusi lini tengah City terjadi setelah klub melepas tiga gelandang, yakni Rodri, Tijjani Reijnders, dan Bernardo Silva.
Dari ketiganya, kehilangan Rodri menjadi pekerjaan rumah terbesar. Sosok yang menjadi poros permainan City itu meninggalkan lubang yang tidak mudah ditambal.
Elliot Anderson dinilai paling mendekati karakter Rodri. Keduanya sama-sama memiliki kemampuan bermain sebagai gelandang nomor enam dan mampu menjaga penguasaan bola dalam tekanan.
Bouaddi juga menawarkan alternatif berbeda. Kemampuan distribusi bola jarak jauhnya dapat menjadi senjata ketika City membutuhkan variasi dalam membangun serangan dari lini tengah.
Sementara Enzo memberikan dimensi yang lebih komplet. Ia mampu menjalankan tugas bertahan sekaligus memberikan kontribusi besar dalam fase menyerang.
Musim lalu, Enzo mencetak 15 gol, menjadikannya gelandang paling produktif di Premier League. Statistik tersebut memperlihatkan bahwa kontribusinya tidak hanya diukur dari kemampuan mengatur permainan, tetapi juga dari ancaman langsung di depan gawang.
Baca Juga: Pengungsi Sinabung Terima Bantuan Bhayangkari Peduli, Polres Karo Tegaskan Keselamatan Warga
Kini tantangannya adalah membuktikan bahwa kombinasi Enzo, Anderson, dan Bouaddi mampu membuat lini tengah City kembali dominan.
City Jadi Klub Paling Royal
Belanja besar di lini tengah hanyalah bagian dari manuver Manchester City sepanjang bursa transfer musim panas tahun ini.
Dengan total pengeluaran mencapai EUR526,2 juta atau sekitar Rp10,8 triliun untuk sembilan pemain, The Citizens menjadi klub paling royal dalam daftar belanja pemain.
Chelsea berada di posisi kedua dengan EUR406,7 juta untuk 10 pemain. Tottenham Hotspur menyusul dengan EUR366,3 juta untuk lima pemain, sementara Newcastle United menghabiskan EUR313 juta untuk delapan pemain.
Liverpool mengeluarkan EUR264,2 juta, Arsenal EUR227,1 juta, sedangkan Real Madrid berada di angka EUR225 juta.
Besarnya investasi City menunjukkan satu hal: klub tidak ingin sekadar mempertahankan standar lama. Setelah kehilangan sejumlah pemain penting, mereka memilih membangun kembali fondasi tim dengan investasi agresif.
Kini sorotan tertuju kepada Maresca. Uang sudah dikeluarkan, pemain-pemain baru sudah datang, dan lini tengah telah direkonstruksi. (jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan