LONDON, Sumutpos.jawapos.com – Chelsea harus menerima konsekuensi besar setelah melepas Enzo Fernandez ke Manchester City. Kepergian gelandang asal Argentina itu bukan sekadar kehilangan satu pemain, tetapi juga memutus duet yang selama ini menjadi pasangan penting di lini tengah The Blues.
Persoalannya, Chelsea tidak memiliki banyak waktu untuk mencari pengganti yang benar-benar sepadan. Upaya mendatangkan gelandang AS Monaco, Lamine Camara, terbentur mepetnya batas akhir bursa transfer musim panas Inggris yang ditutup pada Selasa (2/9) dini hari.
Alhasil, Chelsea kini harus mengandalkan pemain yang tersedia. Romeo Lavia dan Jordan Henderson menjadi dua opsi utama untuk mendampingi Moises Caicedo. Namun, pilihan tersebut menyimpan tanda tanya karena keduanya memiliki persoalan kebugaran.
Lavia dikenal memiliki riwayat cedera yang membuat penampilannya belum selalu konsisten. Sementara itu, Henderson masih menjalani pemulihan cedera lengan yang dialaminya ketika memperkuat Inggris pada Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Kapal Tongkang dalam Dumas Menghilang, GMKI Teluk Dalam Pertanyakan Penanganan Polres Nisel
Situasi tersebut memaksa pelatih Chelsea, Xabi Alonso, menyiapkan skenario alternatif. Malo Gusto yang berposisi asli sebagai bek kanan mulai dicoba sebagai gelandang pivot. Kapten Reece James juga bukan pemain asing dengan peran tersebut, sehingga fleksibilitas pemain menjadi salah satu solusi yang mungkin digunakan Chelsea.
Namun, kehilangan Enzo bukan semata persoalan posisi.
Ada aspek lain yang tidak kalah penting: chemistry dan komunikasi.
Caicedo dan Enzo memiliki koneksi yang relatif kuat, termasuk kesamaan bahasa Spanyol yang memudahkan komunikasi di lapangan. Kepergian Enzo membuat Chelsea harus kembali mencari formula yang mampu menjaga keseimbangan sekaligus membangun pemahaman dengan Caicedo.
Valentin Barco bisa menjadi salah satu alternatif. Pemain asal Argentina yang akrab disapa Colo itu memiliki keuntungan dari sisi bahasa dan karakter permainan, meski posisi naturalnya adalah bek kiri.
Baca Juga: PBSI Bawa 20 Pebulutangkis ke Asian Games 2026, Emas Beregu Putra Jadi Bidikan Utama
Chelsea kini berada dalam situasi serba terbatas. Bursa transfer telah ditutup, sementara kebutuhan untuk memperkuat lini tengah tetap nyata. Alonso pun memilih tidak membuka seluruh kartu terkait rencana timnya.
“Kita lihat saja nanti. Kami menginginkan yang terbaik untuk tim. Jika ada sesuatu yang akan terjadi atau berkembang, kami belum bisa mengungkapnya. Kami sedang menyiapkan diri untuk semua skenario,” ujar Alonso seperti dikutip ESPN.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan