BARCELONA, Sumutpos.com.jawapos.com – Lamine Yamal kembali menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar wonderkid Barcelona. Mengenakan ban kapten untuk pertama kalinya dalam laga resmi, pemain 19 tahun itu langsung memberikan bukti dengan mencetak gol saat Barcelona menghancurkan Feyenoord Rotterdam 5-1.
Ban kapten di lengan Yamal membuat namanya kembali bersinggungan dengan legenda Barcelona, Lionel Messi. Namun, Yamal mencatatkan pencapaian tersebut pada usia yang jauh lebih muda dibandingkan La Pulga.
Yamal dipercaya menjadi kapten Barcelona ketika menghadapi Feyenoord. Kepercayaan tersebut dibayar dengan penampilan impresif. Ia turut menyumbangkan satu gol dalam pesta lima gol Blaugrana.
Baca Juga: Kondisi Kesehatan Memburuk, Gubsu Bobby Minta Krismas Dirujuk ke RS Haji Medan
Yang membuat pencapaian itu semakin istimewa adalah usia Yamal. Ia menjalani laga sebagai kapten ketika berusia 19 tahun 58 hari.
Sebagai pembanding, Messi baru mengenakan ban kapten Barcelona ketika berusia 21 tahun 33 hari. Namun, momen pertama Messi memimpin Barca terjadi dalam pertandingan pramusim.
Messi sendiri baru benar-benar dipercaya menjadi kapten utama Barcelona pada usia 31 tahun. Dalam salah satu laga awalnya sebagai pemimpin tim, pemain asal Argentina tersebut mencatatkan dua assist ketika Barcelona mengalahkan Sevilla 2-1 pada ajang Supercopa de España.
Kini, Yamal mulai menapaki jejak sang legenda dengan caranya sendiri. Bukan hanya dipercaya mengenakan ban kapten di usia muda, winger Barcelona itu juga mulai mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor bola-bola mati, termasuk tendangan bebas.
Pelatih Barcelona Hansi Flick pun tak ragu memberikan pujian. Menurutnya, Yamal memiliki kualitas istimewa dan musim ini bisa menjadi panggung besar bagi sang pemain muda.
Baca Juga: Jangan Cuma Menunggu! 10 Zodiak Ini Diminta Berani Mengejar Cinta Hari Ini
“Dia memang pemain yang spesial,” ujar Flick seperti dilansir Mundo Deportivo.
Flick menilai Yamal layak mendapatkan kepercayaan besar yang diberikan kepadanya.
“Tentu saja, dia pemainku. Dia pemain yang istimewa dan luar biasa. Dia pantas mendapatkannya,” sambungnya.
Dengan ban kapten dan gol yang langsung mengiringinya, Yamal memberikan sinyal kuat bahwa dirinya siap memikul tanggung jawab lebih besar di Barcelona.
Jika konsistensinya terus terjaga, bukan tidak mungkin nama Yamal akan semakin sering disandingkan dengan Messi. Bedanya, pemain muda itu kini memiliki kesempatan menulis sejarahnya sendiri di Camp Nou.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan