Como vs Parma di Liga Italia: Lariani Siap Hancurkan Perlawanan Tim Tamu

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 18:00 WIB
Como mengincar kemenangan saat menjamu Parma di Stadio Sinigaglia pada lanjutan Liga Italia.(football.italia)
Como mengincar kemenangan saat menjamu Parma di Stadio Sinigaglia pada lanjutan Liga Italia.(football.italia)

 

Sumutpos.jawapos.com-Como sedang berada dalam momentum terbaik ketika menjamu Parma pada lanjutan Liga Italia di Stadio Sinigaglia, Senin (14/9/2026) pukul 23.30 WIB.

Kemenangan telak 4-1 atas RB Leipzig pada debut Liga Champions menjadi suntikan kepercayaan diri bagi skuad Cesc Fabregas. Sebaliknya, Parma datang dengan persoalan yang belum sepenuhnya teratasi: minim gol, minim poin, dan belum menemukan konsistensi.

Como bahkan membawa catatan sembilan pertandingan tanpa kekalahan. Parma baru mengumpulkan satu poin dari tiga laga Serie A.

Perbedaan momentum itu membuat tuan rumah lebih layak diunggulkan.

Como Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi

Kemenangan atas Leipzig bukan sekadar pesta gol bagi Como. Hasil tersebut menjadi penanda bahwa klub yang belum lama meninggalkan kasta keempat sepak bola Italia itu kini mampu bersaing di panggung Eropa.

Lebih istimewa lagi, kemenangan tersebut terjadi di Stadio Sinigaglia.

Baca Juga: Betrand Peto Terseret Laporan Dugaan Kekerasan Seksual, Ruben Onsu Buka Suara

Setelah tiga laga awal Serie A harus dimainkan di kandang lawan karena stadion menjalani peningkatan fasilitas untuk memenuhi regulasi UEFA, Como akhirnya kembali tampil di hadapan pendukung sendiri.

Fabregas pun berhasil membangun tim yang tidak sekadar mengandalkan nama besar pemain. Como bermain agresif, berani menguasai bola, sekaligus mampu memberikan tekanan kepada lawan.

Namun, sang pelatih tetap mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena. Jadwal padat dua pertandingan dalam sepekan menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi skuad yang masih terus berkembang.

Di Serie A, Como juga menunjukkan tren positif. Mereka mengawali musim dengan hasil imbang melawan Udinese, sebelum menundukkan Napoli dan Genoa secara beruntun.

Dalam empat pertandingan terakhir di semua kompetisi, Como mengemas tiga kemenangan dan satu hasil imbang.

Momentum itu membuat Parma harus menghadapi lawan yang sedang sulit dihentikan.

Parma Masih Bergulat dengan Masalah Gol

Situasi Parma jauh berbeda.

Tim besutan Carlos Cuesta baru mengumpulkan satu poin dari tiga pertandingan Serie A. Mereka bahkan gagal mencetak gol dalam dua laga pertama.

Gol Simone Lontani ketika menghadapi Monza akhirnya mengakhiri paceklik tersebut sekaligus membantu Parma meraih hasil imbang 1-1.

Namun, satu gol belum cukup untuk menghapus persoalan yang menghantui mereka.

Baca Juga: LPJU Padam Dinilai Berpotensi Picu Kejahatan, Rizki Lubis Desak Dishub Medan Bertindak

Sebelum menghadapi Monza, Parma menelan dua kekalahan beruntun tanpa mencetak satu gol pun. Mereka juga tersingkir dari Coppa Italia setelah dikalahkan Cremonese.

Masalah produktivitas bukan persoalan baru. Musim lalu Parma juga kesulitan menemukan ketajaman di depan gawang.

Kepergian Mateo Pellegrino pada bursa transfer musim panas membuat pilihan di lini depan semakin terbatas.

Statistik awal musim pun belum berpihak kepada Parma. Mereka baru mencatat delapan tembakan tepat sasaran di Serie A.

Lebih mengkhawatirkan, tiga pertandingan tandang terakhir mereka berakhir dengan kekalahan tanpa satu pun gol yang berhasil dicetak.

Rekor Pertemuan Memihak Como

Como memiliki alasan lain untuk tampil percaya diri.

Meski kalah 0-1 dalam pertemuan terakhir di markas Parma pada Mei lalu, Parma tidak pernah menang dalam tujuh kunjungan terakhir ke Como di berbagai kompetisi.

Catatan tersebut memperlihatkan betapa sulitnya Parma menaklukkan Como ketika bermain di Stadio Sinigaglia.

Kini, kondisi kedua tim juga semakin mempertegas keunggulan tuan rumah.

Como datang setelah mencetak empat gol ke gawang Leipzig. Sebaliknya, Parma masih berusaha menemukan formula untuk membuat lini depannya produktif.

Jika melihat tren tersebut, Como memiliki modal yang jauh lebih lengkap untuk mengendalikan pertandingan.

Fabregas Punya Banyak Pilihan

Keuntungan Como tidak hanya terletak pada momentum. Fabregas juga memiliki kedalaman skuad yang memungkinkan dirinya melakukan rotasi di tengah jadwal padat.

Baca Juga: Komplotan Curanmor Beraksi 10 Kali di Medan, Satu Pelaku Ditembak Polisi

Moise Kean menjadi salah satu opsi utama di lini depan. Dia diperkirakan bersaing dengan Tasos Douvikas untuk posisi penyerang tengah.

Di belakangnya terdapat Nico Paz, Martin Baturina, dan Assane Diao yang bisa menjadi sumber ancaman.

Diao bahkan sedang berada dalam performa impresif setelah mencetak tiga gol dalam dua penampilan terakhir.

Kombinasi tersebut membuat Como memiliki banyak cara untuk membongkar pertahanan Parma.

Como hanya kehilangan Jayden Addai yang masih menjalani pemulihan cedera jangka panjang.

Di kubu Parma, Hans Nicolussi Caviglia masih absen akibat cedera pangkal paha. Adrian Bernabe dan Ousmane Diallo juga masih diragukan tampil.

Sascha Britschgi sempat ditarik keluar saat menghadapi Monza karena benturan, tetapi diperkirakan sudah dapat dimainkan.

Prediksi Como vs Parma

Como kemungkinan menurunkan Butez; Smolcic, Chalobah, Ramon, Kaiki; Perrone, Da Cunha; Diao, Paz, Baturina; Kean.

Sementara Parma diperkirakan bermain dengan Corvi; Delprato, Carlos, Troilo; Britschgi, Keita, Ordonez, Fabbian, Valeri; Lontani, Toure.

Secara keseluruhan, Como berada di posisi yang jauh lebih meyakinkan.

Baca Juga: Desak Penetapan Tersangka Kasus Keracunan MBG, EMKAP Soroti Penanganan Kesehatan Korban

Mereka memiliki kepercayaan diri tinggi, lini depan yang produktif, kedalaman skuad, serta keuntungan bermain di hadapan publik sendiri.

Parma memang sudah mengakhiri paceklik gol ketika menghadapi Monza. Namun, satu gol belum cukup menjadi bukti bahwa masalah produktivitas mereka telah teratasi.

Sebaliknya, Como baru saja menunjukkan daya ledak luar biasa dengan mencetak empat gol ke gawang Leipzig.

Jika mampu menjaga intensitas permainan tanpa terjebak kelelahan akibat jadwal padat, Lariani berpeluang besar kembali berpesta di Sinigaglia.(jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
parma lariani como liga italia