BINJAI, Sumutpos.jawapos.com – Polemik laga Piala Soeratin U-17 antara Dispora FC dan Binjai City SC berbuntut panjang. Dugaan Dispora FC menurunkan 12 pemain secara bersamaan di lapangan membuat Binjai City SC mengambil sikap tegas.
Manajemen Binjai City SC memutuskan mengajukan pengunduran diri dari seluruh kegiatan, program, pertandingan, dan kompetisi di bawah naungan PSSI Provinsi Sumatera Utara. Keputusan itu mencakup Liga 4 hingga Piala Soeratin U-17.
Dalam surat yang dilihat wartawan, Manager Binjai City SC Ferdy Yupa menyebut dugaan 12 pemain dalam satu waktu sebagai persoalan serius yang berkaitan langsung dengan kepatuhan terhadap regulasi pertandingan dan prinsip fair play.
“Satu hal yang menjadi dasar keberatan serius kami adalah adanya kejadian dalam pertandingan, di mana tim lawan secara jelas memainkan 12 pemain secara bersamaan di lapangan. Kejadian ini merupakan persoalan serius karena menyangkut kepatuhan terhadap aturan dasar permainan dan dapat memengaruhi jalannya serta hasil pertandingan,” kata Ferdy, Selasa (15/9/2026).
Baca Juga: Elche vs Real Madrid: Wajib Menang! Los Blancos Bisa Tempel Barcelona di Puncak
Keputusan 'angkat kaki' tersebut, kata Ferdy, tidak diambil secara spontan. Manajemen Binjai City SC telah mempertimbangkan sejumlah hal, mulai dari pelaksanaan kompetisi, penerapan regulasi, konsistensi penegakan aturan, hingga prinsip keadilan dalam pertandingan.
Menurut dia, dugaan pelanggaran tersebut semestinya mendapat sanksi tegas sesuai regulasi yang berlaku.
“Pemain mereka (Dispora FC) ada 12 orang dan itu sangat melanggar regulasi. Dendanya sekitar Rp90 juta itu dan dinyatakan kalah,” ujarnya.
Ferdy juga menyoroti performa Binjai City SC sebelum pertandingan tersebut. Dalam tiga laga terakhir, timnya disebut tidak pernah mengalami kekalahan dan bahkan belum kebobolan.
Kondisi itu membuat kekalahan 3-2 dari Dispora FC dalam pertandingan yang dinilai sarat kontroversi tersebut semakin dipertanyakan oleh manajemen Binjai City SC.
“Kita tidak pernah kalah tiga kali pertandingan dan tanpa kebobolan. Jadi kita berasumsi ini, ada apa dengan Disporasu dengan perangkat pertandingan. Kenapa pelatihnya tidak tahu, pemainnya ada 12 orang di lapangan, wasit juga tidak mengetahui. Berarti kan ada sesuatu,” kata Ferdy.
Baca Juga: Marquez Kembali ke Puncak MotoGP, 5 Kemenangan dalam 7 Balapan Bikin Rival Ketar-ketir
Laga Dispora FC kontra Binjai City SC berlangsung di Lapangan Spobda Sumut, Minggu (13/9/2026). Pertandingan tersebut menjadi salah satu laga penting dalam perebutan posisi teratas Grup B Piala Soeratin U-17.
Binjai City SC akhirnya takluk dengan skor 3-2. Namun, bagi manajemen klub, persoalan utama bukan sekadar hasil pertandingan, melainkan bagaimana regulasi diterapkan dan ditegakkan.
Ferdy menegaskan, keputusan mundur dari seluruh agenda PSSI Sumut akan tetap dijalankan apabila tidak ada tindakan tegas terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan Dispora FC.
“Kalau tidak ada tindak tegas dengan Dispora FC, tidak menjalankan regulasi hukuman, maka sesuai dengan yang kita keluarkan (surat) kemarin, Binjai City SC menyatakan keluar dari semua kegiatan PSSI. Kita tidak akan mengikuti lagi agenda PSSI karena kita anggap percuma saja,” tegasnya.
Baca Juga: Cinta Kembali Muncul! Dian Sastro Bongkar Perubahan Hubungannya dengan Rangga
Ia menambahkan, Binjai City SC tidak mempermasalahkan hasil pertandingan selama kompetisi berjalan dengan aturan yang jelas dan adil.
“Kita fair play. Kalah ya kalah, menang ya menang,” pungkasnya.(ted/han)
Editor : Johan Panjaitan