Sumutpos.jawapos.com-Dua mantan playmaker berkelas, Zinedine Zidane dan Roberto Mancini, kini beradu strategi dari pinggir lapangan. Pengalaman mereka sebagai pengatur serangan coba ditularkan kepada para pemain yang dipercaya menjadi otak permainan Prancis dan Italia.
Duel tersebut tersaji pada matchday ketiga Grup A1 UEFA Nations League di Stade de France, Saint-Denis, dini hari nanti. Perhatian mengarah kepada dua pemain yang mendapat mandat menghidupkan kreativitas dari lini tengah: Michael Olise di kubu Prancis dan Sandro Tonali bersama Italia.
Pertandingan dijadwalkan disiarkan langsung melalui RCTI, MNC Soccer Channel, K-Vision, RCTI+, dan Vision+ mulai pukul 01.45 WIB.
Baca Juga: Polres Batu Bara Gagalkan Keberangkatan Lima Calon PMI Ilegal ke Malaysia
Zidane memilih Olise untuk mengisi peran nomor 10, bukan Rayan Cherki yang selama ini dikenal sebagai kreator serangan di level klub. Sementara itu, Mancini mempercayakan Tonali sebagai trequartista alias pengatur serangan Italia.
Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Olise telah mencatatkan satu gol dan satu assist, sedangkan Tonali sudah menyumbangkan satu assist dalam perjalanan kedua tim di kompetisi tersebut.
Zidane bahkan memberikan pujian khusus kepada Olise. Menurutnya, pemain Bayern Munchen itu memiliki bakat alami dalam mengolah bola dan membaca permainan.
“Dia punya bakat yang murni dan dia sangat suka bermain dengan bola. Anda bisa melihatnya. Dia merasakan permainan ini,” kata Zidane kepada TF1.
Perkembangan Olise juga sebelumnya mendapat pengakuan dari Thierry Henry, yang pernah menanganinya ketika membela Prancis di Olimpiade Paris 2024.
“Sekarang, kalian bisa menyaksikan Michael (Olise) dengan versi lebih matang,” ujar Henry.
Tonali Bertransformasi
Di kubu Italia, keputusan Mancini menempatkan Tonali sebagai nomor 10 menjadi salah satu sorotan utama.
Posisi natural Tonali sebenarnya adalah central midfielder. Namun, perannya berkembang menjadi lebih ofensif setelah mendapat kepercayaan dari sejumlah pelatih di level klub.
Baca Juga: Ikan Cupang Mendadak Loyo dan Tak Doyan Makan, Ini Penyebabnya
Kemampuan tersebut semakin terlihat ketika Tonali menjalani peran yang lebih konstruktif. Antonio Gagliardi, penasihat taktik timnas Italia, menilai gelandang tersebut memiliki fleksibilitas untuk memainkan beberapa posisi.
“Sandro pemain yang bisa menjalankan beberapa peran berbeda di lapangan. Dia telah mengambil peran yang lebih konstruktif di Spurs,” kata Gagliardi kepada Calciomercato.
Perubahan posisi itu membuat Tonali tidak hanya dituntut menjaga keseimbangan permainan, tetapi juga menjadi penghubung utama antara lini tengah dan lini depan Italia.
Cherki Kehilangan Panggung
Di sisi Prancis, perubahan skema Zidane justru berdampak terhadap Rayan Cherki.
Dalam formasi 4-3-3, Cherki tidak lagi ditempatkan sebagai gelandang serang yang bergerak bebas di belakang striker. Pemain Manchester City tersebut harus mengambil salah satu posisi di trio gelandang.
Padahal, di level klub, Cherki dikenal sebagai salah satu sumber kreativitas melalui umpan-umpan terakhirnya.
Pengamat sepak bola Prancis Tony Chapron menilai perubahan tersebut membuat kemampuan Cherki tidak sepenuhnya keluar.
Baca Juga: Turunkan Berat Badan dengan Mengonsumsi Kacang? Ini Pilihannya
“Menurutku, pihak yang paling rugi dengan taktik Zidane adalah Cherki. Dengan talentanya, performa Rayan (Cherki) menjadi biasa saja,” kata Chapron kepada Canal+.
Dengan demikian, duel Prancis dan Italia bukan hanya mempertemukan dua tim dengan tradisi sepak bola besar. Pertandingan ini juga menjadi panggung untuk melihat bagaimana Zidane dan Mancini mengoptimalkan pemain kreatif yang memiliki karakter berbeda.
Les Bleus dan Gli Azzurri Sama-Sama Menyerang
Prancis dan Italia datang dengan pendekatan menyerang. Les Bleus mengawali Nations League dengan dua kemenangan, sementara Gli Azzurri menunjukkan efisiensi dalam memanfaatkan peluang.
Perbedaan karakter tersebut membuat duel di Stade de France menarik untuk disimak. Prancis memiliki Olise yang mengandalkan kemampuan individu dan kreativitas, sedangkan Italia berharap Tonali mampu mengatur tempo sekaligus membuka ruang bagi lini depan.
Pertarungan di lini tengah pun berpotensi menjadi salah satu kunci jalannya pertandingan. Ketika Olise dan Tonali mendapatkan ruang untuk berkreasi, ancaman ke lini pertahanan lawan bisa datang dari berbagai arah.
Prediksi Susunan Pemain
PRANCIS (4-3-3):
Maignan; Truffert, Lacroix, Upamecano, Kounde; Rabiot, Camavinga, Doue; Dembele (c), Cherki, Olise.
Pelatih: Zinedine Zidane
ITALIA (4-3-3):
Donnarumma (c); Di Lorenzo, Scalvini, Bastoni, Calafiori; Barella, Tonali, Frattesi; Kean, Pio Esposito, Cambiaghi.
Pelatih: Roberto Mancini. (jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan