Indonesia vs Thailand: John Herdman Siapkan Garuda untuk Pertarungan Perebutan Trofi

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 08:00 WIB
ARAH: Pelatih John Herman mengarahkan timnya saat melawan Singapura pada FIFA ASEAN Cup di SUGBK, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
ARAH: Pelatih John Herman mengarahkan timnya saat melawan Singapura pada FIFA ASEAN Cup di SUGBK, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com– Kesempatan untuk mengakhiri penantian panjang akhirnya terbuka lebar bagi Timnas Indonesia. Satu pertandingan tersisa. Satu trofi menjadi taruhannya.

Skuad Garuda akan menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam. Kick-off dijadwalkan pukul 20.00 WIB.

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menyadari pertandingan ini bukan sekadar final. Jika mampu mengalahkan Thailand, Garuda berpeluang mencatat sejarah dengan meraih gelar senior yang telah lama dinantikan.

Baca Juga: Titanic II Kembali Digagas, Kapal Replika Titanic Ditargetkan Berlayar 2027

Indonesia terakhir kali merasakan gelar di level senior pada SEA Games 1991. Setelah itu, sejumlah generasi datang dan pergi, tetapi trofi bergengsi di level senior belum juga kembali ke Tanah Air.

Kini, Herdman ingin mengubah penantian tersebut menjadi sejarah.

Pelatih asal Inggris itu menyebut kesempatan tampil di final merupakan buah dari perjalanan panjang para pemain. Karena itu, ia meminta skuad Garuda tidak larut dalam tekanan, melainkan menikmati sekaligus memaksimalkan peluang yang sudah berada di depan mata.

“Ada kesempatan bagi kami untuk menjadi tim putra pertama yang mengangkat trofi untuk negara ini. Ini adalah kesempatan yang sudah diperjuangkan oleh banyak pemain dan mereka telah mendapatkan hak untuk berada di sini,” ujar Herdman dalam konferensi pers jelang laga, Minggu (4/10).

Namun, Herdman tidak ingin anak asuhnya menganggap Thailand sebagai lawan yang mudah. Rotasi yang dilakukan Thailand pada laga sebelumnya, menurut dia, tidak mengubah kualitas tim yang akan dihadapi Indonesia di partai puncak.

Karena itu, fokus dan ketenangan menjadi dua hal yang ditekankan Herdman. Baginya, final bukan tempat untuk kehilangan kendali hanya karena besarnya tekanan.

Baca Juga: PDIP Salurkan Tali Asih kepada  Siswa Keracunan MBG di Berastagi

“Pada akhirnya, ini hanyalah sebuah kesempatan. Kami harus tampil besok, menghormati lawan, dan percaya pada proses yang sudah kami jalani,” katanya.

Herdman bahkan mengingatkan para pemain agar tidak terlalu terbebani oleh besarnya peluang mengangkat trofi.

“Kami tidak boleh memegang kesempatan ini terlalu erat, karena kesempatan itu bisa terlepas dari genggaman. Namun, kami juga tidak boleh memegangnya terlalu longgar,” lanjutnya.

Dukungan puluhan ribu suporter yang diperkirakan memadati SUGBK menjadi modal lain bagi Indonesia. Atmosfer stadion diharapkan mampu memberi energi tambahan ketika pertandingan memasuki fase-fase paling menentukan.

Herdman percaya mental para pemainnya sudah cukup matang untuk menghadapi tekanan tersebut. Ia meyakini skuad Garuda tidak akan mudah runtuh meski pertandingan berjalan di luar rencana.

“Dengan dukungan para suporter, saya tahu mereka akan mendorong kami hingga melewati garis akhir. Ketika momen-momen sulit datang, tim ini mungkin akan sedikit membengkok, tetapi tidak akan patah,” tegasnya.

Jalan Garuda Menuju Final

Perjalanan Indonesia menuju final juga menjadi alasan untuk menatap laga puncak dengan optimisme. Garuda keluar sebagai juara Grup A dengan mengoleksi tujuh poin.

Indonesia membuka kiprah dengan kemenangan 2-0 atas Singapura. Setelah itu, Garuda bermain imbang tanpa gol melawan Malaysia sebelum menutup fase grup dengan kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh.

Baca Juga: Dugaan Pengaturan Tender Rp2,8 Miliar di Binjai Dilaporkan ke Kejati Sumut

Catatan tersebut menunjukkan produktivitas lini serang sekaligus konsistensi skuad Herdman sepanjang fase grup.

Di sisi lain, Thailand melangkah ke final sebagai juara Grup B. Tim berjuluk Gajah Perang itu bahkan lebih dulu memastikan tempat di partai puncak setelah menundukkan Vietnam dengan skor 2-0.

Pertemuan Indonesia dan Thailand pun menjadi duel dua tim yang sama-sama memiliki ambisi besar.

Bagi Thailand, final menjadi kesempatan mempertahankan reputasi sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola kawasan. Bagi Indonesia, pertandingan ini jauh lebih besar: kesempatan mengakhiri penantian 35 tahun untuk sebuah gelar senior.

Kini, seluruh mata tertuju ke SUGBK. Herdman dan anak asuhnya hanya membutuhkan satu kemenangan untuk mengubah penantian panjang menjadi sejarah baru sepak bola Indonesia.(jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
fifa asean cup garuda grup a thailand timnas indonesia