Sumutpos.jawapos.com-Spanyol datang ke Stadion Poljud, Split, dengan kepercayaan diri tinggi. Menghadapi Kroasia dalam lanjutan UEFA Nations League 2026/2027, Rabu (7/10/2026) pukul 01.45 WIB, La Roja berpeluang kembali menunjukkan ketajamannya.
Spanyol diprediksi mampu mengatasi tuan rumah dengan skor 3-0. Bukan tanpa alasan. Performa kedua tim belakangan ini menunjukkan kontras yang cukup tajam.
Spanyol sedang berada dalam tren positif. Sebaliknya, Kroasia masih berusaha bangkit setelah menelan kekalahan terburuk dalam sejarah tim nasional mereka.
Kroasia Datang dengan Luka Besar
Kroasia belum sempat sepenuhnya melupakan kekalahan 0-7 dari Inggris pada pertandingan terakhir.
Hasil tersebut bukan sekadar kekalahan telak. Itu menjadi kekalahan terbesar sepanjang sejarah tim putra Kroasia sekaligus kali pertama mereka kebobolan lima gol atau lebih dalam pertandingan kandang.
Baca Juga: Indonesia Berpeluang ke Posisi 113 Rangking FIFA
Harry Kane dan Bukayo Saka masing-masing mencetak dua gol. Morgan Rogers, Jude Bellingham, dan Anthony Gordon melengkapi pesta gol Inggris.
Kekalahan tersebut juga memperpanjang masalah pertahanan Kroasia. Dalam dua pertandingan terakhir, gawang mereka sudah kebobolan 11 gol.
Di UEFA Nations League 2026/2027, Kroasia bahkan telah kemasukan 12 gol. Jumlah tersebut hanya lebih sedikit dibandingkan San Marino yang sudah kebobolan 14 gol.
Menghadapi Spanyol yang sedang produktif, lini belakang Kroasia jelas akan kembali mendapat ujian berat.
Spanyol Sedang dalam Performa Terbaik
Situasinya berbeda di kubu Spanyol.
La Roja baru saja mengalahkan Czechia dengan skor 4-1. Lamine Yamal membuka keunggulan pada menit keenam, sebelum Rodri dan Mikel Merino ikut mencatatkan nama di papan skor. Czechia hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Jiri Slama.
Kemenangan itu menjadi kemenangan ketiga Spanyol dari tiga pertandingan di UEFA Nations League musim ini.
Baca Juga: Bantuan Rumah Rusak Berat Pascabencana Jadi Rp70 Juta
Lebih jauh lagi, Spanyol kini mencatatkan 10 kemenangan beruntun dan belum terkalahkan dalam 41 pertandingan di semua kompetisi.
Catatan Luis de la Fuente di UEFA Nations League juga impresif. Spanyol tidak terkalahkan dalam 16 pertandingan beruntun di kompetisi tersebut, di luar kekalahan yang ditentukan melalui adu penalti.
Rekor itu menjadi salah satu gambaran kuat mengenai konsistensi Spanyol sejak kompetisi tersebut diperkenalkan pada 2018.
Kroasia Punya Rekor Buruk Melawan Spanyol
Kroasia juga memiliki alasan lain untuk waspada.
Spanyol telah memenangkan empat pertemuan terakhir melawan Kroasia. Dalam lima dari enam pertemuan terakhir, Kroasia juga selalu kebobolan setidaknya dua gol.
Pertemuan terakhir kedua negara pada September lalu berakhir dengan kemenangan Spanyol 4-1.
Situasi tersebut membuat laga di Stadion Poljud berpotensi kembali menjadi panggung dominasi La Roja. Terlebih, Kroasia masih harus membenahi organisasi pertahanannya setelah dihantam tujuh gol oleh Inggris.
Baca Juga: Indra Kenz Terlibat Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Terancam Remisi Dicabut
Di sisi lain, Kroasia tetap memiliki pengalaman besar melalui Luka Modric. Sang kapten diproyeksikan mencatat penampilan ke-206 bersama tim nasional.
Namun, Slaven Bilic juga harus memperhitungkan kondisi sejumlah pemain yang berada dalam ancaman skorsing, yakni Luka Vuskovic, Marco Pasalic, Josip Misic, Petar Sucic, dan Martin Pongracic.
Rotasi Tidak Mengurangi Kekuatan Spanyol
Menariknya, Spanyol kemungkinan kembali melakukan rotasi.
De la Fuente sebelumnya membuat sembilan perubahan dalam susunan pemain ketika menghadapi Czechia. Lamine Yamal dan Alex Baena bahkan ditarik keluar pada babak pertama, tetapi pergantian tersebut disebut lebih berkaitan dengan pertimbangan taktik dan bukan cedera.
Kedalaman skuad menjadi salah satu keuntungan Spanyol. De la Fuente memiliki cukup banyak opsi untuk melakukan perubahan tanpa mengorbankan kualitas permainan.
Ferran Torres, Nico Williams, dan Alex Grimaldo memang mundur dari skuad. Fabian Ruiz juga absen setelah kelahiran anaknya.
Baca Juga: Halle Berry Dituduh Lakukan Kekerasan pada Anak
Namun, komposisi pemain yang tersedia masih cukup untuk membuat Spanyol tetap kompetitif.
Sebaliknya, Kroasia juga harus mencari formula baru setelah beberapa pemain seperti Lovro Majer, Ante Budimir, dan Dion Drena Beljo tidak masuk skuad ketika menghadapi Inggris.
Kroasia kemungkinan tampil lebih berhati-hati setelah kekalahan 0-7. Bermain di kandang sendiri juga bisa menjadi modal untuk memperbaiki performa.
Namun, tantangan mereka terlalu berat. Spanyol memiliki lini serang yang sedang produktif, kedalaman skuad yang mumpuni, serta rekor pertemuan yang lebih baik.
Jika Kroasia kembali gagal menemukan solusi untuk mengatasi tekanan dan kecepatan permainan Spanyol, gawang mereka berpotensi kembali kebobolan beberapa kali.
Dengan melihat tren kedua tim, Spanyol diprediksi menang 3-0 atas Kroasia dan melanjutkan catatan sempurnanya di UEFA Nations League 2026/2027. (jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan