Sumutpos.jawapos.com-Juventus membidik tiga poin saat bertandang ke markas Cagliari dalam lanjutan Serie A 2026/2027 di Stadion Unipol Domus, Sardinia, Senin (12/10/2026) pukul 01.45 WIB. Namun, ambisi Si Nyonya Tua dipastikan tidak mudah terwujud karena tuan rumah tengah menikmati awal musim yang impresif.
Cagliari datang dengan kepercayaan diri tinggi. Mengoleksi 12 poin dari lima pertandingan, mereka bertengger di posisi keempat klasemen sementara, hanya terpaut satu angka dari puncak. Catatan pertahanan mereka pun mengesankan, dengan hanya dua gol bersarang ke gawang dalam lima laga liga.
Di sisi lain, Juventus memiliki modal penting untuk mencuri kemenangan. Tim besutan Luciano Spalletti menutup pertandingan terakhir sebelum jeda internasional dengan menaklukkan Atalanta 2-0 di Turin. Hasil itu menjadi suntikan kepercayaan diri setelah sebelumnya mereka kalah 2-3 dari Sassuolo.
Kemenangan telak 5-0 atas NEC Nijmegen di kompetisi Eropa turut memperlihatkan kemampuan Juventus bangkit setelah hasil mengecewakan. Kini, tantangannya adalah menjaga momentum tersebut ketika menghadapi Cagliari yang tampil disiplin dan sulit ditembus.
Baca Juga: Punya Selera Mahal! Ini 12 Zodiak yang Ingin Hidup Mewah
Dilansir dari Jawapos.com, pertandingan ini diperkirakan berlangsung ketat. Juventus memiliki pengalaman dan kualitas individu yang mumpuni, tetapi Cagliari sudah membuktikan bahwa mereka bukan lawan yang mudah ditaklukkan.
Pertahanan Juventus Jadi Senjata Utama
Juventus diperkirakan mengandalkan organisasi pertahanan untuk meredam agresivitas tuan rumah. Dari enam pertandingan kompetitif yang telah dijalani, mereka mencatatkan empat clean sheet. Juventus juga menjadi tim yang paling sedikit menghadapi tembakan lawan di Serie A sejauh ini.
Statistik tersebut menunjukkan bahwa kekuatan Juventus tidak hanya bertumpu pada kemampuan menyerang. Disiplin menjaga ruang dan membatasi peluang lawan menjadi fondasi penting bagi Spalletti dalam membangun konsistensi timnya.
Pendekatan itu berpotensi menentukan hasil pertandingan di Unipol Domus. Ketika menghadapi lawan dengan pertahanan rapat, kemampuan menjaga keseimbangan permainan bisa menjadi pembeda, terutama jika peluang mencetak gol tidak banyak tercipta.
Namun, Cagliari memiliki alasan kuat untuk percaya diri. Di bawah arahan Fabio Pisacane, mereka menunjukkan perkembangan signifikan dengan hanya kebobolan dua gol dalam lima pertandingan Serie A pertama.
Baca Juga: Ronaldo Berselisih dengan Jorge Jesus, Bruno Fernandes Pasang Badan
Menariknya, catatan tersebut diraih meski Cagliari menghadapi jumlah tembakan lebih banyak dibandingkan 18 klub lainnya di liga. Artinya, kemampuan mereka bertahan di bawah tekanan akan menjadi ujian serius bagi lini serang Juventus.
Keuntungan bermain di kandang juga tidak bisa diabaikan. Cagliari sebelumnya mampu mengalahkan Atalanta dan Lecce di Unipol Domus. Dukungan suporter berpotensi menambah tekanan bagi Juventus, terutama jika tim tamu kesulitan menemukan celah sejak awal pertandingan.
Cagliari Sedang Menanjak, Juventus Punya Pengalaman
Jika melihat hasil sebelum jeda internasional, Cagliari memiliki modal yang tidak kalah meyakinkan. Mereka membukukan empat kemenangan dan satu kekalahan dalam lima pertandingan Serie A. Juventus, sementara itu, mencatatkan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.
Perbedaan catatan tersebut memperlihatkan bahwa Cagliari sedang berada dalam momentum positif. Mereka bukan sekadar berusaha mengamankan poin, melainkan juga memiliki peluang untuk menguji kemampuan bersaing dengan tim-tim papan atas.
Meski demikian, Juventus tetap mempunyai keunggulan dalam pengalaman menghadapi pertandingan bertekanan tinggi. Kualitas individu dan kedalaman skuad bisa menjadi faktor penentu ketika pertandingan memasuki fase krusial.
Rekor pertemuan kedua tim juga lebih berpihak kepada Juventus. Cagliari memang berhasil menang 1-0 pada musim lalu, tetapi mereka telah menelan tujuh kekalahan dalam 10 pertemuan terakhir melawan Si Nyonya Tua.
Juventus juga hanya sekali kalah dalam delapan pertandingan tandang Serie A sejak musim lalu. Catatan tersebut memperkuat keyakinan bahwa mereka memiliki kapasitas untuk membawa pulang poin penuh dari Sardinia.
Baca Juga: Deklarasi Bali, Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital
Meski begitu, statistik masa lalu tidak menjamin hasil serupa akan terulang. Cagliari telah menunjukkan perkembangan pada awal musim ini, sehingga Juventus tetap harus tampil disiplin jika ingin menjaga peluang meraih kemenangan.
Jeda internasional turut menjadi faktor yang perlu diperhitungkan. Kedua tim harus segera menemukan kembali ritme kompetisi, sementara kesiapan fisik dan kemampuan memaksimalkan peluang berpotensi menentukan jalannya pertandingan.
Kenan Yildiz Absen, Kolo Muani Dituntut Lebih Tajam
Juventus menghadapi tantangan tambahan karena sejumlah pemain dipastikan absen. Kenan Yildiz, kapten Manuel Locatelli, Khephren Thuram, Jeremie Boga, Jeff Ekhator, dan kiper cadangan Kamil Grabara masuk dalam daftar pemain yang tidak tersedia.
Absennya Yildiz menjadi kehilangan penting bagi Spalletti. Kreativitas dan kemampuannya membuka ruang dibutuhkan untuk membongkar pertahanan Cagliari yang sedang tampil solid.
Situasi tersebut membuat kontribusi pemain lain semakin krusial. Francisco Conceicao dan Weston McKennie berpeluang memainkan peran penting dalam menciptakan peluang sekaligus membantu Juventus menjaga intensitas serangan.
Randal Kolo Muani juga diperkirakan kembali menjadi andalan di lini depan. Namun, penyerang asal Prancis itu masih mencari gol pertamanya di Serie A sejak kembali ke Turin. Dalam lima penampilan sebagai starter di liga, ia baru melepaskan 11 tembakan.
Catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Juventus. Dominasi penguasaan bola atau banyaknya peluang tidak akan berarti banyak jika gagal dikonversi menjadi gol. Dalam pertandingan yang diprediksi berjalan ketat, efektivitas di depan gawang bisa menentukan perbedaan antara satu poin dan tiga poin.
Baca Juga: Gandeng PWI Sumut, UKW Dewan Pers 2026 di Medan Sukses Digelar
Cagliari pun tidak sepenuhnya terbebas dari masalah kebugaran. Mattia Felici, Yael Trepy, Alessandro Deiola, dan Riyad Idrissi dipastikan absen, sedangkan Kevin Carlos masih diragukan tampil.
Kondisi tersebut dapat membatasi pilihan Pisacane, khususnya dalam menyusun lini serang. Meski demikian, Cagliari masih memiliki Daniel Maldini sebagai salah satu pemain yang patut diwaspadai.
Maldini mencetak gol dalam tiga pertandingan Serie A secara beruntun sebelum jeda internasional. Ia diperkirakan kembali berduet dengan Paul Mendy untuk memberikan ancaman kepada pertahanan Juventus.
Ketajaman Maldini bisa menjadi modal penting bagi tuan rumah. Jika Juventus lengah dalam mengantisipasi pergerakan lini depan Cagliari, keunggulan statistik pertahanan mereka belum tentu cukup untuk mengamankan hasil positif.
Prediksi Skor Cagliari vs Juventus
Juventus diprediksi menghadapi perlawanan sengit saat bertandang ke Unipol Domus. Cagliari memiliki pertahanan yang solid, performa awal musim yang meyakinkan, serta keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri.
Baca Juga: PSPS vs PSMS: Misi Menjaga Tahta
Namun, pengalaman Juventus, konsistensi lini belakang, dan kemenangan atas Atalanta menjadi modal bagi tim tamu untuk memburu tiga poin. Kuncinya terletak pada kemampuan mereka memanfaatkan peluang di tengah absennya sejumlah pemain kreatif.
Cagliari berpeluang menyulitkan Juventus, tetapi tim tamu dinilai memiliki sedikit keunggulan dalam duel yang diperkirakan minim gol.(jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan