Sumutpos.jawapos.com-Anfield kembali menjadi panggung duel panas Liverpool kontra Manchester City, Minggu (11/10) pukul 22.30 WIB di Anfield, Liverpool. Lebih dari sekadar perebutan poin di Premier League, pertandingan ini membawa cerita tentang gengsi, rivalitas, dan ejekan enam jari yang pernah dilontarkan Pep Guardiola kepada pendukung The Reds.
Dilansir dari Jawa Pos.com, Manchester City bertandang ke markas Liverpool dalam situasi yang disorot setelah munculnya perkembangan terkait dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League. Namun, persoalan tersebut diperkirakan tidak banyak memengaruhi fokus para pemain ketika kedua tim berhadapan di lapangan.
Bagi Liverpool dan para Kopites, kemenangan atas City tentu memiliki arti tersendiri. Mereka memiliki kesempatan membalas ejekan Guardiola yang pada Desember 2024 menunjukkan enam jari setelah timnya kalah 0-2 dari Liverpool. Gestur itu merujuk pada enam gelar Premier League yang telah diraih City di bawah kepemimpinannya.
Baca Juga: Cagliari vs Juventus: Si Nyonya Tua Bidik Kemenangan Tipis
Momen tersebut masih melekat dalam ingatan pendukung Liverpool. Karena itu, duel di Anfield kali ini berpotensi menjadi ajang pembuktian sekaligus kesempatan bagi tuan rumah untuk menegaskan dominasi di hadapan rival beratnya.
Meski demikian, rivalitas kedua tim tidak hanya ditentukan oleh cerita masa lalu. Kualitas pemain, strategi pelatih, dan efektivitas memanfaatkan peluang akan menjadi faktor utama dalam menentukan hasil akhir.
Haaland Jadi Ancaman Serius bagi Liverpool
Liverpool harus memberi perhatian khusus kepada Erling Haaland. Penyerang andalan Manchester City itu mengawali musim dengan tajam setelah mencetak lima gol dalam lima pekan pertama Premier League.
Ketajaman Haaland menjadi ancaman nyata bagi lini belakang The Reds. Apalagi, penyerang asal Norwegia tersebut memiliki catatan positif saat menghadapi Liverpool di Anfield.
Baca Juga: Punya Selera Mahal! Ini 12 Zodiak yang Ingin Hidup Mewah
Musim lalu, Haaland berhasil mencetak gol dalam dua pertemuan melawan Liverpool, baik saat bermain di Anfield maupun di Etihad Stadium. Ia juga berperan dalam kemenangan City 2-1 di kandang The Reds melalui satu gol dan satu assist.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Haaland mampu menemukan celah di tengah tekanan suporter tuan rumah. Pergerakan tanpa bola, kekuatan fisik, dan ketajamannya di kotak penalti membuatnya menjadi pemain yang bisa mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap.
Haaland sendiri mengakui bahwa pertandingan melawan Liverpool selalu memiliki daya tarik tersendiri. Ia mengenang rivalitas kedua klub, terutama ketika Manchester City masih bersaing ketat dengan Liverpool pada era Guardiola dan Jürgen Klopp.
Bagi City, produktivitas Haaland bisa menjadi senjata utama untuk meredam tekanan Anfield. Sebaliknya, Liverpool harus memastikan barisan pertahanannya tidak memberi ruang terlalu besar bagi sang striker.
Duel Pemain Sayap Baru Ikut Mencuri Perhatian
Selain persaingan di lini depan, duel pemain sayap juga berpotensi menjadi salah satu aspek paling menarik dalam pertandingan ini.
Liverpool mendatangkan Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain (PSG), sedangkan Manchester City merekrut Iliman Ndiaye dari Everton. Keduanya diprediksi menjadi bagian penting dari strategi serangan masing-masing tim.
Barcola memiliki kecepatan dan kemampuan membawa bola yang dapat merepotkan pertahanan lawan. Sementara itu, Ndiaye menawarkan kelincahan serta kemampuan mengolah bola untuk membuka ruang di sepertiga akhir lapangan.
Baca Juga: Bukan Barang Mahal, 7 Kebiasaan Ini Bikin Kamu Terlihat Kaya dan Berkelas
Pertemuan keduanya bukan kali pertama terjadi. Mereka pernah berhadapan dalam kompetisi sepak bola Prancis pada musim 2023/2024, ketika Barcola membela PSG dan Ndiaye memperkuat Olympique de Marseille. Keduanya juga pernah bertemu di Piala Dunia 2026 saat Prancis menghadapi Senegal.
Kini, persaingan mereka berlanjut di Premier League. Kemampuan memenangi duel satu lawan satu dan memberikan umpan berbahaya bisa menjadi pembeda dalam pertandingan yang diperkirakan berlangsung dengan intensitas tinggi.
Liverpool membutuhkan kreativitas dari sektor sayap untuk menembus pertahanan City. Di sisi lain, tim tamu dapat memanfaatkan kecepatan pemain sayapnya untuk melancarkan serangan balik ketika tuan rumah terlalu agresif menyerang.
Susunan Pemain Liverpool vs Manchester City
Kedua tim diperkirakan menggunakan formasi 4-2-3-1 untuk menjaga keseimbangan antara pertahanan dan serangan.
Liverpool (4-2-3-1)
Alisson; Kerkez, Virgil van Dijk (kapten), Jacquet, Araujo; Mac Allister, Szoboszlai; Barcola, Wirtz, Munoz; Ngumoha.
Pelatih: Andoni Iraola
Manchester City (4-2-3-1)
Donnarumma; Nunes, Ruben Dias (kapten), Guehi, Gvardiol; Fernandez, Anderson; Ndiaye, Cherki, Doku; Erling Haaland.
Pelatih: Enzo Maresca
Baca Juga: Ronaldo Berselisih dengan Jorge Jesus, Bruno Fernandes Pasang Badan
Bukan Sekadar Tiga Poin
Duel Liverpool kontra Manchester City selalu menghadirkan tensi tinggi. Kali ini, cerita tentang enam jari Guardiola menambah bumbu rivalitas yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
Liverpool memiliki keuntungan bermain di Anfield, sementara Manchester City datang dengan Haaland yang sedang tajam. Kedua tim juga mempunyai pemain-pemain kreatif yang bisa menentukan hasil pertandingan melalui satu momen penting.
Bagi tuan rumah, kemenangan akan menjadi jawaban di hadapan pendukung sendiri sekaligus kesempatan membalas ejekan masa lalu. Bagi City, hasil positif di Anfield akan menegaskan bahwa mereka tetap mampu menghadapi tekanan di salah satu stadion paling sulit di Inggris. (jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan