Manchester City Vs PSG: Misi Balas Dendam The Citizens, PSG Bidik Sejarah

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:17 WIB
ADU TAJAM: Erling Haaland dan Ousmane Dembele bakal adu tajam di lini depan saat Manchester Cty menjamu PSG di Stadion Etihad pada matchday kedua fase liga, dini hari nanti. (Photo by Clive Brunskill/Getty Images)
ADU TAJAM: Erling Haaland dan Ousmane Dembele bakal adu tajam di lini depan saat Manchester Cty menjamu PSG di Stadion Etihad pada matchday kedua fase liga, dini hari nanti. (Photo by Clive Brunskill/Getty Images)

 

Sumutpos.jawapos.com-Duel dua raksasa Eropa, Manchester City dan Paris Saint-Germain (PSG), menjadi salah satu laga paling dinanti pada matchday kedua fase liga Liga Champions. Bertanding di Stadion Etihad, Kamis (15/10) dini hari, kedua tim sama-sama membawa ambisi besar: mengukuhkan status sebagai kandidat juara sekaligus mengirim sinyal bahaya kepada para pesaing.

Bagi Manchester City, laga ini bukan sekadar perebutan poin. The Citizens juga menyimpan misi balas dendam setelah takluk 2-4 dari PSG pada fase liga musim 2024/2025. Kali ini, bermain di hadapan pendukung sendiri, City bertekad membalikkan keadaan sekaligus menegaskan dominasi mereka di kompetisi elite Eropa.

Modal tuan rumah terbilang meyakinkan. Kemenangan telak 3-0 di markas Liverpool pada pekan keenam Premier League menjadi bukti bahwa City tetap mampu tampil solid di tengah tekanan yang menerpa tim.

Pelatih Manchester City, Enzo Maresca, mengaku bangga dengan respons para pemainnya dalam menghadapi situasi sulit dan berbagai sorotan dari luar lapangan. Menurutnya, anak asuhnya mampu menjawab tekanan melalui penampilan yang percaya diri, berkelas, dan profesional.

Baca Juga: KPK Amankan 14 Orang dalam OTT di BNPB, Sestama Rustian hingga Pihak Swasta Terjaring

"Saya sangat bangga dengan para pemain karena saya tahu betapa beratnya situasi bagi mereka dalam dua atau tiga minggu terakhir akibat segala keriuhan di luar sana," kata Maresca kepada BBC.

Dia berharap semangat tersebut terus terjaga ketika City menghadapi PSG. Bagi Maresca, fokus terhadap pertandingan dan upaya meraih kemenangan menjadi hal terpenting yang harus dilakukan timnya.

"Saya sudah sampaikan sebelumnya agar mereka membawa semangat dan keriuhan, dan semoga kita bisa merayakan kemenangan. Hanya inilah hal yang bisa kita fokuskan," ujarnya kepada Sky Sports.

Performa City memang sedang menanjak. Mereka mengantongi delapan kemenangan dari delapan pertandingan di semua kompetisi, dengan torehan 23 gol atau rata-rata 2,87 gol per laga. Catatan tersebut memperlihatkan betapa tajamnya lini serang The Citizens.

Di Liga Champions, City juga mengawali perjalanan dengan kemenangan 2-0 atas Porto. Selain itu, rekor kandang mereka terbilang impresif. Dalam 25 pertandingan terakhir di fase grup atau fase liga Liga Champions, City hanya sekali menelan kekalahan, dengan 21 kemenangan dan tiga hasil imbang.

Baca Juga: Respons Cepat Dumas, Polres Binjai  Bakar Gubuk Diduga Barak Narkoba

Namun, PSG bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Dua kekalahan dalam tiga pertemuan terakhir menghadapi klub ibu kota Prancis itu menjadi pengingat bahwa dominasi City di kandang belum tentu menjamin hasil serupa pada duel kali ini.

PSG Bidik Sejarah, Enrique Tak Gentar

Di seberang lapangan, PSG datang dengan kepercayaan diri tinggi. Kemenangan telak 6-1 atas Slovan Bratislava pada pertandingan sebelumnya menjadi modal penting bagi Les Parisiens untuk menghadapi ujian di Etihad.

Pelatih PSG, Luis Enrique, bahkan tak menyembunyikan antusiasmenya menyambut pertandingan melawan City. Baginya, duel menghadapi klub-klub elite seperti Manchester City dan Barcelona merupakan bagian penting dari perjalanan PSG di Liga Champions.

"Tentu saja. Semua pemain dan pelatih senang melakoni pertandingan semacam ini," kata Enrique di situs resmi klub.

Enrique menegaskan, PSG dibangun untuk bersaing di panggung tertinggi sepak bola Eropa. Target mereka bukan hanya melaju sejauh mungkin, melainkan juga menciptakan sejarah dengan mempertahankan gelar Liga Champions secara beruntun.

Ambisi tersebut jelas tidak ringan. Real Madrid menjadi klub yang berhasil mencatatkan tiga gelar Liga Champions secara beruntun pada era modern, tepatnya pada 2016 hingga 2018. PSG kini ingin membuktikan bahwa mereka juga memiliki kapasitas untuk menembus dominasi klub-klub besar Eropa.

Baca Juga: Kapolres Labusel Pimpin Sertijab, Dua Kapolsek Berganti Jabatan

"Ini adalah target yang istimewa. Kami akan menghadapi Manchester City di laga tandang dan Barcelona di kandang sendiri. Keduanya adalah tim yang pernah memenangi Liga Champions, dan termasuk tim-tim favorit," tandas Enrique.

Jadwal berat itu membuat laga di Etihad semakin penting bagi PSG. Hasil positif bukan hanya memperkuat posisi mereka di fase liga, tetapi juga menjadi tolok ukur kemampuan tim menghadapi lawan-lawan terkuat dalam perburuan gelar.

Dua Tim, Lini Serang Mematikan

Dari sisi komposisi pemain, Manchester City relatif diuntungkan karena tidak menghadapi persoalan cedera atau kebugaran yang berarti menjelang pertandingan. Phil Foden juga tersedia setelah menjalani larangan bermain domestik selama tiga pertandingan akibat kartu merah dalam derbi Manchester.

Kehadiran Foden memberi Maresca tambahan opsi untuk menopang Erling Haaland di lini depan. Apalagi, Jeremy Doku sedang berada dalam performa menjanjikan. Kombinasi kreativitas, kecepatan, dan ketajaman penyelesaian akhir bisa menjadi senjata City untuk membongkar pertahanan PSG.

Di kubu tamu, kondisi tim juga relatif kondusif. Cedera ringan gelandang muda Senny Mayulu menjadi salah satu perhatian Enrique. Sementara itu, Ousmane Dembele dan Nuno Mendes telah diistirahatkan saat PSG menghadapi Le Mans pada akhir pekan, sehingga diharapkan tampil lebih bugar di Etihad.

Baca Juga: Wali Kota Tebingtinggi Desak Listrik Kolam Renang Segera Tersambung

Dengan persiapan yang berjalan sesuai rencana, PSG berpeluang menurunkan sejumlah pemain andalan, termasuk kapten Marquinhos, William Pacho, Vitinha, dan Khvicha Kvaratskhelia. Kualitas individu dan kolektivitas permainan akan menjadi faktor penting untuk meredam tekanan tuan rumah.

Pertandingan ini pun berpotensi menjadi adu ketajaman sekaligus pertarungan taktik antara dua pelatih dengan ambisi besar. City memiliki keuntungan bermain di kandang dan modal performa impresif, sedangkan PSG membawa kepercayaan diri serta tekad mempertahankan mahkota Eropa. (jpg/han)

Perkiraan Susunan Pemain:

MANCHESTER CITY (4-2-3-1): 1-Donnarumma (g); 27-Nunes, 3-Ruben (c), 6-Guehi, 24-Gvardiol; 5-Anderson, 17-Enzo; 42-Semenyo, 10-Cherki, 11Doku; 9-Haaland Pelatih: Enzo Maresca 

PARIS SAINT-GERMAIN (4-3-3): 39-Safonov (g); 2-Hakimi, 5-Marquinhos (c), 51-Pacho, 25-Nuno Mendes; 87Joao Neves, 17-Vitinha, 8-Fabian; 14Doue, 10-Dembele, 7-Kvaratskhelia Pelatih: Luis Enrique 

Editor : Johan Panjaitan
liga champions manchester city balas dendam psg