AS Roma Vs Real Madrid: Mbappé Bidik Rekor Messi di Olimpico

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:34 WIB
Klyan Mbappe. (psgtalk)
Klyan Mbappe. (psgtalk)

 

Sumutpos.jawapos.com-Stadion Olimpico menjadi panggung pertaruhan besar bagi Kylian Mbappé. Bintang Real Madrid itu berpeluang mencatatkan penampilan ke-100 di Liga Champions saat Los Blancos menghadapi AS Roma. Bukan sekadar mengejar kemenangan, laga ini juga bisa menjadi momen bersejarah bagi penyerang asal Prancis tersebut.

Jika dimainkan, Mbappé berpeluang menorehkan rekor sebagai pemain termuda yang mencapai 100 penampilan di kompetisi elite antarklub Eropa itu. Pada usia 27 tahun 298 hari, ia berpotensi melampaui catatan Lionel Messi yang mencapai angka serupa pada usia 28 tahun 84 hari.

Menariknya, Messi mencatatkan penampilan ke-100 di Liga Champions ketika menghadapi AS Roma di Stadion Olimpico pada September 2015. Kini, lebih dari satu dekade berselang, stadion yang sama berpeluang menjadi saksi lahirnya catatan baru dalam perjalanan karier Mbappé.

Baca Juga: Manchester City Vs PSG: Misi Balas Dendam The Citizens, PSG Bidik Sejarah

Meski demikian, pencapaian individu bukanlah prioritas utama bagi mantan pemain Paris Saint-Germain tersebut. Baginya, kemenangan Real Madrid jauh lebih penting dibandingkan rekor pribadi.

"Mencapai 100 pertandingan di Liga Champions pada usia ini tentu sebuah kehormatan besar dan membanggakan. Namun, rekor pribadi tidak ada artinya jika kami tidak pulang dengan tiga poin. Olimpico selalu menjadi tempat yang sulit bagi tim mana pun," tegas Mbappé dalam konferensi pers prapertandingan.

Pernyataan itu menegaskan fokus Mbappé menghadapi laga yang tidak akan berjalan mudah. AS Roma memiliki dukungan publik sendiri dan rekam jejak kandang yang cukup kuat untuk merepotkan tim sekelas Real Madrid.

Reuni Emosional The Special One

Selain potensi rekor Mbappé, pertandingan ini juga menghadirkan cerita emosional bagi pelatih Real Madrid, José Mourinho. Juru taktik berjuluk The Special One itu pernah menangani AS Roma pada periode 2021–2024 dan meninggalkan kenangan manis bagi pendukung Giallorossi.

Di bawah arahannya, Roma menjuarai UEFA Conference League musim 2021/2022 dan mencapai final Liga Europa 2022/2023. Pengalaman tersebut membuat Mourinho memahami karakter klub, atmosfer Olimpico, serta besarnya dukungan suporter tuan rumah.

Namun, kali ini ia datang dengan misi berbeda. Mourinho harus mengesampingkan kenangan bersama Roma demi membawa Real Madrid meraih hasil maksimal.

"Kembali ke Olimpico selalu memunculkan kenangan emosional bagi saya. Roma adalah klub luar biasa dengan pendukung yang sangat fanatik. Namun, hari ini saya datang sebagai pelatih Real Madrid untuk meraih tiga poin. Kami tahu kualitas strategi yang diusung Gasperini dan ketangguhan Roma di kandang, tetapi kami datang membawa tradisi kemenangan," ujarnya.

Baca Juga: KPK Amankan 14 Orang dalam OTT di BNPB, Sestama Rustian hingga Pihak Swasta Terjaring

Di kubu tuan rumah, Gian Piero Gasperini memiliki pekerjaan besar untuk meredam kekuatan Madrid. Organisasi permainan, intensitas tekanan, dan kemampuan memanfaatkan peluang akan menjadi kunci bagi Roma untuk menghentikan ambisi tim tamu.

Dominasi Madrid, Ancaman Olimpico

Secara statistik, Real Madrid memiliki catatan pertemuan yang lebih meyakinkan. Dari 12 pertemuan sebelumnya di kompetisi Eropa, Los Blancos membukukan delapan kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan.

Madrid juga tercatat selalu menang tanpa kebobolan dalam empat pertemuan terakhir melawan Roma. Catatan tersebut menjadi modal psikologis penting bagi tim tamu, meski statistik masa lalu tidak menjamin hasil serupa pada pertandingan kali ini.

Dominasi Madrid terhadap klub-klub Italia juga terlihat dari torehan 20 kemenangan dalam 22 pertandingan terakhir menghadapi wakil Serie A. Bahkan, Los Blancos disebut mengukir sembilan kemenangan tandang beruntun di Italia.

Namun, Roma punya alasan untuk tetap percaya diri. Stadion Olimpico terbukti menjadi salah satu kekuatan utama mereka. Di bawah asuhan Gasperini, Giallorossi diklaim memenangi delapan dari sembilan pertandingan kandang terakhir di Liga Champions.

Baca Juga: Respons Cepat Dumas, Polres Binjai  Bakar Gubuk Diduga Barak Narkoba

Saat menghadapi klub-klub La Liga di Olimpico, Roma juga hanya menelan dua kekalahan dalam tujuh pertandingan terakhir, dengan tiga kemenangan dan dua hasil imbang.

Catatan lainnya menunjukkan Roma hanya kalah tiga kali dalam 15 pertandingan terakhir di fase liga kompetisi Eropa. Statistik tersebut memperlihatkan bahwa Madrid tidak bisa menganggap lawatan ke ibu kota Italia sebagai formalitas.

Pertarungan ini pun menghadirkan dua kepentingan besar. Mbappé memburu tonggak bersejarah dalam kariernya, sementara Mourinho berusaha membuktikan bahwa tradisi kemenangan Real Madrid tetap menjadi ancaman bagi mantan klubnya.

Di tengah dominasi statistik Los Blancos dan keangkeran Olimpico, satu pertanyaan menjadi daya tarik utama: mampukah Mbappé merayakan rekor bersejarah dengan kemenangan, atau justru Roma yang merusak malam istimewa sang megabintang? (jpg/han)

Perkiraan Susunan Pemain:

ROMA (3-4-2-1): Gollini; Mancini, Ndicka, Hermoso; Molina, Kone, De Roon, Wesley; Dybala, Soule; Malen Pelatih: Gian Piero Gasperini

MADRID (4-2-3-1): Courtois; Dumfries, Konate, Rudiger, Carreras; Valverde, Bernardo; Guler, Bellingham, Vinicius; Mbappe Pelatih: Jose Mourinho

Editor : Johan Panjaitan
real madrid liga champions as roma mbappe rekor