Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Al Masqa, Hadirkan Menu Timur Tengah Khas Qatar

Johan Panjaitan • Kamis, 20 Maret 2025 | 22:00 WIB
Menu khas Timur Tengah dari Qatar, foto: ISTIMEWA/SUMUT POS
Menu khas Timur Tengah dari Qatar, foto: ISTIMEWA/SUMUT POS

SUMUTPOS.CO-Al Masqa, resto pertama yang menyajikan menu khas Timur Tengah dari Qatar, kini hadir di Medan. Nama Al Masqa merupakan singkatan dari Ala Masakan Qatar. Al Masqa juga merupakan nama satu daerah di Qatar.

Menu Timur Tengah menjadi menu favorit, apalagi di saat momen Ramadan. Tak hanya di negara Arab Saudi, Mesir, Lebanon, maupun Turki. Namun, Qatar juga memiliki menu khas, dengan citarasa yang otentik akan rempah-rempahnya.

Di Kota Medan, satu restoran pertama yang membuka beragam menu khas Timur Tengah dari Qatar ada di Al Masqa, yang berada di Jalan Arief Rahman Hakim No 160 Medan. Al Masqa menyajikan kuliner Timur Tengah secara umum. Adapun menu-menu yang disajikan, seperti nasi briyani, nasi mandhi, dan shawarma.

Nur, Owner Al Masqa, menceritakan awal mulanya membuka bisnis restoran ini. Dia menceritakan, pernah bersama keluarga tinggal di Qatar selama 23 tahun. Dia dan almarhum suami, sering menikmati aneka kuliner khas Timur Tengah di sana.

Nur yang memiliki bakat memasak, kerap diminta sang suami untuk memasak tiap kali pulang dari tempat makan. Dia diminta sang suami untuk menduplikat makanan yang baru saja mereka nikmati. Jika ada yang kurang sesuai, maka Nur akan mencari tahu letak kekurangannya, sambil mengulangi lagi masakannya.

"Bapak sering ajak makan kalau di Qatar dulu. Setelah itu, sampai rumah dia suruh untuk mencoba makanan itu untuk dimasak," ungkap Nur.

Sepulangnya ke Indonesia, tepatnya ke Kota Medan, Nur mendirikan Mama Nur Kitchen yang hanya berbasis online. Tapi kemudian dia memutuskan untuk rebranding namanya menjadi Al Masqa (Ala Masakan Qatar), dengan menyediakan tempat untuk dine-in.

Di Al Masqa, punya aturan saat masuk ke resto. Pengunjung harus melepaskan alas kaki, baik sendal maupun sepatu yang dikenakan. Hal ini sebagai bentuk menghargai kebersihan. Saat masuk, pengunjung bakal diberi pilihan antara duduk di sofa, kursi dan meja kayu, atau lesehan.

Kain tenun khas Timur Tengah dengan dominasi warna merah pada sofa dan tempat lesehan, aneka hiasan berwarna emas, serta piring bermotif Mandala warna-warni, memberikan kesan Timur Tengah yang mendalam. Belum lagi pernak-pernik Piala Dunia Qatar 2022 yang penuh memori, terutama bagi para penggemar sepak bola.

Nur mengatakan, untuk menu nasi dari beras basmati, dimasak ala butter rice, dan disajikan dengan potongan besar daging kambing super lembut, ditemani kuah kari tanpa santan dan beberapa potong roti tortilla.

Ada dua cara untuk menikmati kari kambingnya, pertama dicampur ke nasi untuk menghasilkan citarasa yang lebih bold, atau yang kedua dicocol dengan roti tortilla asin, untuk perpaduan rasa yang lebih comforting.

Untuk menu grilled black shawarma dengan ayam, berkisar Rp30 ribu. Shawarma adalah daging panggang yang biasa dimasak dalam bentuk rotisserie vertikal, dan diiris dari luar ketika akan disajikan.
Nah, menariknya lagi ada menu Turkish pizza dengan rasa original, dibanderol Rp10 ribu per porsi regular, dan large Rp15 ribu.

Disebut juga lahmacun, Turkish pizza ini, dibuat dari adonan roti yang ditaburi aneka topping di atas, layaknya pizza pada umumnya. Tapi di sini, bentuk dari Turkish pizza sedikit beda dengan pizza ala barat. Bentuknya agak lonjong dengan ujung yang lebih runcing. Topping yang bisa dipilih juga beragam, dari yang manis hingga yang asin. Satu varian rasanya adalah cheese dan grilled chicken. Tekstur Turkish pizza ini terasa lebih garing.

Selanjutnya ada juga menu karak chai di harga Rp20 ribu. Karak chai atau karak tea adalah minuman hangat yang terbuat dari susu, teh, air, gula, dan kapulaga. Minuman ini konon berasal dari Asia Selatan, tepatnya Pakistan dan India, tapi kemudian menjadi minuman tradisional di Qatar. Resep asli karak chai, menggunakan kapulaga sebagai bumbu, tapi di Al Masqa, mereka menambahkan cengkeh, kayu manis, dan bunga lawang.

Menu minuman lain juga ada jus kurma Rp20 ribu. Minuman dengan khas rempahnya, dengan komposisi hanya susu UHT dan buah kurma yang diblender. Nur berharap, menu-menu kuliner khas Timur Tengah ini, semakin banyak diminati di lidah anak Medan. (mag-2/saz)

Editor : Johan Panjaitan
#khas #kuliner #timur tengah #bulan ramadan