SUMUTPOS.CO-Masjid Jami’ Taqwa Muhammadiyah kembali menggelar serangkaian kegiatan selama Ramadan 1446 Hijriah. Berbagai program yang dilaksanakan, tak hanya bertujuan untuk memakmurkan masjid, tapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah, membina generasi muda Islam, dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Diketahui, masjid yang beralamat di Jalan AR Hakim, Gang Langgar No 8 Medan ini, merupakan masjid yang dikelola oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sukaramai, di bawah Koordinator Majelis Tabligh yang dipimpin Syahru Ramadhan, dan Ketua Badan Kemakmuran Masjid, Afrizal.
"Setiap pagi, usai Salat Subuh, masjid ini rutin mengadakan kajian Islami yang dilaksanakan setiap Jumat, Sabtu, dan Ahad. Kajian ini diisi dengan materi-materi keislaman yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, mendorong jamaah untuk lebih memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara kaffah," ungkap Syahru, Rabu (19/3) lalu.
Syahru juga mengatakan, menjelang Salat Maghrib, Masjid Jami’ Taqwa Muhammadiyah juga menyelenggarakan program berbuka puasa bersama. Setiap harinya, masjid menyediakan takjil dan makan malam untuk berbuka puasa sebanyak 40-50 porsi. Menu takjil dan makanan lainnya diperoleh dari sumbangan para jamaah.
Bagi jamaah yang memberikan sumbangan dalam bentuk uang, pengelola masjid bekerja sama dengan Ibunda ‘Aisyiyah untuk mengelola dana tersebut untuk dijadikan makanan siap saji yang dapat dinikmati oleh jamaah.
"Masjid juga mengadakan program tadarus Quran bagi jamaah yang ingin menghidupkan malam Ramadan. Badan Kemakmuran Masjid turut menyediakan makanan dan minuman untuk para jamaah yang mengikuti tadarus. Minuman tersebut diolah dari bantuan yang diberikan oleh pemerintah setempat, serta sumbangan dari jamaah, seperti gula, susu, dan teh," tuturnya.
Setelah pelaksanaan Salat Isya, masjid mengadakan kajian Islami sebagai pengantar sebelum Salat Tarawih. Kajian ini diisi dengan ceramah keagamaan yang mendalam, memberikan pencerahan bagi jamaah. Selain itu, masjid juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menghafal Alquran dan berdakwah.
"Anak-anak dari SD dan SMP Muhammadiyah Sukaramai sering tampil membawakan kultum (kuliah tujuh menit) sebelum ceramah utama dimulai. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah, yang merasa terhibur dan terinspirasi oleh penampilan generasi muda tersebut," kata Ketua Badan Kemakmuran Masjid, Afrizal.
Masjid Jami’ Taqwa Muhammadiyah juga konsisten dalam menggerakkan program sosial. Satu di antaranya adalah Gerakan Amal Saleh (GAS), yang mengajak jamaah dengan harta berlebih, untuk menyisihkan sebagian rezekinya demi dakwah di jalan Allah Subhanahu wa Taala. Dana yang terkumpul digunakan untuk memakmurkan masjid, memberikan bantuan kepada jamaah yang membutuhkan, serta membantu para siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Di 10 hari terakhir Ramadan, masjid juga gencar mengumpulkan dana infak dan sedekah dari para jamaah. Infak dan sedekah ini khusus diperuntukkan bagi 40-50 anak yatim, yang akan diberikan pada tiga hari menjelang Lebaran. Selain itu, masjid juga membentuk panitia zakat fitrah, fidyah, dan zakat mal untuk dibagikan kepada jamaah yang kurang mampu. Zakat tersebut biasanya diberikan kepada ratusan jamaah di sekitar masjid yang benar-benar berhak menerimanya.
“Kami berharap kegiatan-kegiatan ini dapat mendekatkan diri kita semua kepada Allah Subhanahu wa Taala, sekaligus membangun generasi Islam yang kuat dan berakhlak mulia,” ujar Afrizal.
Dengan berbagai program yang dijalankan, Masjid Jami’ Taqwa Muhammadiyah membuktikan komitmennya, dalam membina umat dan memakmurkan rumah Allah.
"Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat," pungkasnya. (mag-2/saz)
Editor : Johan Panjaitan