TEBINGTINGGI, Sumutpos.jawapos.com-Suasana khidmat menyelimuti Masjid Istiqomah, Jalan Pulau Sumatera, Kelurahan Tualang, Kecamatan Padang Hulu, Sabtu (21/2/2026), ketika Pemerintah Kota Tebing Tinggi menggelar Safari Ramadan 1447 H/2026 M.
Agenda diawali dengan Salat Isya dan dilanjutkan Tarawih berjamaah bersama masyarakat. Namun lebih dari sekadar ritual tahunan, Safari Ramadan kali ini ditegaskan sebagai ruang silaturahmi sekaligus forum serap aspirasi warga.
Kegiatan dihadiri Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih, didampingi Sekretaris Daerah Erwin Suheri Damanik, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Istiqomah.
Dari Mimbar ke Aspirasi Publik
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan Safari Ramadan bukan sekadar agenda simbolik. Ia menyebut kegiatan ini telah menjadi tradisi pemerintah daerah bahkan sebelum dirinya menjabat.
“Melalui Safari Ramadan ini, kita ingin memperkuat silaturahmi sekaligus mendengar langsung masukan masyarakat, baik soal kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga rumah ibadah,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memberi pesan bahwa pemerintah membuka ruang dialog terbuka—termasuk bagi warga kurang mampu yang menghadapi persoalan layanan kesehatan, kepesertaan BPJS, hingga pembiayaan pendidikan anak.
Komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia juga ditegaskan, terutama melalui dukungan bantuan pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. “Sepanjang memenuhi ketentuan dan benar-benar membutuhkan, akan kita upayakan semaksimal mungkin,” kata Wali Kota.
Perhatian untuk UMKM dan Stabilitas Sosial
Selain isu pendidikan dan kesehatan, perhatian diarahkan pada pelaku UMKM agar terus berkembang sebagai penggerak ekonomi lokal. Pemerintah berharap momentum Ramadan menjadi ruang penguatan solidaritas sosial dan stabilitas daerah.
Wali Kota juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah.
“Ramadan adalah momentum memperkuat iman dan ketakwaan. Mari kita isi dengan amal saleh dan menjaga kebersamaan,” pesannya.
Baca Juga: Rp4,9 Miliar untuk Lift Disdik Sumut, BPKAD: Soal Keselamatan atau Prioritas Anggaran?
Tausiyah Ramadan disampaikan oleh Abu Hasyim Siregar yang mengajak jamaah untuk istiqomah memakmurkan masjid dan meningkatkan kualitas ibadah. Ia menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan membentuk ketakwaan dan kepedulian sosial.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan bingkisan tali asih kepada Badan Kemakmuran Masjid (BKM) berupa sarung, gula, kopi, dan bubuk teh. Bantuan simbolis tersebut menjadi penegas bahwa Safari Ramadan tak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga dimensi sosial.
Di tengah suasana Ramadan yang penuh refleksi, Safari Ramadan Pemko Tebing Tinggi hadir sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat—mengikat silaturahmi, membuka ruang dialog, serta meneguhkan komitmen pelayanan publik yang lebih responsif dan berkeadilan.(mag-3/han)
Editor : Johan Panjaitan