Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kenali 8 Bahasa Tubuh yang Bisa Mengungkap Kebohongan Seseorang

Johan Panjaitan • Senin, 1 September 2025 | 11:45 WIB
ilustrasi: Bahasa tubuh bisa langsung mengungkap kebohongan seseorang.(Freepik)
ilustrasi: Bahasa tubuh bisa langsung mengungkap kebohongan seseorang.(Freepik)


Sumutpos.jawapos.com-Kata-kata bisa menipu, tetapi bahasa tubuh jarang berbohong. Mendeteksi kebohongan bukan sekadar menjadi detektif dadakan yang menantang setiap ucapan seseorang. Lebih dari itu, ini soal memperhatikan sinyal-sinyal non-verbal yang diam-diam mengungkap niat dan perasaan sebenarnya.

Dalam dunia komunikasi, perbedaan antara apa yang dikatakan dan apa yang diperlihatkan bisa menjadi jendela menuju kebenaran. Dikutip dari geediting.com, ada delapan isyarat bahasa tubuh yang dapat membantu Anda mengenali seorang pembohong:

1. Ekspresi wajah yang terlalu dikontrol

Pembohong sadar bahwa wajah mereka sedang diamati. Maka, mereka sering berusaha mengendalikan ekspresi wajah secara berlebihan, yang justru menghasilkan mikro-ekspresi — gerakan wajah kecil dan spontan yang mengungkapkan emosi sebenarnya.

Tips: Perhatikan ketidaksesuaian antara ekspresi wajah dan kata-kata yang diucapkan.

2. Gerakan tubuh yang tidak konsisten

Seseorang yang berbohong sering kali tidak selaras antara gerakan tubuh dan ucapan. Mungkin mereka terlihat gelisah, sering berpindah posisi, atau gerakan tangan tidak mendukung kata-kata mereka.

"Saat tubuh berkata tidak, tapi mulut berkata ya — percayalah pada tubuh."

3. Menyentuh atau menutupi mulut

Gerakan menyentuh mulut secara berulang adalah refleks bawah sadar untuk "menahan" kebohongan keluar. Ini adalah perilaku primitif yang juga terlihat pada hewan.

4. Kedipan mata yang cepat

Saat seseorang berbohong, tingkat stres meningkat, dan itu tercermin dari frekuensi kedipan mata yang meningkat. Ini adalah respon biologis terhadap tekanan saat menyusun kebohongan. Namun, jangan langsung menuduh seseorang berbohong hanya karena matanya kering atau sedang alergi.

5. Senyum yang dipaksakan

Senyuman palsu biasanya hanya melibatkan otot mulut, sementara senyum tulus (Duchenne smile) melibatkan otot sekitar mata. Kurangnya “cahaya” di mata saat tersenyum bisa menjadi tanda bahwa senyum tersebut hanya kamuflase. Lihat ke mata, bukan hanya ke bibir.

6. Postur tubuh yang defensif

Posisi tangan menyilang, tubuh menjauh, atau bahu menegang bisa menjadi tanda bahwa seseorang merasa tidak nyaman atau sedang menyembunyikan sesuatu. Bahasa tubuh yang defensif sering muncul saat seseorang merasa "terpojok" oleh kebenaran. Perlindungan fisik bisa mencerminkan perlindungan psikologis.

7. Terlalu banyak mengangguk

Mengangguk adalah sinyal persetujuan. Tapi jika dilakukan secara berlebihan, bisa menjadi cara untuk mencoba terlalu keras meyakinkan orang lain (dan diri sendiri) tentang suatu kebohongan. Nodding yang berlebihan bisa menjadi tanda kompensasi emosional.

8. Diam atau ragu yang tidak wajar

Kebohongan membutuhkan waktu untuk dirangkai. Maka, jeda yang tidak biasa atau keraguan dalam menjawab pertanyaan sederhana bisa menunjukkan bahwa seseorang sedang menyusun cerita — bukan menceritakan fakta.(han)

Editor : Johan Panjaitan
#Mendeteksi #berbohong #perasaan #sinyal #bahasa tubuh