Sumutpos.jawapos.com-Dalam menjalin hubungan, banyak perempuan bertanya-tanya: "Apa yang sebenarnya terjadi dalam pikiran pasangan saya?" Tanpa disadari, beberapa perilaku atau kebiasaan yang dianggap biasa saja ternyata bisa menciptakan jarak dengan pasangan.
Dilansir dari sudut pandang psikologi, berikut ini tujuh hal yang sering dilakukan perempuan dalam hubungan yang secara perlahan bisa mendorong pria menjauh. Artikel ini bukan untuk menyalahkan, tapi sebagai upaya memahami dinamika hubungan secara lebih mendalam.
1. Terlalu Banyak Berkomunikasi
Komunikasi memang penting, tapi segala sesuatu yang berlebihan bisa berdampak negatif. Ketika perempuan terus-menerus menghubungi pasangan, menginginkan diskusi tentang semua hal kecil, ini bisa terasa menyesakkan.
Menurut psikologi, over-communication dapat memberi sinyal tidak langsung bahwa ada masalah kepercayaan atau kurangnya ruang pribadi. Ini bisa menimbulkan tekanan yang akhirnya menjauhkan pasangan secara emosional.
2. Menghindari Konflik
Banyak yang berpikir menghindari konflik berarti menjaga kedamaian. Namun kenyataannya, menahan diri untuk tidak membicarakan masalah bisa membuat hubungan tidak berkembang secara emosional.
Konflik yang sehat penting untuk saling memahami dan tumbuh bersama. Saat masalah tidak dibahas, pasangan bisa merasa tidak didengarkan atau bahkan tidak penting.
3. Mengabaikan Perawatan Diri (Self-Care)
Dalam usaha menjadi pasangan yang baik, banyak perempuan melupakan pentingnya merawat diri sendiri. Padahal, kurangnya self-care dapat membuat pasangan merasa terbebani atau melihat adanya ketidakseimbangan dalam hubungan.
Menjaga diri bukan egois—itu adalah bentuk cinta terhadap diri sendiri. Dan itu menarik.
4. Kurang Mengapresiasi Usaha Pasangan
Penelitian dalam Journal of Personality and Social Psychology menunjukkan bahwa pria cenderung merasa kurang puas dalam hubungan jika merasa tidak dihargai.
Pengakuan sederhana seperti mengucapkan terima kasih bisa membuat perbedaan besar. Saat usaha mereka tidak diapresiasi, pasangan bisa merasa diabaikan dan tidak penting.
5. Terlalu Banyak Mengkritik
Ada perbedaan besar antara kritik membangun dan sikap terlalu kritis. Kritik terus-menerus bisa mengikis kepercayaan diri pasangan, bahkan jika niatnya baik.
Psikolog Sigmund Freud menyebutkan bahwa saat kita mencintai, kita jadi sangat rentan terhadap penderitaan—dan kritik yang tajam bisa sangat menyakitkan dalam konteks hubungan.
6. Berusaha Mengubah Pasangan
Perempuan seringkali ingin “membantu” pasangan menjadi versi terbaiknya, tapi ini bisa disalahartikan sebagai upaya mengubah mereka. Ini bisa memberi kesan bahwa mereka tidak cukup baik sebagaimana adanya.
7. Membandingkan dengan Orang Lain
Perbandingan adalah racun dalam hubungan. Psikolog Leon Festinger mengatakan bahwa membandingkan adalah akar dari perilaku kompetitif, dan dalam hubungan, ini bisa menimbulkan rasa tidak cukup dan kekecewaan.
Pasangan ingin dihargai karena keunikan mereka. Ketika terus dibandingkan, mereka merasa kehilangan nilai dalam hubungan.(han)
Editor : Johan Panjaitan