Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Gen Z Disebut “Canggung dan Dingin”? Pengakuan Jujur Ini Bikin Heboh!

Johan Panjaitan • Rabu, 18 Februari 2026 | 09:45 WIB
ILUSTRASI: Generasi Z (Gen Z) dinilai  semakin kehilangan kemampuan untuk bersosialisasi, meski mampu kuasi teknologi. (FREEPIK)
ILUSTRASI: Generasi Z (Gen Z) dinilai semakin kehilangan kemampuan untuk bersosialisasi, meski mampu kuasi teknologi. (FREEPIK)

Sumutpos.jawapos.com-Generasi Z selama ini dikenal sebagai generasi paling cerdas teknologi, paling vokal, dan paling cepat beradaptasi. Tapi di balik semua itu, muncul kritik tajam yang bikin banyak orang terkejut: mereka dinilai semakin kehilangan kemampuan bersosialisasi.

Yang lebih mengejutkan, kritik ini justru datang dari sesama Gen Z sendiri.

Dilansir dari laman yourtanggo, seorang kreator konten bernama Halina mengungkapkan keresahannya setelah mengalami langsung fenomena tersebut saat kuliah di Michigan State University. Menurutnya, banyak anak muda seusianya terlihat kaku, canggung, bahkan seperti takut berinteraksi.

Ia menceritakan pengalaman sederhana: mencoba mengajak ngobrol orang yang duduk di sebelahnya di kelas. Alih-alih merespons santai, orang itu justru terlihat gelisah dan seolah takut dinilai hanya karena berbicara dengan orang asing.

“Bukan harus jadi sahabat, tapi ngobrol itu normal,” katanya. “Sekarang justru terasa aneh.”

Generasi Paling Cemas?

Fenomena ini ternyata punya akar yang lebih dalam. Studi dari Harmony Healthcare IT mengungkap fakta mencengangkan: lebih dari separuh Gen Z mengaku merasa cemas setiap hari.

Mereka memikirkan banyak hal sekaligus—masa depan, uang, pekerjaan, hubungan, bahkan sekadar bersosialisasi.

Psikolog Janeé Steele dari National Social Anxiety Center menjelaskan bahwa orang dengan kecemasan sosial sering takut dinilai atau dipermalukan. Akibatnya, mereka memilih diam, menghindar, dan menarik diri.

Lama-lama, ini membuat interaksi sederhana terasa seperti beban besar.

Ponsel Jadi Tersangka Utama

Selain kecemasan, ada satu “biang kerok” lain yang sering disebut: ponsel.

Peneliti dari Massachusetts Institute of Technology, Sherry Turkle, menyebut penggunaan gadget berlebihan bisa membuat orang kesulitan membangun hubungan nyata. Interaksi digital yang terus-menerus membuat sebagian orang lebih nyaman menatap layar daripada menatap wajah orang lain.

Faktanya, banyak Gen Z mengaku panik saat baterai ponsel hampir habis atau internet mati. Kondisi ini menciptakan ketergantungan yang perlahan menggerus kebiasaan berbicara langsung.

Bukan Sekadar Canggung, Tapi Bisa Bahaya

Masalah ini bukan cuma soal susah basa-basi. Dampaknya bisa lebih serius, terutama saat Gen Z mulai masuk dunia kerja. Kemampuan berkomunikasi, bergaul, dan membangun relasi jadi kunci penting untuk bertahan.

Jika kebiasaan diam, dingin, dan tertutup terus terbawa, banyak yang khawatir generasi ini akan kesulitan menghadapi realitas sosial di kehidupan nyata.

Di tengah dunia yang makin digital, ironi pun muncul: generasi yang paling terkoneksi justru mulai kehilangan koneksi paling dasar—berbicara dan merasa nyaman dengan sesama manusia.(han)

Editor : Johan Panjaitan
#generasi z #keterampilan #canggung