KARO, SUMUTPOS.CO - Kepedulian terhadap bencana erupsi Gunung Sinabung, menarik simpati Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Terbukti, perwakilan PBB yang diketuai Douglas Brederick, mengunjungi Karo.
Dalam kunjungan itu, digelar pertemuan dengan Pemkab Karo guna mengumpulkan berbagai masukan untuk bantuan di ruang rapat Bupati Karo Kabanjahe. Turut hadir dalam rapat tersebut Asisten Pemerintahan Suang Karo-karo dan perwakilan SKPD di lingkungan Pemkab Karo.
Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH mengatakan saat ini Pemkab Karo menghadapi empat masalah terkait penanganan Sinabung yaitu masalah debu Sinabung, lahar dingin dari Sinabung yang dapat menerjang desa-desa di sekitar Gunung Sinabung, masalah pengungsi/evakuasi pengungsi jika terjadi letusan yang lebih besar dan relokasi pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung.
Pemerintah Pusat dan Pemkab Karo telah berupaya untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi seperti sandang dan pangan. Penanganan pengungsi adalah fokus utama pemerintah. Saat ini pemerintah juga sudah merelokasi warga 3 desa yang berada di radius 3 km dari Gunung Sinabung ke Siosar. Ada 370 rumah yang dibangun dan hampir selesai. Kemudian akan dilakukan relokasi tahap ke dua yang diharapkan akhir Desember ini sudah selesai. Tugas Pemkab Karo mensosialisasikan relokasi ini dan memastikan agar selesai tepat waktu.
Beberapa waktu yang lalu, Pusat telah mengadakan pertemuan dengan Pemprovsu dan Pemkab Karo untuk percepatan penanganan dan oleh Presiden Jokowi akan dibentuk tim penanganan Sinabung yang dipimpin oleh Panglima atau perwakilan dari Pemprovsu dan akan dibuat dalam peraturan seperti Keppres atau peraturan lainnya. Pembuatan tim ini dilakukan mengingat Pemkab Karo tidak mampu menangani masalah Sinabung.
Bupati Karo berharap kedatangan perwakilan PBB yang mau datang berkunjung ke Kabupaten Karo dapat membantu Pemkab Karo dalam penanganan erupsi Gunung Sinabung. Secara khusus, Terkelin meminta bantuan dari perwakilan PBB terkait pembuatan jalan jalur evakuasi dari Karo ke Langkat yang melalui taman nasional Gunung Lauser.
Pemkab Karo sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Langkat dan melakukan penandatanganan MoU terkait pembuatan jalur evakuasi dan tidak akan melakukan pembangunan selain jalan. Hal ini penting dilakukan karena beberapa desa di kaki Gunung Sinabung jika Sinabung meletus tidak bisa dievakuasi ke Kabanjahe karena melewati Gunung dan harus dievakuasi ke Langkat karena lebih dekat.
Namun permintaan pembuatan jalan jalur evakuasi dari Karo ke Langkat tidak disetujui oleh Pemerintah Pusat karena Taman Nasional Gunung Leuser sudah diakui sebagai taman nasional dan harus sepengetahuan internasional. Selain itu, pusat juga takut jika dibuka jalan, maka akan dilakukan perambahan hutan oleh para penduduk dan masalah-masalah lainnya.
Untuk itu, Terkelin berharap perwakilan PBB dapat membantu Pemkab Karo dalam pembuatan izin jalan jalur evakuasi Karo ke Langkat. Demikian juga untuk penanganan korban erupsi Sinabung, diharapkan PBB dapat membantu mengingat Karo membutuhkan tenaga-tenaga ahli yang dapat membantu Karo dalam menanganan para pengungsi seperti pemberian motivasi dan lain sebagainya.
Sementara itu Kordinator Perwakilan PBB untuk Indonesia Douglas Brederick menjelaskan, kehadiran mereka di Karo guna membicarakan kerja sama terkait program yang dapat dilakukan PBB. Kunjungan ini akan dimanfaatkan untuk mengumpulkan data-data dengan menemui sejumlah pihak dan berkunjung serta melihat sejauh mana program-program yang sudah berjalan.
Selain itu meminta masukan dari masyarakat apa yang harus dikerjakan sehingga dapat diketahui apa saja yang dibutuhkan untuk penanganan penungsi. “Saya akan bekerja cepat untuk membantu menangani masalah yang ada di Karo seperti pemberian program berupa pelatihan-pelatihan bagi para pengungsi, sehingga mereka dapat memulai kehidupan yang baru. Kami ingin mendapatkan informasi lebih lanjut dan melihat pekerjaan yang sudah dilakukan pemerintah. Kami akan berkonsentrasi untuk pemulihan kehidupan pengungsi," ujar Douglas.
Usai mengadakan pertemuan dengan Bupati Karo, Douglas beserta rombongan didampingi Dinas Pertanian, Bappeluh dan BPBD Kabupaten Karo mengadakan peninjauan ke Siosar dan lokasi-lokasi lainnya.
Sementara, hasil pengamatan visual Gunung Sinabung sejak pukul 06.00-12.00, terlihat cuaca cerah, angin sedang dan kencang bergerak ke arah timur dan tenggara. Sementara suhu udara berkisar 18 - 21 derajat celcius. Puncak Gunung Sinabung terselimuti kabut dan hujan gerimis.
Gempa seismik masih terjadi sebanyak 20 kali guguran dengan Amplitudo 6 hingga 1000 millimeter dengan lamanya gempa berkisar 20 hingga 150 detik. 2 kali gempa Hybrit, dengan Amplitudo 25 millimeter, dengan lama gempa 15 - 18 detik.
Juga terjadi 1 kali gempa Tektonik jauh, dengan Amplitudo 1 millimeter, dengan lama gempa 85 detik, Sementara Tremor Amplitudo 0,5 hingga 2 millimeter, dengan dominan Amplitudo 0,5 millimeter. Seputaran kawan gunung mengalami Nois angin kencang.(cr8/trg) Editor : Admin-1 Sumut Pos