Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kapal PLTGU asal Turki Buat Sumut Surplus 212 MW

Admin-1 Sumut Pos • Senin, 22 Mei 2017 | 10:46 WIB
Photo
Photo
Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Kapal Karadeniz Powership Onur Sultan, kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) bersandar di dermaga PLTGU, di Belawan, Medan, Sumatera Utara, Minggu (21/5). Kapal pembangkit listrik yang disewa dari Turki dengan panjang 300 meter dan lebar 46 meter berkapasitas 240 MW tersebut, diharapkan mampu meningkatkan pasokan listrik di wilayah Sumbagut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO - Persoalan krisis listrik di Sumatera Utara (Sumut) mulai ada jawaban. PT PLN (Persero) menyewa Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) dari Karadeniz Powership Onur Sultan, Turki selama lima tahun. Kapal listrik seluas tiga kali lapangan bola kaki memiliki kapasitas 240 Megawatt (MW) sudah bersandar pada Minggu (21/5) pukul 10.35 dan akan mulai dioperasikan pada pertengahan Juni 2017.


Keluhan masyarakat terhadap byarpet (pemadaman listrik, Red) di Sumut bertahun-tahun. Untuk menjawab keluhan itu, PT PLN (Persero) mendatangkan kapal ‘listrik’ sepanjang 295,82 meter dengan lebar 46 meter, kapal tersebut akan menjadi satu penyelamat krisis listrik. Kapal yang sudah tiba pada Jumat (19/5) diperairan Belawan, akhirnya ditarik ke dermaga khusus milik PLN di Pulau Naga Putri Sicanang, Belawan.


Warga yang mendengar kedatangan kepala listrik atau genset apung raksasa tersebut menyambutnya dengan antusias. Mereka pun berharap listrik di Sumut tidak lagi terjadi padaman.


Untuk menunggu kehadiran kapal listrik tersebut, warga sudah menunggunya sejak Pukul 06.00 WIB di sepanjang bibir pantai Sungai Nonang Belawan. Saat melintas, sekira pukul 10.00 warga pun bersiap-siap menggenggam telepon selular berkamera, untuk mengambil gambar kapal listrik.


"Besar kali kapalnya, baru ini kapal besar begini masuk di Belawan," kata Maman (42) warga Jalan TM Pahlawan, Medan Belawan, Minggu (21/5).


Maman mengaku, kabar tibanya kapal raksasa sudah sebulan terakhir ini diketahui warga. Hanya saja, warga tidak tahu kapan dioperasikan genset apung (kapal listrik, Red) yang disewa PT PLN (Persero) selama 5 tahun. “Semoga listrik tidak padam lagi. Kalau padam juga, berarti memang PLN yang tak mampu mengelola listrik,” ujarnya.


Warga lainnya, Sri Ningsih (36) warga Sicanang, Medan Belawan mengatakan, bersyukur dengan adanya tambahan pasokan daya listrik dari kapal listrik ke masyarakat. “Kami hanya minta listrik ke rumah kami tidak mati, dan gak padam lagi. Semoga kapal besar ini bisa mengaliri listrik ke rumah-rumah warga, PLN jangan mati-matikan listrik lagi ya,” harapnya sambil selfie. “Semoga ada kenang-kenangan dengan selfie gini," tambanya sambil senyum-senyum.


Kapal listrik berbobot 90.084 ton itu ditarik dari lampu satu menuju dermaga PLN, proses penarikkannya  membutuhkan waktu sekitar 4 jam dengan dikawal 7 unit kapal toag bout serta kapal patroli Syahbandar. Hasilnya, kapal listrik berkapasitas 240 MW buatan tahun 2001 ini berlangsung sukses.


Guna menyambut Bulan Suci Ramadan, PT PLN serius bangkit dari krisis listrik. Seperti disampaikan Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Amir Rosidin mengatakan, MVPP Marine Vessel Power Plant (MVPP) Karadeniz Powership Onur Sultan, Turki yang ditunggu-tunggu masyarakat Medan telah bersandar di dermaga PLTGU Belawan, Medan, Minggu (21/5) pukul 10.30 WIB.  MVPP yang akan mengalirkan daya sebesar 240 MW ini sebagai bentuk upaya PLN dalam meningkatkan pasokan listrik untuk kebutuhan daya pada sistem kelistrikan di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).




Photo
Photo
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
KAPAL LISTRIK_Kapal Karadeniz Powership Onur Sultan, kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) bersandar di dermaga PLTGU, di Belawan, Medan, Sumatera Utara, Minggu (21/5). Kapal pembangkit listrik yang disewa dari Turki dengan panjang 300 meter dan lebar 46 meter berkapasitas 240 MW tersebut, diharapkan mampu meningkatkan pasokan listrik di wilayah Sumbagut.

Dia menyebutkan, kapal asal Turki tersebut, Jumat lalu (19/5) telah berada di perairan Indonesia sekitar 15 mil dari posisi sandarnya. Kapal MVPP Karadeniz Powership Onur Sultan memiliki mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) buatan Wartsila berkapasitas 18,81 MW/unit dengan jumlah total 24 unit dan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 2x15 MW.


Amir menjelaskan, salah satu kelebihan MVPP ini adalah memiliki kemampuan dual fuel yang dapat menggunakan bahan bahar minyak (BBM) jenis Heavy Fuel Oil (HFO) dan juga bahan bakar gas (BBG). Selain itu, kapal pembangkit listrik yang disewa PLN selama 5 tahun ke depan ini memiliki beberapa kelebihan lain, mulai dari tidak membutuhkan lahan untuk membangun, mobilitas dan relokasi cepat, fleksibilitas dalam penggunaan bahan bakar, konsumsi bahan bakar lebih hemat, tingkat produksi limbah relatif rendah, dan pengaruh kebisingan terhadap masyarakat relatif lebih rendah.


"Dengan hadirnya kapal pembangkit listrik ini merupakan solusi cepat untuk pemenuhan kebutuhan listrik sambil menunggu pembangkit permanen dibangun. MVPP ini akan menambah keandalan sistem kelistrikan Sumbagut dengan kapasitas daya 240 MW, dimana kapasitas ini dapat ditingkatkan hingga 480 MW," sebutnya.


Dia menyatakan, MVPP ini dijadwalkan untuk sinkron dengan sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara pada Kamis mendatang (1/6) serta ditargetkan resmi beroperasi (Commercial Operation Date/COD) pada minggu kedua Juni 2017. “Dengan masuknya tambahan daya 240 MW dari MVPP, nantinya daya mampu sistem Sumbagut dapat 2.287 MW dengan perkiraan beban puncak tertinggi yang mencapai 2.075 MW. Hal ini membuat sistem Sumbagut memiliki cadangan daya sekitar 212 MW,” pungkasnya.


Sementara itu, untuk menyalurkan listrik dari kapal ke pembangkitan dan selanjutnya dibagi ke setiap wilayah untuk disalurkan ke rumah-rumah warga, Deputy Manager Hukum dan Humas PLN Pembangkit Sumatera Bagian Utara, Binharun Nababan menerangkan, listrik dari kapal akan disalurkan melalui dua tower yang jaraknya sekitar 100 meter dari kapal. “Tower di bangun di darat, dan selanjutnya dialirkan ke pembangkitan di Sicanang. Setelah itu dibagikan ke seluruh Sumut,” katanya.


Sedangkan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) HT Erry Nuradi menyambut baik kedatangan MVPP asal Turki. Kehadiran kapal pembangkit listrik dari Turki ini dinilai dapat mengatasi masalah byarpet yang selama ini sering menimpa masyarakat.


"Kapal ini satu bulan yang lalu kita jemput ke Istambul, Turki untuk berangkat menuju Medan. Sekarang sudah sampai sesuai jadwal di Pelabuhan Belawan," ujarnya.


Menurutnya kehadiran Kapal Pembangkit Listrik dengan ukuran tiga kali panjang lapangan sepak bola itu, akan mampu mengatasi masalah kekurangan pasokan listrik yang ada di Sumut. Sebagaimana diketahui, kebutuhan daya listrik di masyarakat yang semakin bertambah, tentu menjadi beban bagi perusahaan listrik negara (PLN) untuk mencari sumber energi selain yang sudah ada.


"Dengan kapasitas 240 Megawatt, tentu defisit listrik kita bisa diatasi. Akhirnya pemadaman bergilir selama ini yang sangat meresahkan, kita harapkan tidak terjadi lagi, karena sudah ada tambahan pasokan," sebutnya.


Gubernur juga memaklumi jika masih terjadi pemadaman karena masalah teknis atau hal yang tidak diduga sebelumnya. Dicontohkannya seperti bencana alam, kerusakan teknis pembangkit yang waktunya kemungkinan tidak terlalu lama dan dapat diprediksi.


"Ya kalau padamnya tidak seperti dulu, tiga kali sehari, seperti makan obat. Dengan adanya tambahan pasokan ini, kita berharap itu tidak terjadi lagi. Kecuali mungkin ada hal yang sifatnya teknis seperti kerusakan atau bencana alam," sebut Erry.


Dirinya pun meyakini sekaligus berharap agar Sumut tidak lagi mengalami defisit listrik. Apalagi saat ini, beberapa investor baik luar maupun dalam negeri telah menyampaikan ketertarikannya berinvestasi di Sumut bidang kelistrikan.




Terpisah, Kepala Humas Syahbandar Pelabuhan Belawan, Wasfina menjelaskan, besarnya kapal listrik, maka selama proses pergerakan kapal, sepanjang kawasan alur pelayaran perairan Belawan ditutup.  “Alur ditutup sementara, hingga kapal listrik selesai sandar di dermaga PLN. Setelah itu dibuka lagi,” katanya.


Penutupan alur pelayaran menyebabkan sejumlah kapal komersil baik yang datang maupun keluar pelabuhan Belawan, tertahan berjam-jam lamanya. Sebuah kapal asing asal India yang hendak melanjutkan pelayaran keberangkatannya tertunda. "Kapal listrik inikan besar, jadi alur harus dikosongkan dan rambu laut dibuka. Kapal ikan nelayan saja dilarang lewat," ujarnya.


Corporate Secretary PT Pelindo I, Muhammad Eriansyah mengatakan, dalam proses sandar kapal pelindo telah menyiapkan pelayanan pemanduan 7 unit kapal tunda, 3 orang personil pilot pandu dan penyiapan alur.


"Kita juga memastikan kesiapan proses pelayanan kapal melalui koordinasi dan supervisi dengan pihak Syahbandar dan  Otoritas Pelabuhan," papar, Eriansyah.


Untuk sarana prasarana di lapangan juga menjadi faktor penting, agar pelayanan proses sandar kapal ini berjalan lancar tanpa mengalami hambatan apapun. "Pengecekan prasarana maupun kesiapan pekerja jadi faktor penting, agar pelayanan kapal dapat berjalan lancar dan efisien," terangnya. (ila/rul/bal/ril) Editor : Admin-1 Sumut Pos
#Kapal PLTGU asal Turki #Marine Vessel Power Plant #krisis listrik diSumut #genset apung raksasa