Akibatnya, 3 orang dalam satu keluarga tewas dan 6 mobil dilaporkan tertimpa material longsor, sedangkan satu mobil berisi satu keluarga hanyut terseret arus sungai.
Berdasarkan data dihimpun Sumut Pos, longsor terjadi di tiga lokasi tersebut, masing-masing berada di Km 25 Desa Pagaran Pisang, Kecamatan Adiankoting, Km 30 Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting dan Km 31 Desa Pagaran Lambung 1, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Taput.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, kejadian berawal ada longsoran kecil di depan, sehingga mengakibatkan antrean kendaraan. Longsor susulan terjadi lebih besar dan menghempas kendaraan yang mengantre itu.
Akibat peristiwa ini, lanjut Hadi, 1 unit mobil terhempas ke sungai sedalam 20 meter, 3 orang meninggal dunia di dalam mobil, yakni sepasang suami dan istri serta 1 anak laki-laki berusia 1,5 tahun.
“Tadi malam sudah diserahkan kepada keluarganya dan dibawa ke Nias. Juga 2 orang terluka, 1 orang laki-laki dewasa pemilik rumah mengalami patah pada paha kanan dan 1 orang laki-laki penumpang mobil minibus mengalami patah pada tangan kanan,” bebernya.
Hadi memaparkan, sejak Minggu, 4 Februari 2024, pukul 08.00 WIB, telah dilakukan evakuasi kendaraan yang masuk ke jurang dan membersihkan jalan dari material batu serta tanah.
“Kegiatan tersebut masih berlangsung sampai sekarang (Minggu siang, Red). Lalu lintas berjalan dengan sistem buka-tutup,” imbuhnya.
Material longsor, sambung Hadi, sudah bisa dibersihkan oleh Polisi, TNI, BPBD dan Masyarakat. Akses ruas jalan sudah normal.
“Polisi lalu lintas masih berjaga-jaga sembari mengatur arus lalu lintas, karena jalanan aspal masih ada beberapa titik yang masih ada tanahnya dan kondisinya masih licin,” ujarnya.
Sebelumnya, Kapolres Taput AKBP Erni Sitinjak mengatakan, 3 orang meninggal itu merupakan satu keluarga yang berada di dalam mobil Suzuki Ertiga.
Ketiga korban tewas dalam satu keluarga itu, masing-masing Levianus Gea (27), istrinya Nirawati (30) dan anak mereka, Anselim Brilian Gea (1,4 tahun). Seluruh korban tewas, merupakan warga Jalan TB. Simatupang, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.
Sedangkan 7 mobil tersebut, yaitu truk fuso, Mitsubishi L300 dengan Nomor Polisi BK 8077 TC, Mobil Toyota Avanza warna merah nomor polisi BB 1955 DD, 2 unit mobil Toyota Avanza warna hitam, mobil Suzuki Ertiga warna hitam.
Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing mengungkapkan, pihaknya menerima laporan atas bencana alam itu, langsung turun melakukan pencarian dan evakuasi korban di lokasi tersebut.
“Longsor menimpa 6 unit mobil yang sedang melintas. Satu unit mobil terseret ke sungai mengakibatkan 3 orang penumpang di dalamnya meninggal dunia,” ucap Walpon Baringbing saat dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (4/2).
Walpon mengungkapkan, untuk ketiga korban meninggal dunia sudah berhasil dievakuasi dan di bawa ke rumah sakit terdekat. “Tim gabungan TNI/Polri bersama BPBD Taput, SAR, warga sekitar masih tengah melakukan pembersihan di lokasi bencana longsor,” tandas Walpon.
Sedangkan untuk menanggulangi longsor dan mengevakuasi mobil dari lokasi kejadian, sebanyak 2 unit alat berat milik Pemkab Taput, dan Tapteng dikerahkan didampingi petugas kepolisian hingga akhirnya pukul 23.00 WIB dapat dievakuasi serta mobil yang terseret ke sungai,” ujarnya.
Saat ini, lanjutnya, arus lalulintas masih tetap satu arah karena jalan timbunan tanah longsor masih sepenuhnya belum bersih.
Longsor ini terjadi diakibatkan curah hujan yang saat tinggi mulai siang hingga malam hari.
Terpisah, Humas Kantor Basarnas Medan, Sariman Sitorus menjelaskan terkait longsor di Taput, Operasi SAR telah dilakukan oleh personel dr Pos SAR Sibolga dan Basarnas Nias.
“Telah mengevakuasi 3 korban dalam keadaan meninggal dunia. Saat ini operasi SAR telah ditutup dan kendaraan sudah bisa melintas,” ujar Sariman.
Cuaca Sumut Alami Peralihan
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, pada Februari 2024, curah hujan lebih rendah dibandingkan Januari 2024. Karena beberapa di wilayah sumatera utara (Sumut) ada beberapa zom yang sudah di bawah 50mm di das II.
“Saat ini bisa dikatakan wilayah Sumut statusnya masih musim hujan, bisa juga dibilang musim peralihan menuju ke kemarau,” ujar Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Utami Al Khairiyah kepada Sumut Pos di Medan, Minggu (4/2).
Sedangkan wilayah Kota Medan diprakirakan untuk sepekan ke depan, kondisinya berawan dan masih mengalami potensi hujan ringan-sedang pada sore hingga malam hari.
“Ini disebabkan, wilayah Sumut saat ini masih ada gangguan cuaca berupa belokan angin dan konvergensi, terutama potensi hujan lebat di wilayah lereng barat, pantai barat dan sebagian pegunungan di Sumut,” katanya.
Sedangkan suhu udara wilayah perkotaan di predksi sepekan ke depan 24-33 derajat Celcius dan pegunungan 17-29 deeajat Celcius.
“Masyarakat diimbau tetap waspada, karena cuaca bersifat dinamis atau berubah-ubah. Jadi perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang dapat mengakibatkan genangan, banjir, ataupun tanah longsor,” imbaunya. (gus/des/dwi/ila) Editor : Redaksi