DAIRI, SUMUTPOS.CO- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi tetapkan harga eceran tertinggi (HET) Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram bersubsidi.
Penetapan kenaikan HET itu sesuai jarak desa dengan depot atau SPBE mulai Rp500-Rp2000 per tabung.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Dairi, Lipinus Sembiring melalui Andi Nathanael Ginting, Sabtu (9/3/2024), membenarkan penyesuaian harga dimaksud.
" Dimana kenaikan biaya operasional pendistribusian LPG 3 Kg, telah 7 tahun tidak mengalami perubahan sejak tahun 2017," katanya.
Disebutkannya, kenaikan itu tertuang pada Keputusan Bupati Dairi, Nomor : 79/500.10.7.6/III/2024 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 kg di Kabupaten Dairi tertanggal 8 Maret 2024.
Penyesuaian HET dengan pertimbangan jarak tempuh, kondisi dan geografis jalan, maka HET LPG 3 kg naik sebesar Rp500 dari sebelumnya Rp17.000 menjadi Rp 17.500 pada titik terdekat, serta pada titik tersulit dan terjauh naik sebesar Rp2.000 dari Rp18.000 menjadi Rp20.000.
Usulan penyesuaian HET LPG 3 kg sudah disampaikan oleh Hiswana Migas sejak tanggal 24 Februari 2023 kepada Pemkab Dairi, dimana permohonan itu disesuaikan setelah melalui pembahasan intens sepanjang semester II 2023.
Serta telah terbitnya Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/546/KPTS/2023 tanggal 10 Juli 2023 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram di Provinsi Sumatera Utara.
Hal itu untuk mempertimbangkan kenaikan yang tidak memberatkan masyarakat dan biaya operasional yang membantu agen dalam menyalurkan LPG 3 Kilogram secara merata di seluruh wilayah Dairi. Usulan ini baru dapat dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten Dairi pada awal Maret 2024.
Penyesuaian HET itu, untuk meminimalisir praktik penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi serta bisa menjaga kondusifitas dan kelancaran distribusi gas bersubsidi.
Dimana disparitas harga dengan kabupaten terdekat, seperti Kabupatan Samosir dengan rentang HET Rp 19.800,– Rp 21.800,-. Pakpak Barat dengan rentang HET Rp 20.050,- – 25.450, Aceh Tenggara dengan HET sebesar Rp 19 ribu, Aceh Selatan sebesar Rp 23 ribu.
"Disparitas harga tersebut, akan berakibat pada permasalahan seperti kuota gas elpiji 3 kg, untuk Dairi bisa diambil oleh kabupaten lain yang menyebabkan kelangkaan," katanya.
Dengan penyesuaian itu, agen harus mendirikan pangkalan minimal 1 pangkalan perdesa, untuk meminimalkan praktik penjualan tidak resmi di warung/ kios yang tidak terikat HET. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau membeli langsung elpiji 3 kg di pangkalan resmi, sehingga harga sama dengan HET yang telah ditentukan.
Juga perlu peningkatan pengawasan agar barang bersubsidi tepat sasaran. Kemudian pembinaan terhadap pangkalan, agar LPG tabung 3 kg disalurkan kepada yang berhak.
Agen LPG 3 kg, PT Maholimo Karosine Gasindo melakukan sosialisasi penyesuaian kenaikan HET kepada pangkalan di bawahnya.(rud/han)
Editor : Redaksi