Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dipicu Setoran Parkir, Jukir Tuding Oknum Honorer Dishub Binjai Arogan

Johan Panjaitan • Sabtu, 16 Maret 2024 | 07:51 WIB
Oknum honorer Dishub Binjai berinisial RDP yang arogan cekcok mulut dengan jukir
Oknum honorer Dishub Binjai berinisial RDP yang arogan cekcok mulut dengan jukir

BINJAI, SUMUTPOS.CO- Sebuah video berdurasi 1 menit 34 detik viral di media sosial. Video dimaksud berisikan narasi adanya pertengkaran atau cekcok mulut, antara jukir dengan oknum honorer Dinas Perhubungan Kota Binjai berinisial RDP.


Informasi dirangkum, peristiwa cekcok mulut yang berbuntut oknum honorer arogan menolak jukir hingga tersungkur ini terjadi di Jalan Sultan Hasanuddin, Binjai Kota, Kamis (14/3/2024). Si jukir menuding oknum honorer tersebut arogan.

"Kami yang atur keluar masuk kendaraan, tapi petugas dishub itu yang langsung ke toko minta bulanan parkir. Sementara kami diajari dia (RDP), kalau ada dari kantor nanya ada bulanan, bilang gak ada," kata jukir yang menolak membeberkan identitasnya.


Jukir tersebut setiap harinya harus setor Rp30 ribu. Menurut dia, setoran yang harus disetor dimaksud merupakan peraturan dari Dishub Binjai.

"Alasannya, peraturan dari kantor. Saya minta minta kurang, jadi sekarang dikenakan Rp25 ribu per harinya. Kalau di toko sepatu (sebelahnya), dia (RDP) langsung yang kutip Rp300 ribu bulanan parkir," ujar dia.

"Banyak kali peraturan yang dibuat. Gak jaga wajib bayar kalau gak ada permisi. Sedangkan nomor WA atau telepon yang bisa dihubungi gak dibaginya supaya kami bayar kalau gak jaga," tambahnya.


Terpisah, Kadishub Kota Binjai, Chairin Simanjuntak membenarkan RDP adalah petugas di Dishub Binjai berstatus sebagai honorer. "Benar, (RDP) tugasnya sebagai koordinator parkir yang ditunjuk oleh Dishub," kata Chairin, Jum'at (15/3/2024).

Chairin menyebut, keduanya cekcok mulut yang nyaris adu jotos ini dipicu karena setoran parkir. Disoal apakah benar setoran bulanan boleh dilakukan oknum petugas Dishub Binjai, Chairin menepisnya.

"Informasi yang bisa disampaikan bahwa tidak ada setoran bulanan, kutipan harian di lokasi tersebut Rp25 ribu per hari, sesuai mandat yang diberikan kepada jukir," kata Chairin.


Dia menambahkan, si jukir dan oknum honorer arogan tersebut sudah dipertemukan. Menurut Chairin, peristiwa yang viral di media sosial ini karena kesalahpahaman.

"Miss komunikasi, karena jukir sering menunggak dan memang bahwa sudah hubungan yang kurang harmonis antara mereka. Tadi pagi sudah diselesaikan secara kekeluargaan oleh Kabid Lalu Lintas. Mudah-mudahan ke depan, tidak ada lagi kendala atau masalah apapun," tukasnya.


Sekedar untuk diketahui, persoalan retribusi parkir yang dilakukan Dishub Binjai sempat menuai polemik. Sejumlah elemen masyarakat pernah melaporkan hal tersebut kepada Kejaksaan Negeri Binjai karena adanya dugaan kebocoran retribusi, yang sejatinya disetorkan ke kas menjadi pendapatan asli daerah. (ted/han)

Editor : Redaksi
#Dishub Binjai