DAIRI, SUMUTPOS.CO-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), memasang gorong-gorong di lokasi badan jalan longsor di Desa Jumagerat, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi.
Pemasangan Gorong-gorong tersebut, langsung diinstruksikan oleh Pj Bupati Surung Charles Lamhot Bantjin.
Demikian disampaikan Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dairi, Jonny Hutasoit, Sabtu (11/5/2024).
Dikatakan Jonny, pemasangan Gorong-gorong tersebut merupakan sebagai respon pemerintah atas keluhan masyarakat Desa Jumagerat, khususnya Dusun Batu Anggan dan Dusun Tornauli, yang terisolir akibat badan jalan menuju perkampungan mereka mengalami longsor belum lama ini.
Jonny Hutasoit mengatakan, saat ini gorong-gorong sudah tiba di lokasi. "Dan kita pastikan, begitu material sudah berada dilokasi akan dilakukan pengerjaan konstruksi, supaya akses masyarakat kembali normal,"katanya.
Plh Sekda yang juga Asisten 1 Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat itu menyebutkan, akibat cuaca ekstrim hujan berkepanjangan, sejumlah ruas japan Kabupaten di beberapa Kecamatan mengalami longsor.
"Dan hari ini, tim BPBD dan PUTR juga menangani dan telah selesai melakukan pembersihan material tanah longsor pada ruas jalan dari Desa Sumbul Tengah menghubungkan Kecamatan Pegagan Hilir,"ujar Jonny.
Plh Sekda tersebut mengatakan pihaknya sudah memperoleh informasi terkait kerusakan jalan di Desa Sarintonu. Hanya saja, sebut Jonny, untuk jalan di Desa Sarintonu, ada kendala pemerintah melakukan penanganan.
"Masyarakat pemilik lahan perladangan yang ada disisi badan jalan, belum bersedia membebaskan ladangnya untuk pelebaran jalan dimaksud. Sehingga sampai saat ini belum bisa dilakukan upaya perbaikan. Kami berharap pemilik lahan bersedia menghibahkan tanahnya supaya jalan itu bisa kita lakukan perbaikan,"pinta Jonny.
Sebelumnya diberitakan, sekitar 120 kepala keluarga (KK) masyarakat Dusun Batu Anggan dan Tornauli, Desa Juma Gerat, terisolir akibat badan jalan longsor.
Pelajar SMP dan SMA dari Desa Juma Gerat, yang bersekolah di Kota Tigalingga sebagai ibukota Kecamatan, terpaksa diantar pakai sepeda motor sejauh lebih kurang 10 kilometer karena mobil angkutan tidak bisa melintas. (rud/han)
Editor : Redaksi