STABAT, SUMUTPOS.CO- Kedatangan pengungsi Rohingya yang masuk ke Desa Kwala Langkat, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, mendapat penolakan dari masyarakat, Rabu (22/5/2025) pagi. Jumlah pengungsi yang terdiri dari dewasa hingga anak-anak inipun sebanyak 51 orang.
Para pengungsi ini memasuki pemukiman masyarakat dengan berjalan kaki dari pantai. Kedatangan mereka sontak membuat masyarakat panik dan melaporkan ke pemerintah desa.
Seorang masyarakat setempat, Nurliyah (40) menyatakan, pengungsi rohingya muncul dari tepi desa mereka dengan cara satu persatu masuk ke arah pemukiman. "Jumlahnya semakin lama, semakin banyak hingga akhirnya kami laporkan kepada kepala desa dan dikumpulkan di gedung serba guna yang berada di tengah perkampungan," katanya, Kamis (23/5/2024).
Masyarakat cemas dengan masuknya pengungsi rohingya. "Kami khawatir juga jika pengungsi rohingya ini masih bertahan di gedung serba guna dan berharap agar mereka segera dipindahkan," ujar dia.
Pemerintah Desa Kwala Langkat menempatkan pengungsi rohingya di Balai Desa Serba Guna. Jumlah mereka terdiri dari 42 orang remaja dan dewasa, 3 orang perempuan, 2 anak laki-laki serta 4 orang anak perempuan.
Masyarakat desa tetap bersikeras menolak keberadaan pengungsi rohingya di desa mereka dan meminta kepada pihak terkait untuk segera melakukan evakuasi ke luar desa. Masyarakat takut dan resah atas keberadaan mereka saat melihat perilaku orang Rohingya di tempat lain.
"Kami menolak keras keberadaan pengungsi Rohingya di desa kami, malam ini juga kami minta untuk dipindahkan dari desa ini, secara kemanusiaan kami sudah membantu berupa makanan dan pakaian namun tetap menolak keberadaan Rohingya karena kehadiran mereka meresahkan kami," teriak warga beramai-ramai. (ted/han)
Editor : Redaksi