Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Rekonstruksi Pembakaran Wartawan di Karo Dilempari Batu

Admin SP • Jumat, 19 Juli 2024 | 21:52 WIB
REKONSTRUKSI: Warga masih bertahan di lokasi rekonstruksi pelaku pembakaran rumah wartawan, Rico Sempurna Pasaribu hingga keluarganya ikut tewas.((SOLIDEO/SUMUT POS)
REKONSTRUKSI: Warga masih bertahan di lokasi rekonstruksi pelaku pembakaran rumah wartawan, Rico Sempurna Pasaribu hingga keluarganya ikut tewas.((SOLIDEO/SUMUT POS)


KARO, SUMUTPOS.CO - Meski molor dari waktu yang telah ditetapkan, namun gelar rekonstruksi kasus pembakaran rumah yang menewaskan wartawan, Rico Sempurna Pasaribu dan keluarganya, digelar hingga malam hari. Meski malam hari, warga masih bertahan ingin menyaksikan rekonstruksi. Keriuhan pun terjadi karena lokasi rekonstruksi dilempari batu oleh orang tak dikenal.

Dimana sebelumnya, hingga pukul 15.00 WIB, rekonstruksi tak kunjung digelar. Bahkan, tersangka juga belum dihadirkan ke lokasi. Sementara jumlah warga terus bertambah.

Sangkin ramainya, massa sempat menyoraki petugas yang melarang warga melewati garis polisi yang telah dipasang di depan rumah Sempurna Pasaribu yang tinggal puing. Warga berharap, rekonstruksi dapat mengungkap tabir kasus ini, termasuk mengungkap motif dan aktor intelektualnya.

Akhirnya, rekonstruksi baru dimulai sekira pukul 15.00 WIB. Dimulai saat HB (Koptu Herman Bukit) bertemu dengan Bebas Ginting alias Bulang di kede kopi Bukit, Jalan Bom Ginting Kabanjahe. Malam itu HB meminta Bulang menemui korban, Sempurna Pasaribu dan menyuruhnya menghapus postingan berita yang dishare korban di media sosial facebooknya.

Malam itu, Bulang memanggil korban ke saponya (biasa disebut) sapo bulang. Malam itu, Sempurna menolak menghapus postingannya.

Karena itulah, Bolang menyuruh kedua eksekutor membakar warung sekaligus rumah korban. Bulang menyerahkan uang Rp 130 ribu kepada kedua eksekutor untuk membeli minyak.

Kedua eksekutor membeli minyak ke salah satu warung minyak eceran. Pertalite dan solar itu lalu dicampur di sapo bulang. Dari sana kedua eksekutor naik sepeda motor menuju warung sekaligus rumah korban.

Hingga malam sekira pukul 20.00 WIB, gelar rekonstruksi di TKP rumah korban terus digelar. Personel gabungan Poldasu dan Polres Tanah Karo sempat kewalahan melanjutkan rekonstruksi. Pasalnya ribuan warga telah memadati lokasi.

Petugas juga sempat menyebar personel radius 100 meter dari TKP.
Karena sebelum digelar, ada oknum tak dikenal yang melempari lokasi dengan batu. Batu yang berterbangan itu sontak membuat warga panik. Apalagi tak jelas dari mana arah datangnya.

Susana makin riuh saat kedua eksekutor dibawa petugas ke lokasi menggunakan mobil. Warga serantak meneriaki tersangka. Hingga berita ini dilansir, rekonstruksi masih berlangsung. (deo/han)

Editor : Redaksi
#Pembakaran Wartawan