BINJAI, SUMUTPOS.CO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Binjai masih siaga dan membantu masyarakat yang terdampak banjir, khususnya di Kelurahan Berngam, Binjai Kota. Namun, siaga yang dilakukan BPBD Binjai hanya sampai Minggu (1/12/2024) atau Senin (2/12/2024).
Plt Kalaksa BPBD Binjai, Rudi Baros menjelaskan, air yang merendam ribuan rumah di kota rambutan, berangsur surut. Artinya kini, BPBD Binjai siaga membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
"Situasi sekarang sedang tahap pembersihan rumah penduduk dan jalan," kata Baros, Jum'at (29/11/2024).
Kondisi jalan di Kelurahan Berngam pun babak belur, buntut dari banjir tersebut. Kata Baros, BPBD Binjai hadir di tengah korban banjir dengan siaga air bersih.
"Kita suplai air untuk masyarakat di Kelurahan Berngam, Pekanbinjai dan Setia. Kondisi air (bersih) saat ini gak jalan, sendat-sendat," ujarnya.
"Sebenarnya banyak yang terdampak, tapi keterbatasan personel sama alat. Jadi kita fokus di pemukiman padat, di Kelurahan Berngam. Data yang dihimpun, sekitar 1.000 kepala keluarga yang terdampak dengan jumlah antara 5 ribu sampai 6 ribuan," urai Baros.
Selain air bersih, kata Baros, BPBD Binjai juga mendirikan dapur umum pada 2 lokasi terpisah.
"Pertama di dekat bundaran yang mau masuk ke Kelurahan Berngam dan kedua di belakang dekat TK," sambungnya.
Baros menambahkan, masyarakat yang terdampak banjir mendapat perhatian dan bantuan dari warga Kota Binjai dan swasta. Bantuan itu masuk ke posko mulai dari kebutuhan pangan .
"Kami (BPBD Binjai) sampai dengan hari senin paling lama atau minggu, karena keterbatasan anggaran. Kami imbau kepada masyarakat untuk menyalurkan bantuan ke posko. Satu hal lagi yang perlu, bantuan sandang seperti pakaian. Bagi masyarakat yang punya pakaian tidak dipakai, boleh disalurkan ke posko kami untuk dibagikan kepada korban banjir," beber Baros.
Kondisi jalan yang bergelumbang, buntut dampak dari banjir juga diakui Baros. Itu terjadi karena arus banjir yang deras.
"Sedangkan kondisi di Kelurahan Pekanbinjai, ada tebing sungai yang retak, tidak bisa digunakan lagi, kira-kira sepanjang 400 meter. Untuk kondisi Kantor Lurah Pekanbinjai, aspalnya juga rusak dan kalau kantornya aman," pungkasnya. (ted/han)
Editor : Redaksi