NISEL, SUMUTPOS.CO - Semenjak mendapatkan amanah sebagai pelaksana harian (Plh) kepala kantor kementerian agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Nias Selatan pada 3 November 2024 yang lalu, Dr Martinus Harefa hanya satu kali berkantor di sana. Sisanya, dia tidak pernah hadir.
Akibatnya, permasalahan di kantor Kemenag Nisel terus terjadi yang membuat suasana kantor menjadi tidak kondusif.
Kabar yang beredar, karena ketidak hadiran pemimpin, membuat oknum di Kemenag Nisel menjadi arogan.
Dr Martinus Harefa yang saat ini juga menjabat sebagai Kakan Kemenag Nias Barat inipun mulai menjelaskan polemik yang saat ini terjadi.
"Benar saya memang hanya sekali ke Kemenag Nias Selatan. Kenapa? Karena ada yang tidak suka sama saya. Terutama Kakan Kemenag Nias Selatan yang dibebas tugaskanoleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kakanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara," ujarnya saat dihubungi Jumat (7/2/2025).
Dijelaskannya, walaupun dirinya tidak pernah ke kantor, tetapi dirinya masih terus berkoordinasi dengan pegawai Kemenag Nisel melalui zoom. Sedangkan surat menyurat melalui email dan aplikasi chat lainnya.
"Untuk melaksanakan tugas sehari-hari di Kemenag Kabupaten Nias Selatan ada kepala subbagian tata usaha. Jadi, selalu ada koordinasi untuk seluruh pejabat. Saya tugaskan untuk mengamankan, mengendalikan serta melihat memantau kegiatan pelaksanaan tugas di Nias Selatan," ungkapnya.
"Tugas yang saya berikan kepada Kasubbag TU bukan Plh, tetapi menjalankan tugas mengawasi mengontrol mengendalikan ya sesuai dengan tupoksi masing-masing karena saya tidak bisa sehari-hari menjalankan tugas di sana," tegasnya.
Tetapi, pada kenyataannya, suasana menjadi lebih suram karena Kasubag TU Kemenag Nias Selatan bertingkah dan membuat pegawai lain merasa tidak nyaman.
"Saya tidak memberikan mandat kepada Kasubbag TU sebagai pelaksana harian Kakan Kemenag Kabupaten Nias Selatan, lagian saya tidak ada kuasa memutuskan dan menetapkan. Yang saya tugaskan mereka mari kita menjaga kondusifitas menjalankan tugas masing-masing sesuai dengan tupoksi," tegasnya.
Selain karena kesibukkannya di sebagai Kakan Kemenang Nias Barat, salah satu alasan yang membuat dirinya sulit ke Nias Selatan karena jarak tempuh dari rumahnya menuju kantor.
"Jarak yang harus saya tempuh 6 jam perjalanan dengan melewati Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias dan baru Nias Selatan. Saya di sana hanya membantu bukan mengambil alih tugas Yaomamati Loi sebelum dijatuhi hukuman disiplin. Saya juga kurang tahu hukuman disiplin seperti apa itu diberikan kepada Yaomamati Loi itu urusannya Irjen dan Kakanwil lah itu," tambahnya.
Dr Martinus Harefa berharap agar segera dapat Kakan Kemenag Nias Selatan secara definif, karena dia mengakui kesulitan dalam hal finansial bila harus menjalankan dua tugas sekaligus.
Sementara, Yaomamati Loi Kakan Kemenag Kabupaten Nias Selatan (dibebastugaskan) saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya membantah atas tuduhan yang dialamatkan oleh Plh Kakan Kemenag Nisel Dr. Martinus Harefa.
"Itu fitnah, nanti saya akan laporkan Dr. Martinus Harefa ke pihak berwajib. Jangan macam-macam statement yang tidak benar. Saya tidak pernah menolak Dr. Martinus Harefa di kantor kementerian agama Kabupaten Nias Selatan," tegas Loi.
Dirinya menjelaskan kejadian yang membuat suasana menjadi tidak kondusif seperti saat ini.
"Dr. Martinus Harefa pada tanggal 3 November 2024 itu secara otoriter merasa mempunyai power yang luar biasa dengan mengadakan rapat sepihak bersama semua pejabat di Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan tanpa saya dihadirkan. Padahal, seharusnya duduk bersama untuk berkenalan dan menyapa pegawai lain," ucapnya.
Yaomamati Loi mempertegas bahwa dirinya tidak diberhentikan atau dinonaktifkan/non jobkan.
"Dugaan yang dituduhkan kepada saya itu adalah surat kaleng tidak ada kebenarannya padahal itu sudah saya klarifikasi ke Irjen Kemenag RI waktu datang ke kantor kementerian agama kabupaten Nias Selatan tahun 2024. Dan secara sepihak tiba-tiba Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara setelah saya di investigasi terkesan buru-buru sepertinya saya dijadikan target," tandasnya. (mag-8/ram)
Editor : Redaksi