SIANTAR, SUMUTPOS.CO - Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn menunjukkan keseriusannya membenahi Stadion Sang Naualuh. Sabtu (8/3/2025) pagi, bersama Wakil Wali Kota Herlina, Wesly meninjau langsung pembersihan dan pembenahan Stadion Sang Naualuh.
Wesly tiba di stadion yang berada di Kelurahan Sukadame Kecamatan Siantar Utara didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar. Kehadiran Wesly dan Herlina mendapat perhatian dari warga sekitar stadion.
Wesly dan Herlina masuk dan melihat pembersihan serta pembenahan stadion. Tampak alat berat berada di dalam stasion dan para petugas sedang bekerja melakukan pembersihan.
Wesly menegaskan agar dilakukan percepatan pembenahan Stadion Sang Naualuh, khususnya area lapangan agar dapat digunakan masyarakat untuk berolahraga
Atensi Wesly dalam pembenahan Stadion Sang Naualuh mendapat apresiasi dari Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pematangsiantar Riau Alexander Siahaan. Rio, panggilan akrabnya, merespon positif gerak cepat yang dilakukan Wesly dalam melakukan pembenahan Stadion Sang Naualuh.
Rio menilai Wesly menepati janji kampanyenya pada Pilkada lalu terkait pembenahan Stadion Sang Naualuh.
"Untuk itu, saya berharap seluruh masyarakat Kota Pematangsiantar menjaga Stadion Sang Naualuh, sehingga bisa digunakan untuk berolahraga," kata Rio.
Senada dengan itu, sejumlah warga di sekitar stadion mengaku senang dan bangga atas komitmen penuh Wesly dalam pembenahan Stadion Sang Naualuh.
"Kita sangat mengapresiasi Bapak Wesly Silalahi membenahi stadion ini sebagai prioritas utama. Sehingga harapan ke depannya, dengan adanya pembenahan Stadion Sang Naualuh, maka olahraga di Kota Pematangsiantar kembali bergeliat," sebut Jefri Hutapea, salah seorang warga sekitar stadion.
Stadion Sang Nauluh satu-satunya lapangan sepak bola milik Pemko Siantar. Namun sudah puluhan tahun tidak berfungsi yang membuat lapangan seperti hutan belantara.
Sementara beberapa tahun lalu anggaran perbaikannya sudah pernah digelontorkan miliaran rupiah. Namun uang negara tersebut sia-sia lantaran besi baja yang dulunya dipasang telah berhilangan. (mag7/han)
Editor : Redaksi