Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Wali Kota Tebingtinggi Minta ASN Alokasikan Zakat dari Gaya Hidup, Bukan Kebutuhan Hidup

Johan Panjaitan • Selasa, 18 Maret 2025 | 05:00 WIB
KORDINASI: Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih bersama Baznas Kota Tebingtinggi rapat kordinasi pengumpulan dan penyerahan zakat ASN beragama Islam. ISTIMEWA/SUMUTPOS
KORDINASI: Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih bersama Baznas Kota Tebingtinggi rapat kordinasi pengumpulan dan penyerahan zakat ASN beragama Islam. ISTIMEWA/SUMUTPOS

TEBINTINGGI, SUMUTPOS.CO- Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih, mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya bagi ASN Muslim di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi untuk mengalokasikan zakat dari anggaran gaya hidup, bukan dari kebutuhan pokok atau kebutuhan hidup.

Imbauan ini disampaikan Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih dalam acara Penyerahan Zakat Serentak Wali Kota Tebingtinggi Beserta Jajarannya Melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tebingtinggi, yang digelar di ruang Mawar, Gedung Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Senin (17/3/2025).

"Hadir di sini para pejabat eselon 2 hingga staf. Seharusnya, zakat ini dialokasikan dari anggaran gaya hidup, jangan kebutuhan hidup. Mari kita geser prioritas, yang untuk gaya hidupnya digeser, agar zakat tidak mengganggu kebutuhan hidup," tegas Iman Irdian Saragih.

Diharapkannya, dengan begitu, potensi zakat sebesar Rp 5 miliar, Insya Allah, dapat tercapai. Berdasarkan laporan Ketua Baznas Kota Tebingtinggi, potensi zakat dari ASN Pemko Tebingtinggi mencapai Rp 5 miliar per tahun. Namun, pada tahun 2024, realisasi pengumpulan zakat hanya Rp 1,1 miliar.

"Saya berharap kerja sama dari seluruh OPD untuk menggerakkan ASN, agar kita dapat mencapai target tersebut. Jika Rp 5 miliar terlalu tinggi, setidaknya kita bisa mencapai Rp 3 miliar. Insya Allah, dalam minggu ini zakat dapat dicicil dan diselesaikan, mengingat ini adalah minggu terakhir. Saya yakin, kita semua tidak keberatan dengan zakat sebesar 2,5 persen dari gaji yang kita terima," ungkap Iman Irdian.

Sedangkan Ketua Baznas Kota Tebingtinggi, Khuzamri Amar menjelaskan bahwa potensi zakat ASN Pemko Tebingtinggi mencapai Rp 5 miliar pertahun, termasuk zakat fitrah. Khuzamri berharap, dengan dukungan Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Sekda, target pengumpulan zakat dapat tercapai.

"Target pengumpulan zakat, infak, dan sedekah pada tahun 2024 adalah Rp 2,5 miliar, namun hanya terkumpul Rp 1,1 miliar. Kami berharap dapat dibuatkan Surat Edaran (SE) atau Peraturan Wali Kota (Perwal) untuk mendukung upaya ini," ungkap Khuzamri Amar.

Lebih lanjut, Ketua Baznas Khuzamri menjelaskan bahwa pengumpulan zakat dari ASN muslim akan dilakukan melalui OPD masing-masing, sesuai jadwal yang akan ditentukan. "Tugas kami adalah mendatangi Bapak dan Ibu untuk mengambil zakat, dengan tujuan membersihkan diri dan harta kita. Kami juga akan mendoakan agar kita semua mendapatkan ketenangan karena telah melaksanakan kewajiban zakat," tutupnya. (ian/han)

Editor : Johan Panjaitan
#anggaran #zakat #baznas