Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kapus Bahorok Salahkan Anggota Soal Pelayanan, Bupati Langkat Diminta Evaluasi

Johan Panjaitan • Selasa, 1 April 2025 | 20:35 WIB
Puskesmas Bahorok. Istimewa/Sumut Pos
Puskesmas Bahorok. Istimewa/Sumut Pos

STABAT,SUMUTPOS.CO- Pelayanan Puskesmas Bahorok mendapat sorotan dari sejumlah kalangan, salah satunya pasien rujukan yang mau dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSUD) Delia di Stabor, Selesai, Langkat. Sorotan dimaksud adalah, Puskesmas Bahorok tidak memberikan fasilitas ambulans kepada pasien rujukan.

Alhasil, pasien atas nama Suparmin warga Kelurahan Pekanbahorok itu dirujuk ke RSU Delia dengan menggunakan ambulans milik Desa Empus. Atas peristiwa yang mengecewakan masyarakat itu, Bupati Langkat, Syah Afandin mendapat kritikan sekaligus saran dari mahasiswa.

"Seharusnya puskesmas memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat ataupun pasien rujukan itu. Ditambah lagi, Puskemas Bahorok itu rawat inap, tentu ada ambulans yang sedia atau siaga untuk hal-hal yang dibutuhkan pasien," kata Ketua Persatuan dan Pemuda Mahasiswa Sumatera Utara, Oza Hasibuan, Selasa (1/4/2025).

Memang di Puskesmas Bahorok, ada 2 unit ambulans yang bersedia. Satu di antaranya dalam kondisi sehat dan satunya lagi kondisinya rusak.

Ia heran mendengar kabar adanya pasien rujukan yang dirujuk menggunakan ambulans milik desa. "Padahal satu ambulans dalam kondisi baik, tapi kenapa tidak digunakan. Malah pasien rujukan itu dirujuk pakai ambulans milik desa," serunya.

Karena itu, Bupati Langkat, Syah Afandin dapat mengevaluasi pucuk pimpinan di Puskesmas Bahorok. Jangan dibiarkan berlarut, sebab hal itu merugikan masyarakat.

"Bupati Langkat harus melakukan sidak ke Puskesmas Bahorok, agar kejadian ini tidak terjadi lagi," tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kabupaten Langkat, Juliana tidak merespon wartawan ketika diminta tanggapannya soal pelayanan buruk yang diberikan Puskesmas Bahorok. Sejatinya, Dinkes Langkat harus memberi perhatian serius kepada Puskesmas Bahorok yang berstatus rawat inap tersebut.

Sikap kompak juga ditunjukkan Sekertaris Daerah Langkat, Amril. Pejabat pembina kepegawaian daerah itu tidak merespon wartawan saat diminta tanggapannya.

Sebelumnya, Kapus Bahorok, Purwanti Ners mengakui pasien rujukan tidak menggunakan ambulans puskesmas karena kesalahpahaman. Bahkan, dia terkesan 'buang badan' dan menyalahkan anggotanya berinisial K yang disebut ada kurangnya.

"Ada pegawai sableng, jadi miskomunikasi. Aku gak ada intinya pikiran neko-neko sama masyarakat," kata Purwanti ketika dikonfirmasi.

"Ongkos ambulans (milik desa) sudah saya transfer, saya yang bayar," sambung Purwanti sembari menunjukkan bukti transfer dalam komunikasi melalui layanan WhatsApp.

Suparmin disebut mengalami penyakit komplikasi. Upaya rujukan yang dilakukan Puskesmas Bahorok dengan sedikit drama ambulans berujung sia-sia, karena akhirnya pasien itu meninggal dunia.

Suparmin merupakan warga Dusun Tusam Pintar, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Langkat. Tapi, almarhum bertempat tinggal di Jalan Veteran, Kelurahan Pekanbahorok. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
#ambulans #puskesmas #langkat