TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO- Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih, didampingi Kepala Badan Perencana Keuangan dan Pembangunan Daerah (BPKPD) Sri Imbang Jaya Putra, menerima kunjungan audiensi dari Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tebingtinggi, Mahindun Melda Harahap di ruang kerja Wali Kota, Gedung Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Rabu (23/4).
Pertemuan tersebut membahas potensi peningkatan ekonomi daerah serta strategi efisiensi anggaran yang dicanangkan pemerintah pusat. Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Iman Irdian Saragih menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang selama ini terjalin antara Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi dan KPPN.
"Saya apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kepala KPPN beserta jajaran, hadir di ruang kerja kita, dengan kegiatan audiensi sekaligus rapat kerja diskusi. Disini untuk kemajuan di pemerintah pusat, Provinsi dan di daerah, Kota Tebingtinggi khususnya," ujar Iman Irdian.
Lebih lanjut, Iman Irdian menyinggung arahan Presiden RI Prabowo Subianto, terkait efisiensi anggaran. Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian mengungkapkan bahwa Pemko Tebingtinggi akan mengalokasikan hingga 50 persen dari efisiensi anggaran untuk pembangunan Kota Tebingtinggi.
"Sampai sekarang kita berpikir terus, apa untuk kemajuan Kota Tebingtinggi. Perekonomian kita saat ini dibawah rata-rata, kita berada di urutan 28 dari 33 kabupaten, kota se-Sumatera Utara," ujarnya.
Wali Kota Iman Irdian Saragih juga menekankan perlunya pembenahan di berbagai sektor dan berharap audiensi ini menjadi awal dari diskusi berkelanjutan dengan KPPN. "Kami sangat membutuhkan bantuan dari KPPN. Ini juga juga harus ada tindaklanjutnya di pertemuan-pertemuan berikutnya," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala KPPN Tebingtinggi, Mahindun Melda Harahap, memaparkan rincian alokasi Transfer Ke Daerah (TKD) untuk Kota Tebingtinggi tahun 2025. Alokasi tersebut meliputi Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 437,71 miliar, Dana Bagi Hasil (DBH) Rp 18,40 miliar, Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 111,28 miliar dan insentif fiskal sebesar Rp 13,71 miliar.
Selain itu, Mahindun Melda Harahap juga menyoroti potensi investasi di Kota Tebingtinggi, terutama pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tercatat sebanyak 14.634 unit hingga tahun 2024, yang terdiri dari 14.467 usaha mikro, 149 usaha kecil dan 18 usaha menengah. Ia juga memberikan saran terkait dampak pembangunan jalan tol terhadap minat singgah di Tebingtinggi.
"Dikarenakan adanya jalan tol, menyebabkan opsi singgah di Kota Tebingtinggi kurang diminati. Saran kami, gerai oleh-oleh kerajinan khas Tebingtinggi dibangun di dekat jalan tol atau rest area, dengan tarif yang bersaing sehingga harga dan produk yang ditawarkan juga terjangkau oleh masyarakat," saran Mahidun. (ian/han)
Editor : Redaksi