STABAT-Pukesmas Bahorok kembali disorot keluarga pasien. Sikap Puskesmas Bahorok yang tidak memberikan pelayanan prima kepada masyarakat terjadi bukan kali ini saja.
Adapun pasien yang masuk ke Puskesmas Bahorok itu adalah Ramadhani Iskandar (44), Jumat (2/5/2025) malam. Setibanya di Puskesmas Bahorok, pasien ditangani oleh perawat saja.
Sementara dokternya tidak ada. "Sangat disayangkan pelayanan di Puskemas Bahorok, tidak seperti yang diharapkan. Tidak ada dokter jaga di tempat, pasien nunggu lama," kata Aqsa, Minggu (4/5/2025).
Alhasil, pasien tersebut sempat tertunda untuk dirujuk. "Perawat yang jaga tidak berani ambil keputusan, karena bukan wewenang mereka," sambungnya.
Karena itu, dia meminta agar Dinas Kesehatan Langkat menyikapi serius masalah tersebut. Jangan dibiarkan berlarut, sebab hal itu menunjukkan wajah pelayanan kesehatan yang amburadul.
"Kenyataannya memang tidak ada dokter di tempat, orang itu (Puskesmas Bahorok) berusaha cari pengganti. Saya tidak masalah kalau memang ada pengganti, tapi pengganti pun tidak ada," urainya.
"Kapus minta tolong sama Anggota DPRD Langkat, Jhon Binsar Ketaren dan saya wanti-wanti. Sebab yang datang anaknya Ibin (Jhon Binsar Ketaren), dan bukan dokter di Puskesmas Bahorok," sambungnya.
Atas hal itu, dia mengaku kecewa berat melihat pelayanan kesehatan di Puskesmas Bahorok. "Ya pasti kecewa. Penyakit pasien tidak tau sekarang ini, karena belum keluar hasil diagnosa," bebernya.
Singkat cerita, dr AK yang merupakan anak Anggota DPRD Langkat itu datang dan mengeluarkan surat rujukan terhadap pasien ke Rumah Sakit Umum Delia hingga RSUD Djoelham. Terpisah, Kepala Puskesmas Bahorok, Purwanti tidak merespon konfirmasi yang dilakukan wartawan.
Diketahui, Puskesmas Bahorok tidak memberikan pelayanan prima kepada pasien atas nama Suparmin warga Kelurahan Pekanbahorok yang hendak dirujuk. Adapun pelayanan dimaksud adalah, pasien tidak dirujuk dengan menggunakan ambulans Puskesmas Bahorok, melainkan ambulans milik Desa Empus, Kecamatan Bahorok.
Padahal di Puskesmas Bahorok, ada 2 unit ambulans yang bersedia. Satu di antaranya dalam kondisi sehat dan satunya lagi kondisinya rusak. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan