Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Demo Pospera di Karo Berujung Ricuh, 6 Orang Masih Diperiksa karena Urine Positif Narkoba

Johan Panjaitan • Jumat, 6 Juni 2025 | 14:50 WIB

 

RICUH: Petugas Polres Tanah Karo mengamankan sejumlah peserta aksi unjukrasa yang berujung ricuh, Kamis (5/6). Foto: ISTIMEWA/SUMUT POS
RICUH: Petugas Polres Tanah Karo mengamankan sejumlah peserta aksi unjukrasa yang berujung ricuh, Kamis (5/6). Foto: ISTIMEWA/SUMUT POS

KARO, Sumutpos.Jawapos.com-Aksi demo lanjutan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan puluhan massa Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Karo, Kamis (5/6) siang, berakhir ricuh.

Kericuhan terjadi karena massa melakukan aksi bakar ban di depan Polres Tanah Karo. Akibatnya, 11 orang diamankan polisi. Hingga kini, 6 orang masih berada di Polres Karo karena hasil pemeriksaan, urine mereka positif narkoba.

"6 orang masih kita periksa karena urinenya positif narkoba jenis ganja, sabu dan ekstasi," kata Kasat Reskrim Polres Tanah Karo, AKP Rasmaju Tarigan SH saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (6/6) siang.

Dikatakan AKP Rasmaju, kericuhan bermula saat massa berbuat anarkis saat menggelar aksi di depan Mapolres Tanah Karo.

"Selain memaki-maki petugas, mereka juga membawa ban dan besin. Saat itu mereka menyiram ban dengan bensin dan membakarnya dan menendang ban tersebut ke arah petugas. Kita bertindak tegas dan mengamankan mereka karena aksi tersebut membahayakan petugas dan masyarakat," tegasnya.

Selain berbuat anarkis, lanjut Rasmaju, massa juga tidak melakukan aksi tanpa izin dan pemberitahuan.

"Pemberitahuan aksi mereka hanya ke DPRD Karo dan kantor Bupati Karo saja. Makanya kita hanya melakukan pengawalan," katanya.

Namun tanpa alasan yang jelas, massa tiba-tiba menggelar aksi dan berbuat anarkis di depan pintu masuk Polres Tanah Karo.

"Awalnya 11 orang kita amankan. Saat ini hanya 6 orang yang masih kita periksa karena positif narkoba. Sementara 5 orang lainnya telah dijemput oleh keluarganya. Kita menduga aksi anarkis ini dipicu oleh pemgaruh narkoba. Kemungkinan ke 6 orang ini akan jadi tersangka," tegasnya.

Lalu bagaimana dengan tuntutan massa? Ditanya demikian, Rasmaju mengaku Polres Tanah Karo tetap berusaha dan komit memberantas pekat ini di wilayah hukumnya.

Seperti diketahui, Senin (2/6) siang, puluhan massa Pospera Kabupaten
menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati dan DPRD Karo. Dalam aksinya, massa meminta DPRD Karo ikut mendesak Polres Tanah Karo memberantas judi,narkoba dan tempat maksiat yang mereka nilai sudah kian marak hingga sangat meresahkan generasi muda dan masyarakat.

Ketua DPRD Karo, Iriani Tarigan yang menemui massa mengaku komitmen dalam menampung aspirasi dan tuntutan dari Pospera Kabupaten Karo.

"Kami akan melakukan kordinasi lintas sektor, baik engan Bupati Karo dan Kapolres Karo. Karena kami tau ini demi kebaikan Kabupaten Karo," kata Iriani.

Namun dalam aksi lanjutan di halaman Polres Tanah Karo pada Kamis (5/6) inilah kericuhan terjadi. (deo/han)

Editor : Johan Panjaitan
#Unjukras #Polres Tanah Karo #ricuh #pospera